Saturday, November 15, 2008

H.U.J.A.N

Aku suka sekali hujan. Dan hal ini sudah kusadari sejak lama. Aku merasa bahwa hujan memiliki kemisteriusan yang selalu bisa menghipnotisku untuk memperhatikan walau sejenak. Dan membuat alam imajinasiku bermain-main dengan liarnya. Hujan. Begitu menyenangkan. Rintik-rintik yang jatuh dari langit seperti sentuhan kekasih yang telah lama merindu. Membelai wajah dan kulitku dengan lembut. Menina bobokan hati yang kadang lelah menunggu. Menemani hari yang seakan tak pernah ada habisnya.

Dan pagi ini, aku merasakan hujan semakin syahdu. Ketika hujan menyatukan dua hati yang sedang memadu asmara. Tidak perlu ada kata. Tidak perlu bersuara. Namun hati seakan menyatu terjalin benang halus yang hanya bisa dilihat malaikat di surga. Hujan mengelilingi kami dengan penuh sayang. Dan detik itu juga, aku merasa seperti berada di nirwana. Aku bisa merasakan kehadirannya. Aku bisa mendengar desah nafasnya. Terdengar seperti alunan lagu yang memabukkan. Aku bahagia, ditengah derai air yang membasahi bumi yang telah lama mati. Aku hidup sekali lagi, dengan kesadaran penuh bahwa aku memilikinya. Dan kami bersama. Ini sudah cukup. Semua terasa sempurna tak ada cela. Hujan.. sekali lagi kau mampu membuatku terpana...


Friday, November 14th 2008
Rain has come to us...

Because They Care

If they say something I didn't agree or like, it doesn't mean they hate me. I shouldn't have the anger. I shouldn't have refuse before I hear them all and try to see the way they see. And I shouldn't feel sad too. It's not their fault, and it's not my fault either. There is no mistake here, just a different view of things. And all meet in one conclusion, L.O.V.E.
Because of love, they care to me. Because of love, they want the best for me.. in everythings. And this is something I didn't realize till now. That many people care to my life. Alhamdulilah. I feel blessed, I feel grateful. I never thought that I have that big contribution to their life. Maybe because I'm seeing things clearer lately that makes me thinking about things I never thought before.

Tuesday, November 11, 2008

Perubahan ke arah lebih baik, semoga...

Belakangan ini aku merasakan perubahan yang besar dalam hidupku. Perubahan-perubahan yang mengubah banyak hal dari diriku. Banyak yang mungkin bertanya kenapa bisa begitu. Tidak terkecuali keluarga dan sahabat, orang-orang terdekat dalam hidupku. Mereka mungkin heran, terkesima, kecewa, bahagia, biasa saja.. tidak bisa kutebak bagaimana jalan pikiran mereka. Namun yang pasti mereka tau ada yang berubah dari diriku.
Ketika kita semakin bertambah usia, kesadaran akan diri sendiri semakin memuncak. Aku yang awalnya tidak terlalu memperhatikan siapa aku menjadi lebih perduli pada AKU. Aku yang biasanya tidak terlalu suka menelaah diri sendiri menjadi berusaha mengenal siapa sebenarnya AKU. Dan ternyata, perubahan terasa menjadi solusi yang terbaik. Tanpa menghilangkan prinsip-prinsip hidup yang baik yang kupegang selama ini.
Tidak mudah untuk berubah. Apalagi merubah sesuatu yang terbiasa kita lakukan selama ini. Banyak goncangan terjadi, dan hal ini menimbulkan segudang pertanyaan. Benarkah yang aku lakukan? Sudah siapkah aku menjalani segala konsekuensi dari perubahan yang aku lakukan? Apakah memang ini yang terbaik untuk seorang AKU? dan keragu-raguan menjadi hal yang mematikan. Ketika hal ini terjadi, semua hanya bisa aku kembalikan pada Allah SWT. Hanya Dialah yang bisa memahami apa yang terjadi tanpa menilai sebelah mata. Dialah yang bisa menilai baik dan buruk dengan kacamata yang seimbang.
Aku hanya ingin menjadi orang yang lebih baik. Dalam segala hal kalau memungkinkan. Karena hidup hanya sekali, dan masa lalu tak bisa terulang lagi. Penyesalan hanya berakhir pada kesedihan. Namun pembelajaran yang mahal dari pengalaman perlu menjadi acuan bagi diri untuk menjadi lebih baik, semoga...

Nenekku kini..

Melihat nenek ku hari ini, baru kusadari beliau sudah semakin tua. Giginya sudah banyak yang hilang. Keriput telah menyelimuti kulit yang dulu kencang dan halus. Kaki yang terbiasa jalan tegak tidak bisa dipakai berjalan kencang. Kenapa aku baru melihatnya sejelas ini sekarang?
Banyak yang telah kami lalui. Tidak semuanya menyenangkan. Sebenarnya malah, aku tidak terlalu akrab dengan nenek ku dan banyak hal yang berseberangan dari kebiasaanku dengan beliau. Mungkin karena pengaruh perbedaan generasi. Entahlah.
Namun kesadaran baru menghentak pikiranku. Entah berapa lama aku masih bisa menikmati perbincangan dengan beliau. Entah berapa lama aku masih bisa melihatnya merenggut, tertawa, ngomel, ngobrol, masak, mondar mandir dan segudang aktivitas lainnya. Dan hal ini membuatku menyadari bahwa beberapa tahun belakangan ini aku sudah terlalu sibuk dengan hidupku dan melupakan nenekku. Memberi kasih sayang dan perhatian yang entah sampai kapan bisa kulakukan. Maafkan aku nek... Mulai sekarang, aku harus bisa menjadi cucu yang lebih baik lagi buat nenek.

Saturday, November 08, 2008

Just a Dream

Semalam aku bermimpi. Mimpi yang lumayan aneh sebenarnya. Aku lupa berawal dari mana, namun yang aku ingat ketika aku sedang berada di atas rumah panggung di dekat pantai di Bali. Di dalam rumah panggung, banyak sekali orang. Kebanyakan bule, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Dan perhatian kami semua tertuju pada pantai di hadapan kami. Dan ombak di pantai besar sekali, makanya disitu banyak para peselancar sedang bermain-main dengan ombak ganas yang siap menggulung. Namun, lama kelamaan ombak semakin besar. Rumah panggung saja hampir kalah tingginya. Dan seperti gelombang tsunami semakin lama semakin mendekati rumah panggung tempat kami semua melihat ombak tersebut. Dan aku mengucap 'Subhanallah', entah kenapa kata itu bukan kata 'Allahu Akbar'. Dan di dalam mimpiku, awalnya hanya aku yang mengucap 'Subhanallah' saja. Namun lama kelamaan, sampai anak bule yang masih kecil-kecil (mungkin cuma berumur 3-4 tahun) juga mengucap 'Subhanallah' sampai rumah panggung bergema dengan kata tersebut. Saya takjub karena semua fasih mengucap lafal tersebut. Dan mimpi saya berhenti disitu. Setelah terbangun, saya masih takjub saja dengan bule-bule yang melafalkan 'Subhanallah'....

Friday, November 07, 2008

Seharusnya...

Seharusnya hari ini menjadi langkah ke depan untuk membuat pijakanku semakin mantap. Semua berjalan sempurna, namun ternoda oleh kata-kata. Yang sebenarnya tak perlu terangkai menjadi kata. Yang sebenarnya tak perlu terucap. Yang sebenarnya tak perlu membuat suasana menjadi kaku dan tidak menyenangkan. Apakah sudah dimulai aral melintang dalam perjalanan ini? Apakah ini suatu ujian untukku menghadapi beragam ujian yang bisa jadi akan semakin berat? Kuatkanlah hamba ya Allah, kuatkanlah hamba dalam menghadapi semuanya...

Sunday, November 02, 2008

Semua Ga Penting...

Tau ga sih, semua ga penting. Kamu bisa sebutin semuanya tapi menurutku itu ga penting. Yang terpenting adalah aku menyayangimu, dan kamu menyayangiku. Yang lainnya aku kembalikan lagi pada Allah SWT...

Out of the blue

Out of the blue he's talking about it. I don't know why but it's hurt. I'm too sensitive and it's not good. I'm trying to change but it's hard. I'm trying hard. It's okay if I'm the one who feels hurt. As long as he's happy. That's all I'm asking...
It's not a sacrifice. I'm just willing to do it. I don't know, is it great or pathetic. I hope he can understand the way I feel. And the way I see this.

Tuesday, October 21, 2008

Mi Caruccia

For the sharing moments,
For the lessons we've learnt,
For the time we've been through,
For the laugh, sadness and happiness,
For all you've given me...

Need no words to explain
Mi caruccia...

Saturday, October 18, 2008

Kabar dari Sahabat Jauh..

Foto di Yalong Bay, lagi santai liputan. Yila berdandan gothic getoh...

Sangat menyenangkan mendapatkan kabar dari sahabat, apalagi sahabat kita tinggal di tempat yang sangat jauh dari kita. Yang kira-kira hanya orang-orang yang berduit tidak bernomer bisa menyambangi teman kita tersebut. Dengan adanya email, handphone dan alat-alat canggih lainnya sangat membantu komunikasi dan hubungan pertemanan.

Berminggu-minggu saya menunggu email balasan sahabat saya bernama Yila. Ternyata kesibukan membuatnya tidak bisa cepat memberi kabar. Ketika melihat namanya ada di salah satu email baru yang saya terima saya langsung merasa senang, akhirnya..!!

Perkenalan kami terjadi hampir setahun yang lalu, tepatnya ketika saya sedang bertugas meliput Miss World di Cina. Yila adalah editor sekaligus fotografer dan penulis di Tianya, salah satu dari 10 website terbesar yang ada di Cina. Yila berambut panjang keriting dan terlihat tomboy. Tanpa make up, dengan jeans dan kaos yang kasual. Sejak awal berkenalan kami sudah langsung akrab. Berkat Yila saya mengenal semua teman-temannya disana yang baiknya ga perlu diragukan deh. Berkat Yila saya jadi tau berbagai tempat di Sanya. Dan berkat Yila, hari-hari saya di Cina terasa menyenangkan...

Yila belajar bahasa Indonesia agar bisa mengerti dialek yang saya ucapkan. Menurutnya ucapan saya terlalu cepat, padahal caranya berbicara dalam bahasa Cina jauh lebih cepat. Kami sering menghabiskan waktu bersama dan saling berbagi cerita. Kami selalu bertemu di liputan dan juga sering makan malam di restoran seafood. Kami pernah tidur sekamar sewaktu saya merasa kesepian di kamar saya yang jaraknya 1 jam dari lokasi liputan kami. Kami pernah ke bank, mengantri dan memarahi orang karena menyelak antrian kami. Kami pernah ke pasar tradisional dan mall untuk belanja. Kami pernah jalan-jalan mengitari kota untuk memuaskan keingintahuan saya. Kami bahkan pernah karaoke bersama beberapa teman lainnya di hari-hari terakhir saya disana.

Ya, kami sangat akrab. Yila bahkan berniat bulan madu di Bali agar bisa bertemu saya lagi. Saya sangat bersyukur... karena sampai sekarang persahabatan kami masih terjaga dengan baik. Alhamdulilah. Semoga, kabar dari Yila selalu hadir dalam hidup saya...

Tuesday, October 14, 2008

Berdamai Dengan Masa Lalu

Setiap orang memiliki masa lalu. Masa yang telah lewat dan menjadi sejarah yang akan selalu tertoreh dalam hidup kita. Tidak semua perjalanan hidup menyenangkan untuk dibicarakan, diingat apalagi dikenang. Banyak yang lebih baik disimpan rapat-rapat dan diletakkan dalam kotak paling sulit dijangkau di dalam lemari paling ujung di sebuah rumah. Intinya, mending ga usah dibahas lagi deh. It was over, the end of the story!

Meski begitu, seberapapun usaha kita untuk melupakan dan berusaha untuk menganggap seakan tidak ada yang namanya masa lalu namun sedikit banyak masa lalu akan bersinggungan dengan masa sekarang juga masa depan. Karena masa sekarang tercipta karena adanya masa lalu. Dan masa depan terjadi karena jalinan masa lalu dan masa sekarang... semua saling berkaitan.

Berdamai dengan masa lalu, dan berusaha menerima kenyataan yang ada sungguh bukan perkara mudah. Apalagi jika masa lalu kita begitu menyakitkan. Sangat manusiawi kalau kita ingin hanya hal-hal baik ada dalam hidup kita. Namun manusia yang merupakan mahluk paling sempurna yang diciptakan Allah SWT juga memiliki banyak kekurangan. Dan seringkali kita berbuat salah, alpa dan berkali-kali terperosok ke dalam lubang yang sama. Ketika hal itu terjadi, kita akan berada dalam tahap menyesal-menyalahkan diri sendiri-bangkit dan berusaha untuk berubah jadi lebih baik. Meski di kemudian hari, kita mungkin akan mengalami hal serupa berulang kali.

Namun, bukan berarti hidup berhenti sampai disitu. Bukan berarti kita lebih baik melupakan dan berusaha meneruskan perjalanan dengan selalu meyakinkan diri bahwa hal itu tidak pernah ada dalam hidup kita. Hakikat hidup adalah pembelajaran. Bahwa sebagaimanapun perbuatan dan sikap yang menjadi kesalahan di masa lalu bukan untuk dibenci dan dilupakan. Jadikan kesalahan di masa lalu pelajaran bagi diri kita agar selalu mawas diri. Jadikan kesalahan di masa lalu cambuk bagi kita untuk bisa menjadi lebih baik lagi. Insya Allah...

Monday, October 13, 2008

Taukah Kamu...????

Taukah kamu, bahwa beberapa bulan belakangan ini hari-hariku tak lagi terasa 'biasa' karena ada kamu di dalamnya? Taukah kamu, bahwa aku belajar banyak hal untuk menjadi lebih baik karena kamu mengajarkanku tanpa kamu menyadarinya? Taukah kamu, bahwa hanya dengan melihatmu hatiku sudah merasa tenang? Taukah kamu, bahwa setiap obrolan-pertengkaran-bercandaan dan setiap waktu-waktu yang kuhabiskan bersamamu tidak bisa tergantikan? Taukah kamu, dengan segala kekuranganmu kamu terlihat begitu sempurna? Taukah kamu, bahwa segala hal yang ada dalam dirimu selalu menarik minatku? Taukah kamu, bahwa aku hanya ingin selalu membuatmu tersenyum dan bahagia? Taukah kamu, bahwa aku tidak lagi ingin mengedepankan AKU dan berusaha berdamai dengan egoku karena aku ingin ada KITA untuk sekarang dan seterusnya?
Semoga kamu tau bahwa sebesar itu arti dirimu dalam hidupku...

Saturday, October 11, 2008

Musik Indonesia Kaya..

Hari ini wacana musik saya bertambah. Berkat liputan Igor Saykoji saya jadi sedikit lebih tahu tentang komunitas musik hip hop yang berada di Indonesia. Siapa yang menyangka ternyata banyak sekali peminatnya, dan musik serta liriknya pun tidak kalah bagusnya dengan lagu-lagu yang sering kita dengar di radio atau televisi kesayangan kita.
Sayangnya, mereka mengalami kesulitan untuk eksis seperti pemusik lainnya. Hal ini disebabkan karena perbuatan beberapa rapper tidak bertanggung jawab yang membuat lagu menghina tentang pemusik lain seperti Kangen Band dan Mulan Jameela. Terbentuklah image negatif kalau mereka adalah pemusik yang tidak terpelajar atau kekanak-kanakan. Sehingga media tempat mereka untuk melakukan promosi tidak mau menerima. Padahal, banyak juga kok lagu yang mereka ciptakan yang berisi tentang hal positif yang terjadi sehari-hari dalam hidup kita. Seperti misalnya "Batik Tribe" dengan judul "Sabarlah" ...
Sabarlah nak, hidup hanya sementara
Kilaunya dunia bagi surga tiada seberapa
Usahlah kau risaukan hidup dibawah sederhana
Bertahan batin ambil makna akhir sebenarnya
Sudah saatnya kita semakin membuka diri dengan berbagai musik yang tumbuh berkembang di Indonesia. Karena ternyata Indonesia memiliki banyak sekali potensi yang menjanjikan untuk lebih dikenalkan ke pecinta musik tanah air dan dunia. Saya ingin sekali bisa lebih mengenal jenis musik ini, karena bosan juga mendengar lagu yang sama dengan penyanyi yang sama diputar setiap harinya di radio atau televisi kita.

Sunday, October 05, 2008

Quote

Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn't do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover

Monday, August 04, 2008

Hari Yang Jayus...?!!!

Aduh, hari ini jayus bin gokil dech. Saya ditugaskan meliput ke TPI acara Dewa Dewi dimana biasanya banyak artis menjadi bintang tamu di acara tersebut. Biasanya sih, kita baru mulai bisa wawancara jam 2 siang sampai jam 5 sore. Tapi, korlip hari ini agak aneh. Kami diminta jam 10 pagi sudah jalan dari kantor. ECA... Eh, cape deh...?!!! hehehehehe... Tapi kita ga sepenuhnya nurutin sih. Jam 11 siang baru jalan, makan siang-sholat trus menunggu artis sambil haha hihi dengan teman seperjuangan.
Wawancara Gracia Indri-Samuel Zylwigyn dan Reggy-Mario Lawalatta sih normal aja. Tapi lain hal nya dengan wawancara artist of the day, DEWI PERSIK. Bosan ga sih, dia lagi dan dia lagi. But what can we say huh?? Ya sud lah, dengan segambreng anak liputan (kayaknya memang semua anak infotainment pindah ke TPI deh!!) yang tentu bakalan rusuh kita menunggu DP (Dewi Persik) keluar studio. Then suddenly, she comes out. And as I thought before, rusuh ajah. Berisik, rame, dorong-dorongan dan kamera bertebaran ga jelas mengelilingi DP. Saya sih aman, ga kena dorong-dorongan.. thanks God, fiuh..!!
DP sih mau aja preskon, tapi anak-anak pada ga bisa dibilangin. Wawancara cuma sebentar ga da isinya. Dilanjutkan dengan babak kedua dorong-dorongan. Babak kedua kita (Saya & kameraman Arif) lewatkan. Babak ketiga adalah saat DP mau keluar ruang ganti. Inilah awal kejayusan dan kegokilan anak-anak yang kurang kerjaan. Kita semua (TETEP) dorong-dorongan, mic tinggi-tinggian, berisik dan ga ada juga statement DP yang lumayan bagus. Tapi saya sebenernya cukup menikmati seru-seruan ini. Kita berebut, dorong-dorongan. Dan gelak tawa memenuhi ruangan. DP ga bisa lewat, DP teriak, DP ikutan ketawa. Terutama saat anak-anak mulai teriak "astagfirullah"... "subhanallah"... dan terakhir "allahu akbar"... Hahahaha, jadi keinget rekaman Adam Air ga sih???
Dan berlanjut ajah sampai keluar. Kita sempet berhenti ngejar, ketawa karena kejayusan kita yang keukeuh sumekeh wawancara aneh dan ga penting itu. Sehabis itu nyambung lagi di dekat pagar, ada lagi ucapan "allahu akbar" yang bikin kami semua.. tentu saja bersama artist of the day DP tertawa.
Anak-anak ga tau deh ngejar apanya, artisnya? statementnya? atau belahan dadanya...??? hahahaha, becanda. Intinya sih, hari ini jayus abis. Dan saya cukup terhibur dengan kejar-kejaran ga penting ini...

The Mood's Flow...

Sometimes I just can't understand how the mood's flow. Just like today.. I actually don't have any problems with him. But I don't know why, I'm not in a good mood. I several times don't like the way he said something to me. Hhhhh... ?!!! I know we're fine, but I just don't like him that much today. Sometimes I like him, sometimes I don't like him. Especially when he cut off our conversation.
I don't like my self that much too now. Hhhhh...?!!!! I hate when I feel this way. Maybe because I'm tired and not having enough sleep. Overall, I miss him... so.. so.. much!!!!!

Thursday, March 06, 2008

It'S KaRaoKe TiMe..!!!

Pulang ke kantor-dengan perut melilit ga jelas mau apa atau harus diapain-disodorkan dengan pertanyaan "mau karaoke-an ga?" Halah, pertanyaan yang jawabannya sudah pasti IYA. Udah lama bow ga mengeluarkan bakat menyanyi yang tidak terpendam ini. Jadilah kami berangkat ke tempat karaoke SMS di daerah Daan Mogot. Yang ikut adalah Mba Dian, Cang Tony, Ape, Mba Rien, Tyas, Molan dan Bang Dul. Oke, untuk ukuran 8 orang ini selera musiknya beda-beda. Tapi emang pada doyan nyanyi ya ikut-ikutan aja deh. Mau sumbang, mau ga cocok, yang penting nyanyi dan bersenang-senang.

Seru abiezzz...!!! Ada yang asik moto diri sendiri (kayaknya punya bakat narsis terpendam), ada yang asik milihin lagu dan sesekali nyanyi, ada yang malu-malu tapi mau nyanyi, ada yang emang getol maunya nyanyi mulu di tiap lagu. Hehehehe, emang ya ketauan banget orang Jakarta tuh butuh hiburan. Jadi seadanya waktu ya disempet-sempetin cari hiburan sesaat melepas penat sebelum kembali menekuni kerja dan rutinitas.

Asiknya lagi, untuk room charge gratis karena ada Cang Tony. Uhuyyyy....!!! Sering-sering deh, hahahahahaha... Kapan lagi ya bisa karaokean???

Tuesday, March 04, 2008

HanTu a.k.a Hunting tak menentu

Seringkali, teman-teman saya (yang tidak bekerja di media) berpikir bahwa yang namanya wartawan enak. Bisa nonton film gratis, dan lebih awal dari masyarakat awam. Bisa dateng ke acara launching album baru, buku baru atau apapun serba baru. Bisa ketemu artis. Bisa jalan-jalan pindah tempat tidak merasa jenuh. Hohoho... sepertinya mereka belum mengetahui kalau selain yang disebutkan diatas, masih ada satu jenis liputan yang bisa dibilang asik ga asik. Namanya hantu, alias hunting tak menentu. Bisa seharian di satu tempat menunggu narasumber bicara sepatah duapatah kata. Seringnya naas, ga sukses mendapatkan berita. Paling banter juga gambar doang. Jadi seharian nongkrong di depan rumah orang menanti sebuah keajaiban datang.
Ada suka dan dukanya melakukan hantu. Sukanya, kalau dapat beritanya senengnya minta ampun. Gila man, udah seharian nyatronin rumah orang dan pada akhirnya dapet beritanya kebayang dong senengnya kayak apa. Trus, kita juga bisa jadi akrab sama temen-temen lapangan. Karena saat hantu, kita jadi banyak ngobrol-curhat dan sejenisnya. Jadi bisa lebih mengenal temen sendiri. Mungkin dari sinilah, cinlok sesama wartawan berasal. Dan tentu saja, santai. Gimana ga, seharian nungguin orang dan ga jelas kapan datang atau kapan bisa wawancara. Sempet untuk tidur, baca, denger musik, sholat, makan, ngobrol... sebutin deh semuanya, hehehehehe.
Kalau dukanya, bosan..!! Halah, kayak cuma si narasumber yang paling penting rasanya. Tapi namanya kerja kan mesti dijabanin juga. Terus, cape. Aneh sebenernya. Karena kita kan cuma "ga ngapa-ngapain" tapi malah terasa lebih cape daripada pergi ke beberapa tempat liputan. Gampang sakit, karena kena angin malam.
Yang namanya hantu dicinta sekaligus dibenci. Pro kontra. Kalo keseringan disuruh hantu, BT juga. Kalau udah lama ga hantu, kangen juga. Kuncinya ya dijalani dengan ikhlas aja. Gampang kan..???
Sekedar saran buat para hantu-ers:
1. Persiapkan diri sebaik mungkin
2. Bawa perbekalan yang cukup, biar ga boros
3. Bawa hiburan kayak MP3, buku, dll
4. Buat yang sakit, bawa obat-obatan dan jaket supaya ga kedinginan
5. Banyak berdoa semoga bisa dapet berita secepatnya

Monday, March 03, 2008

WHaT tHe HeLL THeY SaY...??!?!!@&*

People can say anything, good or bad. People can judge anything, positive or negative. And people can do anything what they like. I really don't care about it. I really don't want to think about it too much. What the hell they say, GOD knows me. And I care much of GOD's thinking than human whoever she or he is..
I sometimes fed up with people who said something false, something that didn't happen at all. Don't they think it's wrong?? Hope they burn in hell coz say something wrong. Haha, no.. I don't want to cursed something bad to people either. I just hope they can realize that what they're doing is wrong.
And for me, what the hell they say.. I DON'T CARE!!!!!

Thursday, February 28, 2008

Untukmu disana..

Untuk kamu yang berada di sana, di kota yang berbeda namun memiliki kenangan yang sama. Aku pernah berkata akan menuliskan sebait cerita untukmu. Cerita yang bisa menemanimu di kala rindu menggelayut hati dan pikiran. Di kala aku menjadi seseorang yang nyata untukmu sekali lagi. Di kala cinta tak pernah mengenal jarak dan waktu. Ya, tulisan ini ada karenamu. Hanya untukmu. Seseorang yang selalu menjadi yang paling berarti untukku.
Taukah kamu, ketika pagi menjelang yang terpikirkan hanya dirimu. Yang terucap dalam hati hanya namamu. Selalu, entah kenapa. Rasanya begitu mendamaikan, sekaligus menyakitkan. Mengingatkanku bahwa kamu bukan milikku lagi. Bukan siapa-siapaku lagi.
Siang tidak juga menghilangkan namamu. Setiap hal mengingatkanku akan dirimu. Tak bosan rasanya mengucap namamu. Yang teringat selalu.. Ucapanmu. Tindakanmu. Sifatmu. Kamu.. kamu.. dan kamu.. Selalu hanya kamu. Kenangan yang ada terasa nyata. Memang seharusnya kamu ada disini, bukan disana.. bukan di tempat yang tidak pernah bisa kudatangi karena telah ada dia.
Saat malam datang.. Untuk sekian kalinya ingatan akan dirimu menjadi nyata senyata dirimu yang berada disini, bukan disana. Kita pernah punya cerita. Kita pernah memiliki sesuatu untuk dikenang bersama. Segala hal yang terjadi indah dan menjadi hal yang membekas selamanya.
Untukmu disana, seseorang yang pernah menjadi kekasihku...
Tidak pernah ada kata cinta yang terucap, namun rasa tak pernah berdusta. Cinta memang ada. Baik untukmu atau untukku...