Dear life...
How are you today? I know it has been years since the last time we talk. I've been so busy lately. 3 children and a husband took over my hours. Have no time at all for myself.
My dear life...
There's so many burden I've carried. You know it well. I just don't understand, why you give me this??? Was there something bad that I've done so I deserve this???
You know life, I've talked to God about it. I'm just a human and of course I did mistakes. Maybe in the past I hurt people. But who doesn't right? And maybe they hate me (I can't guess people's heart). And maybe I didn't use my time wisely. Did anything good and help the needy people for example.
But I already ask God's forgiveness. I tried to live my life well. I tried to make my life better than before. But why do you still giving me this???
It hurts me badly. My heart suddenly broken into pieces. It affects the whole me. It really changes everything.
I turn into something bad. I become someone I didn't know. I really mad. And I can't control it. Even I blown it out, it didn't help at all. I still feel hurt inside.
Please life, tell me... what should I do now??
Friday, February 13, 2015
Easy to forgive but hard to forget
It is so f***ingly easy to say "let it go... forgive, forget then move on". Hell yeah..!! Everybody can say anything. But if it is happening in their life.. I wonder how can they survive.
I don't know how my life can be rolling into something like this. Never imagine it. And absolutely never hope it. But like Farah Quinn said "this is it..."
All I can do now is keeping my insanity. Continuing my life as usual. And hoping maybe someday I can forget and let it go..
I don't know how my life can be rolling into something like this. Never imagine it. And absolutely never hope it. But like Farah Quinn said "this is it..."
All I can do now is keeping my insanity. Continuing my life as usual. And hoping maybe someday I can forget and let it go..
Tuesday, December 24, 2013
Fresh your mind with Ironing
Berbicara soal menyetrika, jujur saja, ini bukanlah salah satu pekerjaan rumah tangga favorit. Bisa dibilang menyetrika adalah pekerjaan yang membosankan. Duduk manis, meletakkan baju atau celana di papan setrika, mulai menggosok, melipat lalu diletakkan di keranjang baju. Begitu seterusnya. Sekali menyetrika biasanya membutuhkan waktu antara satu hingga dua jam Karena kalau kelamaan duduk pasti akan beresiko sakit pinggang wkwk.
Dimulai dengan menggosok baju-baju anak yang mudah dan cepat selesai, walau jumlahnya paling banyak. Dilanjutkan dengan kaos, celana, kain-kain dan terakhir adalah seprai. Diletakkan terakhir karena tingkat kesulitan dan membutuhkan waktu lebih banyak. Pernah iseng menghitung berapa waktu menyetrika satu seprai, kira-kira menghabiskan waktu 10 menit. Dalam waktu 10 menit bisa menyetrika 2-3 kaos. See? lebih efektif bila dikerjakan terakhir kaaaan.
Menyetrika, seperti pekerjaan rumah tangga lainnya, hanya membutuhkan tenaga. Sementara pikiran kita melayang-layang. Memikirkan banyak hal. Awal menyetrika, biasanya aku lakukan sambil bershalawat atau dzikir dalam hati. Memasuki pertengahan, biasanya mulai memikirkan hal-hal terdekat seperti apa pekerjaan yang belum selesai, seperti nanti mau masak apa, setelah menyetrika enaknya mau ngerjain apa dulu, jangan lupa arisan belum bayar, harus cetak foto Hasan, dll. Setelahnya mulai berjalan mundur ke masa lalu, atau bergerak maju, merancang peta masa depan yang belum terbentang.
Sembari menyetrika, melihat pakaian tertentu, jadi teringat masa lalu. Ya ampuuun, ini kan baju yang dulu aku pakai waktu jalan-jalan ke kota tua sama Abi nya anak-anak. Lucu banget dulu pake acara janjian mau pake baju warna apa. Asik banget ternyata jalan-jalan rame-rame sama orang yang sama sekali ga kenal kecuali si Abi. Inget waktu foto di tempat A, B, seterusnya.
Kemudian pikiran melayang jauuuuuh ke masa depan, mikirin anak-anak nanti mau sekolah dimana. Rencana mau ngajak ksana-sini. Atau mikirin gimana caranya memperluas usaha supaya pemasukan tambah banyak. Dan meluncurlah beragam ide. Yess rite, ide-ide segar yang kadang atau seringkali tidak terpikirkan karena pikiran kita terlalu penuh.
Dan ini menyenangkan...
Pikiran seakan terbuka lebar, dan penyelesaian tersedia dihadapan. Dan tanpa terasa, seiring dengan berjalannya pikiran, demikian pula setrikaan. Dua hal berjalan bersamaan.
Patut dicoba untuk semua yang stuck dengan ide, punya banyak pikiran atau butuh penyegaran. Silahkan menyetrika. Kalau tidak ada, boleh tanya sama tetangga siapa tau ada setrikaan menumpuk. Hitung-hitung, sembari menyelam minum air. Lumayan kan dapat ceperan jadi tukang gosok dadakan heheheheheheh :p
Dan ini menyenangkan...
Pikiran seakan terbuka lebar, dan penyelesaian tersedia dihadapan. Dan tanpa terasa, seiring dengan berjalannya pikiran, demikian pula setrikaan. Dua hal berjalan bersamaan.
Patut dicoba untuk semua yang stuck dengan ide, punya banyak pikiran atau butuh penyegaran. Silahkan menyetrika. Kalau tidak ada, boleh tanya sama tetangga siapa tau ada setrikaan menumpuk. Hitung-hitung, sembari menyelam minum air. Lumayan kan dapat ceperan jadi tukang gosok dadakan heheheheheheh :p
Tuesday, September 24, 2013
Goodbye My Dear Paps....
Pa....
Papa... benarkah engkau telah tiada? Benarkah engkau telah meninggalkan kami selama-lamanya? Kenapa begitu cepat Pa....
Tepat di hari minggu, seminggu yang lalu. Engkau mengajak aku dan cucu-cucumu menengok satu-satunya adikmu yang berada di Jakarta, mb Tuti. Engkau berkata, ‘main ke mb Tuti yuk, kita makan siang disana. Mb Tuti masak pecel enak’ dan setelahnya engkau ingin main ke rumah anakmu yang satu lagi, mas Doni. Sejak pagi hingga malam seharian engkau bersama keluarga yang engkau sayang. Engkau terlihat begitu gembira. Bercanda, mengobrol dan bermain dengan cucu-cucumu. Engkau terlihat begitu senang Pa.
Apakah saat itu engkau telah menyadari waktumu yang telah sedikit pa? Sehingga engkau menyempatkan waktumu untuk menemui kami satu persatu. Memberi kami kenangan baru, untuk terakhir kalinya. Inikah ucapan salam perpisahan darimu? Andai aku menyadarinya Pa. Andai aku bisa membaca tanda alam dengan baik. Ingin aku rangkul engkau, ingin aku cium engkau, ingin aku bisikkan kata bahwa aku sangat menyayangimu Pa. Taukah engkau bahwa aku sangat menyayangimu Pa? Dan aku tidak bisa mengetahuinya karena engkau telah tiada.... aku menyesal Pa. Karena aku tidak sering mengatakan kepadamu bahwa aku sayang padamu.
Daddy’s lil girl. Itulah julukan Mama untukku. Karena semasa
engkau hidup, engkau selalu memperlakukanku seperti putri. Engkau selalu
berusaha menyenangkan hatiku, mendukung apapun pilihanku, memanjakanku, ikut
senang dengan cita-cita dan impian yang ingin aku raih, perduli dengan apa-apa
yang menjadi prioritasku saat itu.
Sampai aku sudah menikah dan memiliki anak pun, sikapmu tidak
berubah Pa. Engkau selalu ada kapanpun aku membutuhkanmu. Engkau selalu
berusaha ada bersamaku, disaat aku menjadi ibu. Yang pertama, dan kedua
kalinya. Engkau selalu berusaha membantuku memecahkan masalah yang
menghimpitku. Engkau selalu berusaha membantuku melihat hidup dengan bijak. Tak
pernah sekalipun engkau marah padaku. Apalagi menilaiku buruk.
Dan aku? Apakah aku melakukan hal yang sama terhadapmu? Bahkan saat engkau merasa sakit di saat-saat terakhir hidupmu, engkau tidak menghubungiku Pa. Aku tidak ada untukmu Pa. Kenapa engkau tidak pernah bercerita apa-apa. Kenapa engkau tidak pernah berbagi kesedihan, kesusahan, atau apapun yang engkau rasakan bersamaku Pa?
Pa.... Pernahkah engkau kecewa padaku, pernahkah engkau marah dan sedih karenaku? Apakah aku pernah membahagiakanmu? Semua pertanyaan demi pertanyaan bergulir dalam benakku. Dan penyesalan kembali datang karena aku tidak pernah bertanya kepadamu. Oh Paaaaa.....
Dan sekarang, aku tidak akan pernah bisa melakukan ritual cium tangan yang diakhiri dengan cium pipi kiri-pipi kanan lagi. Aku tidak akan mendengar tawamu yang renyah lagi. Aku tidak akan bisa mengobrol dan bersenda gurau bersamamu lagi. Dan aku tidak akan pernah melihatmu lagi....
Tenanglah Papa disana. Aku akan kuat Pa. Aku akan menjalani hidup dengan lebih baik lagi. Aku akan membesarkan anak-anakku dengan penuh sayang, sama seperti apa yang sudah engkau lakukan kepadaku selama ini. Dan aku akan selalu ceritakan kepada mereka tentang dirimu, kirim doa untukmu, dan selalu menyayangimu sampai kapanpun.
Terimakasih Pa. Atas semua cinta kasih tulus yang engkau berikan kepadaku dan cucu-cucumu. Terimakasih atas semua kenangan indah yang engkau tinggalkan untuk kami. Semoga Allah memberikan tempat yang baik untukmu disisi-Nya.
Sunday, August 04, 2013
Miss you Nis...
Bukan cuma teknologi yang dapat mempertemukan orang. Tapi mimpi juga, setidaknya untukku. Saat ini, dengan kondisi dua anak bocah dan lokasi rumah yang bukan di tengah kota rasanya agak sulit untukku keluar rumah bertemu muka dengan sahabat-sahabatku. Meski ingin sekali aku bisa bertemu silaturahim, berbagi cerita, canda atau hanya sekedar duduk bersama mengingat masa lalu yang telah kami lalui bersama.
Keadaan yang sungguh jauh berbeda dengan saat aku masih bekerja dan mobile kemana-mana. I'm happy with my life now, I really am. But sometimes I'm just missing many things, seperti misalnya sahabatku yang satu ini....
Aku sangat ingin sekali bertemu dan menghabiskan banyak waktu dengan sahabatku yang bernama Nisa. Dia adalah sahabatku sejak masih duduk di bangku SMP. Kira-kira pertemuan pertama kami terjadi di tahun 1994 di saat kami masih terlihat polos, naif dan lucu hihi. Waiiiiit, 1994? my God, is that true??? Yup... almost 20 years a go. Ternyata sudah begitu lama. (reminding me how old I am now, wkwkwkwk).
Banyak hal yang sudah kami lakukan bersama. Menginap di rumah masing-masing, travelling (sayangnya rencana keluar negeri belum terlaksana), nonton di bioskop dan makan-makan, dan banyak hal mulai dari remeh temeh sampai hal-hal penting. Kami bahkan sering juga beradu argumen dan bertengkar hingga tidak bertegur sapa. Tapi kami selalu kembali bersama, somehow...
Dan terakhir kami bertemu bulan Juni lalu (setelah sebelumnya selama 4 tahun kami tidak pernah bertemu). But it wasn't enough. Too quick. So many things we haven't share...
Tapi minggu lalu, mimpi mempertemukanku dengannya. Mimpinya begitu indah. Mengingatkanku betapa aku sangat menyayanginya.... ingin bisa selalu menjadi sahabatnya dan tempatnya bercerita, ingin selalu melihatnya bahagia dalam setiap hal. Hingga aku bangun aku masih memikirkan sahabatku. Berharap dunia nyata bisa berbaik hati mempertemukan kami lagi... kapankah itu akan terjadi? semoga segera... Miss you so much Nis.......
Sunday, April 21, 2013
Maybe, Love isn't enough.. eh??
Sometimes I think that love isn't enough to unite two persons in a marriage relationship. We might love someone badly, and thinking everything will be allright as long as we have each other... but marriage isn't only about love.
There are many things inside it. Family, financial, children, loyalty, friends, etc. And all of it becomes complicated like a circle. There's no end. And hard to get out of it.
There are many things inside it. Family, financial, children, loyalty, friends, etc. And all of it becomes complicated like a circle. There's no end. And hard to get out of it.
Monday, December 19, 2011
Mimpi Semalam
Pagi ini aku terbangun dengan perasaan yang aneh. Masih terbawa oleh mimpi yang aku alami semalam. Aku memimpikannya. Padahal selama aku mengenalnya belum pernah aku memimpikannya sekalipun. Apakah mungkin karena aku merindukan kehadirannya? Karena dulunya kami terbiasa melakukan banyak hal bersama. Aku single, dia single. Setiap kali ingin melakukan sesuatu, aku pasti melakukan hal itu bersamanya. Entah ke bioskop, beli dvd, ke kondangan teman, makan. Anything. Hal yang tidak bisa lagi kami lakukan bersama.
Mimpiku berawal dengan adegan di kantin. Aku sedang mengobrol dengan beberapa teman perempuanku. Dan dia duduk di meja seberang dengan sesekali mencuri pandang ke arahku. Kemudian adegan berlanjut ke adegan aku harus kembali ke rumah karena lupa membawa buku pe er bahasa Inggrisku dan dimarahi habis-habisan oleh guruku. Setelah itu, aku agak lupa dengan mimpiku. Dan yang kuingat aku sudah sampai ke sekolah dan menyerahkan pe erku kepada guruku. Dia ada disana, di ruang tamu (entah rumah siapa) menungguku. Aku yang kelelahan menghampirinya dan duduk di sebelahnya. Ucapannya yang aku ingat jelas "seharusnya kamu memilihku sejak awal. Kamu tau aku selalu ada untukmu. Dan kamu tidak perlu mengalami semua kejadian menyedihkan ini". Lalu aku mengelus punggungnya, dan di mimpiku aku berpikir bahwa ucapannya benar.
Ngga nyambung mimpinya. Tapi yang membuatku ingin menuliskan mimpi itu disini adalah kata-kata yang diucapkannya itu. Begitu merefleksikan kondisi yang aku alami saat ini. Sahabatku, aku rindu akan masa-masa itu.....
Mimpiku berawal dengan adegan di kantin. Aku sedang mengobrol dengan beberapa teman perempuanku. Dan dia duduk di meja seberang dengan sesekali mencuri pandang ke arahku. Kemudian adegan berlanjut ke adegan aku harus kembali ke rumah karena lupa membawa buku pe er bahasa Inggrisku dan dimarahi habis-habisan oleh guruku. Setelah itu, aku agak lupa dengan mimpiku. Dan yang kuingat aku sudah sampai ke sekolah dan menyerahkan pe erku kepada guruku. Dia ada disana, di ruang tamu (entah rumah siapa) menungguku. Aku yang kelelahan menghampirinya dan duduk di sebelahnya. Ucapannya yang aku ingat jelas "seharusnya kamu memilihku sejak awal. Kamu tau aku selalu ada untukmu. Dan kamu tidak perlu mengalami semua kejadian menyedihkan ini". Lalu aku mengelus punggungnya, dan di mimpiku aku berpikir bahwa ucapannya benar.
Ngga nyambung mimpinya. Tapi yang membuatku ingin menuliskan mimpi itu disini adalah kata-kata yang diucapkannya itu. Begitu merefleksikan kondisi yang aku alami saat ini. Sahabatku, aku rindu akan masa-masa itu.....
Saturday, December 10, 2011
Hidup adalah belajar.
Belajar bersyukur meski tak cukup;
Belajar ikhlas meski tak rela;
Belajar berbagi meski membutuhkan;
Belajar taat meski berat;
Belajar memahami meski tak sehati;
Belajar bersabar meski terbebani;
Belajar setia meski tergoda …
Belajar mencintai meski tak suka;
Belajar & teruslah belajar dengan keyakinan setegar batu karang, tak goyah walau dihempas gelombang realita kehidupan. (Fb istri solehah)
Belajar bersyukur meski tak cukup;
Belajar ikhlas meski tak rela;
Belajar berbagi meski membutuhkan;
Belajar taat meski berat;
Belajar memahami meski tak sehati;
Belajar bersabar meski terbebani;
Belajar setia meski tergoda …
Belajar mencintai meski tak suka;
Belajar & teruslah belajar dengan keyakinan setegar batu karang, tak goyah walau dihempas gelombang realita kehidupan. (Fb istri solehah)
Sunday, December 04, 2011
Menyapih Hasan...
Allah maha besar.. Dia mendengar doa setiap hambaNya. Dan ini yang aku alami sendiri. Setiap kali aku memohon sesuatu, Dia selalu mengabulkan. Kadang cepat, kadang lama. Aku yakin Allah mengabulkan di saat yang tepat.
Ketika hamil, aku berdoa semoga anak pertamaku laki-laki. Agar anakku bisa menjagaku dan adik-adiknya kelak ketika abi nya sedang tidak di rumah. Aku juga berdoa agar persalinanku berjalan lancar dan normal. اَÙ„ْØَÙ…ْدُÙ„ِÙ„ّÙ‡ِ keduanya terkabul. Dan setelah melahirkan aku berdoa, agar bisa menggenapi kewajibanku menyusui selama 2 tahun. اَÙ„ْØَÙ…ْدُÙ„ِÙ„ّÙ‡ِ doaku kembali terkabul. ASI lancar dan Hasan mendapatkan perlindungan pertama untuk daya tahan tubuhnya. Dan kini aku kembali berdoa agar bisa menyapih dengan lancar. Hasan tidak merasa terluka perasaannya karena harus melepas ASI. Dari yang aku baca, bila menyapih tidak benar bisa menimbulkan dampak psikologis yang kurang baik. Karena itu, aku berusaha menanamkan pengertian bahwa lepas ASI tidak berarti umi tidak sayang lagi.
Hari ini adalah hari ketiga aku menyapih Hasan, walau belum sepenuhnya. Sedih setiap kali melihatnya menangis. Ingin kembali menyodorkan ASI tapi aku sadar ini adalah demi kebaikannya. Pada dasarnya Hasan keseharian tidak tergantung lagi pada ASI. Yang tersulit adalah menjelang tidur. Apalagi Hasan tidak suka formula. Sejauh ini semua lancar... Tapi perjuangan masih panjang. Aku harus survive...
Day 1: tidur siang minta nen. Aku jelaskan kalau nen hanya untuk adik bayi. Dan Hasan sudah besar, jadi minumnya minum susu. Dan Hasan menangis, sampai guling-guling. Aku menguatkan hatiku agar tahan melihat kesedihannya. Setelah 15 menit, aku menggendong Hasan dan menidurkan sambil membacakan ayat al qur'an diselingi lagu anak. Setelah mengantuk aku letakkan di kasur. Dan Hasan tidur pulas selama 2 jam. Malam harinya pintar sekali. Kami mengobrol dan setengah jam kemudian, Hasan memelukku dan tidur sendiri. Tapi pukul 11 malam bangun dan nangis. Setelah dibujuk dan minum air putih akhirnya tertidur kembali. Pukul 1 pagi kembali terbangun dan tak mau dibujuk apapun. Akhirnya aku kasih ASI lagi.
Day 2: tidur siang tidak masalah. Malam harinya baru bisa tidur pukul 10 malam. Dinihari terbangun aku kasih ASI.
Day 3: tidur siang Hasan kembali menangis. Mungkin teringat sama kebiasaannya sebelum tidur. Setelah 10 menit menangis aku gendong dan kuletakkan di kasur. Nanti malam, semoga Hasan tidak rewel dan minta ASI.
Meski dinihari masih ASI tapi ini kemajuan.. Hasan mulai bisa menerima dan mengerti bahwa ASI hanya untuk adik bayi. Pengertian yang terus menerus aku berikan agar dia tidak merasa tidak disayang. Dan susu formula pun terus aku berikan, meski untuk 1 gelas baru bisa habis setelah 1 jam, atau bahkan cuma habis setengah...
Aku yakin aku bisa menyapih dengan baik. Allah pasti mendengar doaku dan membantu usahaku agar berhasil. آمِّينَ ÙŠَ رَ بَّÙ„ْ عَÙ„َÙ…ِÙŠّÙ†ْ ..
Ketika hamil, aku berdoa semoga anak pertamaku laki-laki. Agar anakku bisa menjagaku dan adik-adiknya kelak ketika abi nya sedang tidak di rumah. Aku juga berdoa agar persalinanku berjalan lancar dan normal. اَÙ„ْØَÙ…ْدُÙ„ِÙ„ّÙ‡ِ keduanya terkabul. Dan setelah melahirkan aku berdoa, agar bisa menggenapi kewajibanku menyusui selama 2 tahun. اَÙ„ْØَÙ…ْدُÙ„ِÙ„ّÙ‡ِ doaku kembali terkabul. ASI lancar dan Hasan mendapatkan perlindungan pertama untuk daya tahan tubuhnya. Dan kini aku kembali berdoa agar bisa menyapih dengan lancar. Hasan tidak merasa terluka perasaannya karena harus melepas ASI. Dari yang aku baca, bila menyapih tidak benar bisa menimbulkan dampak psikologis yang kurang baik. Karena itu, aku berusaha menanamkan pengertian bahwa lepas ASI tidak berarti umi tidak sayang lagi.
Hari ini adalah hari ketiga aku menyapih Hasan, walau belum sepenuhnya. Sedih setiap kali melihatnya menangis. Ingin kembali menyodorkan ASI tapi aku sadar ini adalah demi kebaikannya. Pada dasarnya Hasan keseharian tidak tergantung lagi pada ASI. Yang tersulit adalah menjelang tidur. Apalagi Hasan tidak suka formula. Sejauh ini semua lancar... Tapi perjuangan masih panjang. Aku harus survive...
Day 1: tidur siang minta nen. Aku jelaskan kalau nen hanya untuk adik bayi. Dan Hasan sudah besar, jadi minumnya minum susu. Dan Hasan menangis, sampai guling-guling. Aku menguatkan hatiku agar tahan melihat kesedihannya. Setelah 15 menit, aku menggendong Hasan dan menidurkan sambil membacakan ayat al qur'an diselingi lagu anak. Setelah mengantuk aku letakkan di kasur. Dan Hasan tidur pulas selama 2 jam. Malam harinya pintar sekali. Kami mengobrol dan setengah jam kemudian, Hasan memelukku dan tidur sendiri. Tapi pukul 11 malam bangun dan nangis. Setelah dibujuk dan minum air putih akhirnya tertidur kembali. Pukul 1 pagi kembali terbangun dan tak mau dibujuk apapun. Akhirnya aku kasih ASI lagi.
Day 2: tidur siang tidak masalah. Malam harinya baru bisa tidur pukul 10 malam. Dinihari terbangun aku kasih ASI.
Day 3: tidur siang Hasan kembali menangis. Mungkin teringat sama kebiasaannya sebelum tidur. Setelah 10 menit menangis aku gendong dan kuletakkan di kasur. Nanti malam, semoga Hasan tidak rewel dan minta ASI.
Meski dinihari masih ASI tapi ini kemajuan.. Hasan mulai bisa menerima dan mengerti bahwa ASI hanya untuk adik bayi. Pengertian yang terus menerus aku berikan agar dia tidak merasa tidak disayang. Dan susu formula pun terus aku berikan, meski untuk 1 gelas baru bisa habis setelah 1 jam, atau bahkan cuma habis setengah...
Aku yakin aku bisa menyapih dengan baik. Allah pasti mendengar doaku dan membantu usahaku agar berhasil. آمِّينَ ÙŠَ رَ بَّÙ„ْ عَÙ„َÙ…ِÙŠّÙ†ْ ..
Wednesday, November 30, 2011
Hasan oh Hasan
Astagfirullah... Tingkah Hasan sepagian ini bikin keki. Kesal banget, jadinya marah-marah. Pengen nyubit rasanya! Dimulai jam 3 dinihari. Niat bangun buat sahur eh Hasan maunya nyusu ga berhenti. Aku tunggu sampai 3.30 masih aja ga mau dilepas. 3.45 akhirnya aku kesal dan kulepas. Aku tinggal ke kamar mandi untuk wudhu pengen tahajud. Selesai sholat mau sahur, tapi Hasan nangis ngajak bobo. Ternyata subuh jam 4 pagi, aku ingetnya 4.15 jadinya ga sempat sahur deh. Batal lagi puasanya.
Setelah itu, sholat subuh dan nyuapin Hasan karena dia minta makan. Tapi sampai jam 6 kurang ga habis-habis. Belum lagi Hasan pup. Selesai pup, aku tinggal masak aja karna Abi nya mau sarapan. Dan keduakalinya semenjak bangun tidur, Hasan pipis di celana. Otomatis harus dipel en tambah banyak aja cucian. Sebel banget diajarin pipis di kamar mandi susah. Padahal udah 2 tahun. Aku ga pakein pampers, tapi sama aja kayaknya tetep belum bisa. Kalau bilang kan enak tinggal aku ajak ke kamar mandi. Tiap kali diajak ke kamar mandi buat pipis pasti ga mau... Hhh. Akhirnya sekalian aja aku mandiin. Di kamar mandi ada lagi tingkahnya. Setelah gosok gigi, sikat giginya malah dilempar ke toilet. Ampun...
Dan seperti biasa, pake baju kayak berantem. Hasan lari-lari kesana sini ga mau pake baju. Setelah ngomel-ngomel selesailah pake baju. Dan mulailah minum susu. Hasan memang ga suka susu formula, tapi karena mau disapih aku bujuk-bujuk terus. Setengah jam cuma habis setengah gelas. Akhirnya aku menyerah dan mau ngajak Hasan jalan-jalan. Sebelumnya aku ajak pipis dulu supaya ga ngompol di jalan tapi jawabnya "Ga". Aku pun siap-siap tapi belum sampai 5 menit Hasan ngompol..... Arrrghhhhh!!! Aku ngomel-ngomel lagi deh. Hasan aku bersihin dan mau dipakein celana kembali Hasan lari-lari. Bekas pipis belum dipel diinjek lagi. Rasa kesal udah sampai ke ubun-ubun.. Hhh, pengen aku cubit, aku pukul. Tapi aku tahan. Aku cuma diam dan pelototin Hasan.
Aku udah ilfeel ga mau ngajak Hasan jalan keluar. Aku mau nyetrika aja, cucian numpuk. Dan Abi nya inisiatif ngajak jalan. Baguslah. Jadi aku bisa mandi, sholat, beberes rumah en nyetrika. Aku juga bisa ngademin hati supaya ga kesal lagi. Karna kalau udah kesal pasti ga bisa senyum. Ngomel-ngomel en tampangku nyeremin....
Siapa bilang jadi seorang ibu itu gampang?? Harus menangani banyak hal dan menjadi super woman. This is why I'm not ready for another baby. Ngurus 1 aja belum bener.. Heheheh.
PS: Jalan-jalan nya yang lama ya Abi.......
Setelah itu, sholat subuh dan nyuapin Hasan karena dia minta makan. Tapi sampai jam 6 kurang ga habis-habis. Belum lagi Hasan pup. Selesai pup, aku tinggal masak aja karna Abi nya mau sarapan. Dan keduakalinya semenjak bangun tidur, Hasan pipis di celana. Otomatis harus dipel en tambah banyak aja cucian. Sebel banget diajarin pipis di kamar mandi susah. Padahal udah 2 tahun. Aku ga pakein pampers, tapi sama aja kayaknya tetep belum bisa. Kalau bilang kan enak tinggal aku ajak ke kamar mandi. Tiap kali diajak ke kamar mandi buat pipis pasti ga mau... Hhh. Akhirnya sekalian aja aku mandiin. Di kamar mandi ada lagi tingkahnya. Setelah gosok gigi, sikat giginya malah dilempar ke toilet. Ampun...
Dan seperti biasa, pake baju kayak berantem. Hasan lari-lari kesana sini ga mau pake baju. Setelah ngomel-ngomel selesailah pake baju. Dan mulailah minum susu. Hasan memang ga suka susu formula, tapi karena mau disapih aku bujuk-bujuk terus. Setengah jam cuma habis setengah gelas. Akhirnya aku menyerah dan mau ngajak Hasan jalan-jalan. Sebelumnya aku ajak pipis dulu supaya ga ngompol di jalan tapi jawabnya "Ga". Aku pun siap-siap tapi belum sampai 5 menit Hasan ngompol..... Arrrghhhhh!!! Aku ngomel-ngomel lagi deh. Hasan aku bersihin dan mau dipakein celana kembali Hasan lari-lari. Bekas pipis belum dipel diinjek lagi. Rasa kesal udah sampai ke ubun-ubun.. Hhh, pengen aku cubit, aku pukul. Tapi aku tahan. Aku cuma diam dan pelototin Hasan.
Aku udah ilfeel ga mau ngajak Hasan jalan keluar. Aku mau nyetrika aja, cucian numpuk. Dan Abi nya inisiatif ngajak jalan. Baguslah. Jadi aku bisa mandi, sholat, beberes rumah en nyetrika. Aku juga bisa ngademin hati supaya ga kesal lagi. Karna kalau udah kesal pasti ga bisa senyum. Ngomel-ngomel en tampangku nyeremin....
Siapa bilang jadi seorang ibu itu gampang?? Harus menangani banyak hal dan menjadi super woman. This is why I'm not ready for another baby. Ngurus 1 aja belum bener.. Heheheh.
PS: Jalan-jalan nya yang lama ya Abi.......
Cerita Seorang Istri
Pagi ini seorang temanku menelpon sambil terisak, suaminya ketahuan berselingkuh dengan perempuan lain lewat sms dan chatting. Berawal dari perasaan hatinya yang mulai tidak enak, berlanjut dengan ketidaksengajaannya membaca semua percakapan suaminya dengan perempuan tersebut. Yang membuatku tercengang, ini bukanlah kali pertama hal tersebut terjadi. Dan kali ini yang membuat temanku putus asa, percakapan mereka sudah sampai taraf akan melakukan nikah siri secara diam-diam. Padahal, mereka sudah dikaruniai 2 anak dan yang terkecil masih berusia 3 bulan. Astagfirullah...
Dan kisah seperti ini bukan pertama kali kudengar. Sejumlah teman lain juga mengalami hal serupa dengan cerita berbeda. Dan jujur, sebagai perempuan, seorang istri dan ibu hatiku mendidih. Kemana janji suci yang diucap saat ijab kabul. Lupakah suami dengan saat-saat sulit yang telah dilalui bersama. Tidak ingatkah dengan perjuangan hidup mati istri saat melahirkan buah hati. HiLangkah semua pengorbanan istri mengurus semua keperluan suami dan anak-anak, bahkan beberapa rela berhenti kerja dan kehilangan kehidupan sosial demi keluarga.
Pernikahan bukanlah suatu hal yang mudah untuk dijalankan. Love isn't enough. Someday it can fade away. Tapi dibutuhkan kerjasama dan komitmen seumur hidup untuk saling setia, menghargai dan menyayangi pasangan no matter what happens. Mau kena phk, mau hidup susah tambal sulam buat sehari-hari, mau istri jadi gendut setelah punya anak, mau suami perut buncit dan botak, mau ada masalah ketidakcocokan dengan mertua, atau apapun yang terjadi... Tidak boleh menjadikan kita lupa dan lemah iman hingga terjerumus kepada perselingkuhan. Sesuatu yang sangat dibenci Allah.
Kalau dicari kekurangan dan kejelekan suami atau istri, tidak akan ada habisnya. Namun berbahagialah orang yang bisa melihat kebaikan dan kelebihan seseorang tanpa mengungkit atau mengingat kejelekannya. Seandainya bercerai dengan istri pun, belum tentu tidak akan ada masalah dengan pasangan yang baru. Karena itu kuncinya adalah bersyukur dan selalu mengingat Allah. Dan bagi istri, dengan menghadapi perselingkuhan suami yang terbaik adalah semakin mendekatkan diri padaNya. Berusahalah berdamai dengan perasaanmu sendiri. Perceraian hanya akan menyakiti anak-anak yang tidak bersalah.
Buat pasutri, terutama untuk suami... Ingatlah... Kalian menikah atas ijin Allah, karena Allah dan untuk menyempurnakan separuh agamaNya. Saling menyayangi dan membina pernikahan sakinah, mawaddah, warahmah. Setia dan berlombalah dalam berbuat kebaikan. Hidup di dunia hanya persinggahan. Apa yang kalian tabur akan dimintai pertanggungjawaban.
Semoga untuk semua pasangan, termasuk saya tidak akan mengalami perselingkuhan seperti yang dialami teman saya. Dan semoga teman saya tabah dan mendapat solusi terbaik untuk masalah yang dihadapinya. آمِّينَ ÙŠَ رَ بَّÙ„ْ عَÙ„َÙ…ِÙŠّÙ†ْ ...
Dan kisah seperti ini bukan pertama kali kudengar. Sejumlah teman lain juga mengalami hal serupa dengan cerita berbeda. Dan jujur, sebagai perempuan, seorang istri dan ibu hatiku mendidih. Kemana janji suci yang diucap saat ijab kabul. Lupakah suami dengan saat-saat sulit yang telah dilalui bersama. Tidak ingatkah dengan perjuangan hidup mati istri saat melahirkan buah hati. HiLangkah semua pengorbanan istri mengurus semua keperluan suami dan anak-anak, bahkan beberapa rela berhenti kerja dan kehilangan kehidupan sosial demi keluarga.
Pernikahan bukanlah suatu hal yang mudah untuk dijalankan. Love isn't enough. Someday it can fade away. Tapi dibutuhkan kerjasama dan komitmen seumur hidup untuk saling setia, menghargai dan menyayangi pasangan no matter what happens. Mau kena phk, mau hidup susah tambal sulam buat sehari-hari, mau istri jadi gendut setelah punya anak, mau suami perut buncit dan botak, mau ada masalah ketidakcocokan dengan mertua, atau apapun yang terjadi... Tidak boleh menjadikan kita lupa dan lemah iman hingga terjerumus kepada perselingkuhan. Sesuatu yang sangat dibenci Allah.
Kalau dicari kekurangan dan kejelekan suami atau istri, tidak akan ada habisnya. Namun berbahagialah orang yang bisa melihat kebaikan dan kelebihan seseorang tanpa mengungkit atau mengingat kejelekannya. Seandainya bercerai dengan istri pun, belum tentu tidak akan ada masalah dengan pasangan yang baru. Karena itu kuncinya adalah bersyukur dan selalu mengingat Allah. Dan bagi istri, dengan menghadapi perselingkuhan suami yang terbaik adalah semakin mendekatkan diri padaNya. Berusahalah berdamai dengan perasaanmu sendiri. Perceraian hanya akan menyakiti anak-anak yang tidak bersalah.
Buat pasutri, terutama untuk suami... Ingatlah... Kalian menikah atas ijin Allah, karena Allah dan untuk menyempurnakan separuh agamaNya. Saling menyayangi dan membina pernikahan sakinah, mawaddah, warahmah. Setia dan berlombalah dalam berbuat kebaikan. Hidup di dunia hanya persinggahan. Apa yang kalian tabur akan dimintai pertanggungjawaban.
Semoga untuk semua pasangan, termasuk saya tidak akan mengalami perselingkuhan seperti yang dialami teman saya. Dan semoga teman saya tabah dan mendapat solusi terbaik untuk masalah yang dihadapinya. آمِّينَ ÙŠَ رَ بَّÙ„ْ عَÙ„َÙ…ِÙŠّÙ†ْ ...
Sunday, November 27, 2011
Malam ini begitu indah puteri, tapi kamu terlelap mengembara ke alam mimpi. Wajahmu terlihat damai. Senyum sesekali muncul dari bibirmu. Seperti inikah wajah malaikat di surga? Seperti di hipnotis, aku tak sanggup memalingkan mataku dari wajahmu itu.
Aku tau seharusnya aku membangunkanmu. Karena tempatmu bukan disini. Tempatmu adalah istana megah yang dihiasi segala macam bunga semerbak.. Beralaskan kain sutera dan dikelilingi permata. Awalnya aku pun sangsi mengapa kamu bisa sampai di tempatku yang sangat sederhana ini. Tapi mungkin inilah yang dinamakan jodoh... Ketika aku mengharapkan bidadari untuk mengisi kekosongan hati, Tuhan pun menghadirkanmu disini.
Puteri... Bila engkau bangun nanti, janganlah pergi lagi. Temani aku disini. Cintaku tak terhingga untuk kamu resapi selamanya. Kasih sayangku tak kan luntur meski ombak menggerusnya..
Aku tau seharusnya aku membangunkanmu. Karena tempatmu bukan disini. Tempatmu adalah istana megah yang dihiasi segala macam bunga semerbak.. Beralaskan kain sutera dan dikelilingi permata. Awalnya aku pun sangsi mengapa kamu bisa sampai di tempatku yang sangat sederhana ini. Tapi mungkin inilah yang dinamakan jodoh... Ketika aku mengharapkan bidadari untuk mengisi kekosongan hati, Tuhan pun menghadirkanmu disini.
Puteri... Bila engkau bangun nanti, janganlah pergi lagi. Temani aku disini. Cintaku tak terhingga untuk kamu resapi selamanya. Kasih sayangku tak kan luntur meski ombak menggerusnya..
quote (from fb istri solehah)
Allah-lah yg membuatmu mampu tersenyum walau dalam keadaan menangis
Tempat bertahan ketika kamu merasa hendak menyerah..
tempat berdoa ketika kamu kehabisan kata-kata..
Untuk mencintai sekalipun hatimu telah hancur berkali-kali
untuk tetap mengerti ketika tak ada satupun yg kelihatan memberi arti.
Segala sesuatunya menjadi mungkin karena Allah memampukan kita…
Tempat bertahan ketika kamu merasa hendak menyerah..
tempat berdoa ketika kamu kehabisan kata-kata..
Untuk mencintai sekalipun hatimu telah hancur berkali-kali
untuk tetap mengerti ketika tak ada satupun yg kelihatan memberi arti.
Segala sesuatunya menjadi mungkin karena Allah memampukan kita…
Saturday, November 26, 2011
Tuhan...
Sungguh bukan aku tidak mensyukuri karuniaMu
Tapi kali ini,
Ijinkanlah aku untuk berkeluh kesah padaMu
Tuhan, aku tau...
Ibadahku belum sempurna
Sikap dan lisanku belum sepenuhnya terjaga
Banyak perintahMu yang belum kulaksanakan
Tapi apakah aku berharga di mataMu?
Karena kini,
Aku sungguh merasa tidak berharga
Dan tidak ada artinya
Tuhan...
Apakah Kau mencintaiku?
Aku sangat ingin dicintaiMu
Karena aku merasa
Tidak ada seorangpun yang mencintaiku
Tuhan...
Apakah kau kesepian?
Apakah kau pernah merasa bosan?
Aku sadar,
Betapa banyak nikmat yang tlah Engkau berikan
Tapi mengapa kini,
Aku merasa kesepian, terasing dan bosan pada kehidupan?
Tuhan...
Apakah Engkau sedang menghukumku sekarang?
Aku menyadari banyak hati yang tlah kusakiti
Apakah itu sebabnya kini aku merasa hatiku sakit sekali?
Ampuni aku Tuhan
Karena semua rasanya menyakitkan
Tuhan...
Meski semua meninggalkanku dalam ketiadaan
Aku mohon jangan tinggalkan aku
Karena aku butuh Engkau
Hanya Engkau yang slalu menerimaku
Dan tak pernah mencercaku,
Seburuk apapun kelakuanku
Sungguh bukan aku tidak mensyukuri karuniaMu
Tapi kali ini,
Ijinkanlah aku untuk berkeluh kesah padaMu
Tuhan, aku tau...
Ibadahku belum sempurna
Sikap dan lisanku belum sepenuhnya terjaga
Banyak perintahMu yang belum kulaksanakan
Tapi apakah aku berharga di mataMu?
Karena kini,
Aku sungguh merasa tidak berharga
Dan tidak ada artinya
Tuhan...
Apakah Kau mencintaiku?
Aku sangat ingin dicintaiMu
Karena aku merasa
Tidak ada seorangpun yang mencintaiku
Tuhan...
Apakah kau kesepian?
Apakah kau pernah merasa bosan?
Aku sadar,
Betapa banyak nikmat yang tlah Engkau berikan
Tapi mengapa kini,
Aku merasa kesepian, terasing dan bosan pada kehidupan?
Tuhan...
Apakah Engkau sedang menghukumku sekarang?
Aku menyadari banyak hati yang tlah kusakiti
Apakah itu sebabnya kini aku merasa hatiku sakit sekali?
Ampuni aku Tuhan
Karena semua rasanya menyakitkan
Tuhan...
Meski semua meninggalkanku dalam ketiadaan
Aku mohon jangan tinggalkan aku
Karena aku butuh Engkau
Hanya Engkau yang slalu menerimaku
Dan tak pernah mencercaku,
Seburuk apapun kelakuanku
Friday, September 23, 2011
Fool Me
Call me stupid for forgiving him, eventhough he hurt me again and again. Call me stupid for still loving him, though he didn't treat me right. Call me stupid for still caring him, though he lied and fool me all the time.
Yes, fool me.. Coz I can't change the situation to be better. Yes, fool me.. Coz he played me like a toy without thinking how I feel about it
Yes, fool me.. Coz I can't change the situation to be better. Yes, fool me.. Coz he played me like a toy without thinking how I feel about it
Sunday, September 11, 2011
Ma.............
Aku bermimpi Ma.. Engkau meninggal. Dan betapa sedihnya aku melihat jasadmu terbujur kaku. Tak ada lagi nafas yang terhembus. Dan aku hanya bisa melihatmu dengan seribu penyesalanku. Banyak hal yang belum kulakukan untukmu Ma. Banyak kebahagiaan yang belum kuberikan untukmu Ma. Dan aku hanya bisa menangis dan menyesali waktu-waktu yang terbuang percuma karena keegoisan kita berdua.
Dan aku pun terbangun. Dengan air mata sungguhan yang mengalir di pipi. Ma... aku merindukanmu. Aku ingin tidur di pangkuanmu dan merasakan lagi kasih sayangmu. Meski sekarang aku pun sudah menjadi ibu, masih bolehkah Ma?
Ribuan kilo jarak yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki penuh darah penuh nanah
Seperti udara kasih yang Engkau berikan
Tak mampu ku membalas....... Ibu
(Iwan Fals, Ibu)
Dan aku pun terbangun. Dengan air mata sungguhan yang mengalir di pipi. Ma... aku merindukanmu. Aku ingin tidur di pangkuanmu dan merasakan lagi kasih sayangmu. Meski sekarang aku pun sudah menjadi ibu, masih bolehkah Ma?
Ribuan kilo jarak yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki penuh darah penuh nanah
Seperti udara kasih yang Engkau berikan
Tak mampu ku membalas....... Ibu
(Iwan Fals, Ibu)
Past VS Future
Masa lalu adalah dia. Dan masa depanku kamu. Tapi semua bercampur baur menjadi satu... membelitku dengan emosi dan kenangan yang selalu datang silih berganti. Tidak seharusnya ada perbandingan, karena tentu saja kalian berbeda. Dua manusia yang sangat berbeda tapi sama. Kalian sama-sama lelaki. Yang telah mengisi hidup, hari-hariku dan pikiran serta perasaanku. Aku menyayanginya... tapi dulu. Sekarang yang tertinggal hanyalah kenangan. Dan aku menyayangimu. Karena kamulah masa depanku. Tanpa kamu aku tidak sempurna. Tapi dia selalu mengisi kekosongan yang kamu torehkan dalam hatiku. Dia menyayangiku seperti aku ingin kamu menyayangiku...
Officially 28
Happy birthday to me...
Sehari menyandang status umur 28 tahun. My God.. udeh tue yeee... hehehehe. My life is like roller coaster, sometimes up and sometimes down. Must be happy in every condition, gak boleh mengeluh. God doesn't like it so I have to take all with smile no matter what.
Now: status menikah dengan satu anak laki-laki yang lucu dan menggemaskan. Pekerjaan full time mom. Domisili alhamdulilah rumah sendiri di Bekasi Barat.
Me.. 1 year a go: menikah dengan satu anak, bekerja, tinggal di kontrakan daerah Utan Kayu
Me.. 5 years a go: belum nikah, baru lulus kuliah en masih freelance, tinggal di kontrakan Tanjung Barat
Me.. 10 years a go: belum nikah en baru pake jilbab, masih kuliah, tinggal di rumah nenek di Cipinang
Sehari menyandang status umur 28 tahun. My God.. udeh tue yeee... hehehehe. My life is like roller coaster, sometimes up and sometimes down. Must be happy in every condition, gak boleh mengeluh. God doesn't like it so I have to take all with smile no matter what.
Now: status menikah dengan satu anak laki-laki yang lucu dan menggemaskan. Pekerjaan full time mom. Domisili alhamdulilah rumah sendiri di Bekasi Barat.
Me.. 1 year a go: menikah dengan satu anak, bekerja, tinggal di kontrakan daerah Utan Kayu
Me.. 5 years a go: belum nikah, baru lulus kuliah en masih freelance, tinggal di kontrakan Tanjung Barat
Me.. 10 years a go: belum nikah en baru pake jilbab, masih kuliah, tinggal di rumah nenek di Cipinang
Wednesday, August 31, 2011
Lebaran Ceria
Buka internet, browsing-chatting-cek email adalah satu hal yang langka buatku. Seringkali ketika sedang senggang di rumah aku ingin menulis sesuatu. Aku ingin update status facebook ku. Aku ingin melihat email dari teman-temanku. Dan aku ingin mengobrol dengan teman-teman yang sedang berada di dunia maya. Tapi sekarang ketika dihadapan komputer dan Hasan sedang bermain dengan saudara-saudaranya aku malah bingung mau menulis apa. Semua yang ada di dalam pikiran menguap entah kemana.... payah.....
Hmmm... mungkin aku bisa bercerita tentang hari ini. Hari ini tanggal 31 Agustus 2011. Hari raya lebaran. Sebagian mungkin sudah merayakan lebaran kemarin. Aku selalu merasa bingung, kenapa soal lebaran saja harus ada perbedaan. Kalau aku sih pastinya mengikuti pemerintah, bukan karena aku warga negara yang baik. Tapi aku merasa seharusnya kita memang mengikuti aturan yang ditetapkan pemimpin.
Harap harap cemas ketika mau sholat ied. Maklum saja, Hasan yang berusia 21 bulan adalah anak yang sangat aktif. Sungguh!!! kalau saja kalian melihat tingkahnya, pasti baru percaya. Akhirnya bermodalkan pita aku mengajak Hasan ke lapangan. Dan ketika mau sholat, aku mengikat kaki Hasan dengan pita yang dihubungkan dengan kakiku. Hahhaa... tega ga tega tapi harus begitu. Jadi Hasan ga kabur en aku bisa sholat dengan khusyuk. Setelah sholat kami lebaran dengan tetangga lalu cabs ke rumah nenek di Cipinang. Disana semua pada kumpul. Berlanjut lebaran ke Klender dan terakhir di Serang.
Hasan seneng banget bisa main kesana kemari dan banyak saudaranya yang mau ngajak main. Maklum, sehari-harinya cuma bisa main sama Umi nya aja. Sampe bosan kali, hehehehehe....
Met lebaran semua... semoga ramadhan tahun depan kita bisa beribadah lebih baik lagi... amin
Hmmm... mungkin aku bisa bercerita tentang hari ini. Hari ini tanggal 31 Agustus 2011. Hari raya lebaran. Sebagian mungkin sudah merayakan lebaran kemarin. Aku selalu merasa bingung, kenapa soal lebaran saja harus ada perbedaan. Kalau aku sih pastinya mengikuti pemerintah, bukan karena aku warga negara yang baik. Tapi aku merasa seharusnya kita memang mengikuti aturan yang ditetapkan pemimpin.
Harap harap cemas ketika mau sholat ied. Maklum saja, Hasan yang berusia 21 bulan adalah anak yang sangat aktif. Sungguh!!! kalau saja kalian melihat tingkahnya, pasti baru percaya. Akhirnya bermodalkan pita aku mengajak Hasan ke lapangan. Dan ketika mau sholat, aku mengikat kaki Hasan dengan pita yang dihubungkan dengan kakiku. Hahhaa... tega ga tega tapi harus begitu. Jadi Hasan ga kabur en aku bisa sholat dengan khusyuk. Setelah sholat kami lebaran dengan tetangga lalu cabs ke rumah nenek di Cipinang. Disana semua pada kumpul. Berlanjut lebaran ke Klender dan terakhir di Serang.
Hasan seneng banget bisa main kesana kemari dan banyak saudaranya yang mau ngajak main. Maklum, sehari-harinya cuma bisa main sama Umi nya aja. Sampe bosan kali, hehehehehe....
Met lebaran semua... semoga ramadhan tahun depan kita bisa beribadah lebih baik lagi... amin
Monday, August 01, 2011
Dream High...


Bagaimana ya rasanya dicintai seperti Sok Sam Dong mencintai Go Ye Mi? (penulisannya bener ga ya). Dari awal melihat serial Korea Dream High di Indosiar, aku langsung jatuh cinta. Aku selalu suka film tarian, sebut aja Honey, Step Up, dll yang aku punya koleksinya. Dan serial ini (tidak seperti sinetron Indonesia yang syuting nya disitu-situ aja, ceritanya ga banget, dan selalu ambil close up supaya ga keliatan syutingnya ga pindah-pindah), serial ini bagus banget. Mulai dari loksyut nya, pemainnya, jalan ceritanya, musiknya, kostumnya. Semuanya menyihir... hehehhe.... bukan lebai, tapi emang kayak gitu rasanya. Memang Korea kalau bikin serial bagus-bagus. Ga nyesel nontonnya. Anakku Hasan aja seneng liatnya, pasti ada adegan tarian dia ikutan joget.. haha, jogetnya ga kalah deh!!!!
Sayangnya cuma ada 17 episode, ughhh... sebentar banget. Padahal rasanya baru aja melihat eh udah habis. Awalnya kupikir Go Ye Mi akan jadian sama Jing Guk, tapi di tengah-tengah aku malah jatuh cinta sama si anak desa Sok Sam Dong yang sangat berbakat dalam bermusik dan mencintai Go Ye Mi sepenuh hati, walau dia tau Ye Mi mungkin ga suka sama dia. Cinta yang tulus.... ahhhh.... aku sampe nangis waktu adegan Sam Dong nyanyi padahal ga denger apa-apa, dan Ye Mi yang membantunya menemukan nada... kata Sam Dong "Musik adalah kamu, kamu adalah musikku..."
Akhirnya Ye Mi menyadari kalau dia mencintai Sam Dong. Sayangnya ga diceritakan spesifik apakah jadian atau menikah... jadi gantung dan bikin aku geregetan. Ada lanjutannya ga ya???
Kayaknya aku harus punya koleksinya nih...!!!
Sayangnya cuma ada 17 episode, ughhh... sebentar banget. Padahal rasanya baru aja melihat eh udah habis. Awalnya kupikir Go Ye Mi akan jadian sama Jing Guk, tapi di tengah-tengah aku malah jatuh cinta sama si anak desa Sok Sam Dong yang sangat berbakat dalam bermusik dan mencintai Go Ye Mi sepenuh hati, walau dia tau Ye Mi mungkin ga suka sama dia. Cinta yang tulus.... ahhhh.... aku sampe nangis waktu adegan Sam Dong nyanyi padahal ga denger apa-apa, dan Ye Mi yang membantunya menemukan nada... kata Sam Dong "Musik adalah kamu, kamu adalah musikku..."
Akhirnya Ye Mi menyadari kalau dia mencintai Sam Dong. Sayangnya ga diceritakan spesifik apakah jadian atau menikah... jadi gantung dan bikin aku geregetan. Ada lanjutannya ga ya???
Kayaknya aku harus punya koleksinya nih...!!!

Subscribe to:
Posts (Atom)

