Thursday, June 28, 2007

Part 1: TRiP To SuRaBaya ke BanyuWangi

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Friday, June 22nd 2007
Saya suka traveling, a lot actually. Hanya karena beberapa alasan saya jarang melakukan perjalanan. But I think I'll try to do it often start from now on.. Sejak Mei lalu, saya merencanakan sebuah perjalanan panjang. Dari Surabaya, Banyuwangi menuju Bali. Perjalanan panjang yang sempat mengalami beberapa kendala sebelum dimulai ini akan berlangsung selama 6 hari.
Pukul 3.00 dini hari saya sudah memulai aktivitas seperti mandi, sarapan dan mengecek barang yang akan dibawa pergi. Pukul 4.00 pagi taksi yang mengantarkan kami ke bandara sudah menunggu di depan rumah, kami langsung berangkat karena check in mulai pukul 5.00 pagi. Sesampainya di bandara, teman saya Wawan sudah menunggu. Semua tepat pada waktunya. Saya bahkan sempat sholat subuh di sana. Jujur saya masih belum percaya akhirnya bisa traveling sampai pesawat Adam Air yang saya tumpangi berangkat ke Surabaya.
Sekitar jam 9.00 pagi saya sudah sampai di bandara Juanda. Dengan menggunakan taksi, saya bersama papa dan Wawan ke rumah mb Eli di Driyorejo. Sesampainya di sana, saya melepas kangen dengan tante dan sepupu saya. Sesiangan kami cuma santai-santai menikmati cuaca Surabaya yang mulai terasa panas. Pantas saja, disemua ruangan ada kipas anginnya.
Sorenya, bersama mb Eli saya pergi ke stasiun Gubeng untuk memesan tiket. Kami dapat tiket untuk jam 10 malam, kereta terakhir menuju Banyuwangi. Saya sempat bertemu dengan Annie, teman SMU yang kebetulan kuliah di Surabaya. Sayangnya saya tidak sempat melihat-lihat kota Surabaya karena waktu yang terlampau padat. Tapi perasaan itu terlupakan saat membayangkan akan segera bertemu saudara di Banyuwangi.
Malamnya, saya-papa-mb Eli-om Zaenal-Annie ke stasiun Gubeng dan menunggu kedatangan Nisa dan Dicky yang baru jalan dari Jakarta pukul 7.00 malam. Saya sempat dibuat ketar ketir karena pesawat Nisa-Dicky delayed. Alhamdulilah, semua sesuai jadwal. Kami berlima kumpul di stasiun dan akan memulai perjalanan ke Banyuwangi. Pukul 10 malam tiba, tiba saatnya saya harus berpisah dengan mb Eli, om Zaenal dan Annie.
Kereta yang kami tumpangi penuh terisi. Awalnya saya cukup menikmati perjalanan naik kereta, apalagi saya sempat dibuat kagum ketika melewati kota tempat lumpur Lapindo meluap, kota yang terlihat mati. Sempat terpikir, kota mati seperti itu yang disukai para vampir. Gelap dan sunyi...
Tapi setelah dua jam berlalu, saya mulai merasa tidak nyaman. Kursinya keras, beberapa kali saya tidak nyenyak tidur dan gerak-gerak terus sampai Wawan yang duduk di sebelah merasa kesal. Ya sudahlah, berusaha untuk tidur walau terbangun beberapa kali. Berharap semoga perjalanan ini cepat selesai. Saya ingin cepat sampai.
Banyuwangi, here I come...!!

Wednesday, June 27, 2007

JaKaRTa BaSaH, MaCeTnYa DiMaNa-MaNa...

Sepuluh harian yang lalu, tepatnya hari Selasa minggu lalu, saya berangkat ke kantor serupa dengan hari ini. Tas dibungkus plastik besar, celana digulung dan pakai sandal jepit. Serta jas hujan yang melekat di badan. Waktu itu dan sekarang juga sama, hujan dan terjadinya di pagi hari. Macetnya juga sama saja. Bedanya, Selasa minggu lalu saya mengendarai motor dan terjatuh di daerah Pondok Indah. Kalau hari ini, untuk pertama kalinya saya naik motor lagi dengan dibonceng kakak. Tujuannya sama, ke kantor. Yah, this time I finally finished my way, not like the last time I went to office...
Jakarta pagi ini basah. Hujan yang deras segera membuat genangan dimana-mana. Bisa-bisa Jakarta banjir lagi seperti terakhir kali terjadi Februari lalu (mudah-mudahan ga). Sepanjang jalan, macetnya ya begitu deh.. Hujannya bikin sakit, karena curahannya tajam. Puncak macet dengan jalur Tanjung Barat - Pondok Indah - Kebon Jeruk adalah di perempatan sebelum relasi. Dari segala arah tumplek di tengah jalan. Bener-bener ga bisa jalan. Untungnya kakak saya handal cari jalan tikus. Ga kebayang deh liputan pagi ini lewat sana. Semoga jalan yang akan saya lalui nanti tidak terlalu macet, amin 3x.

Sunday, May 27, 2007

PiaRaaN-ku...

Kayaknya saya memang pecinta binatang deh...!!
Buktinya, dari kecil saya sudah punya beragam binatang piaraan. Mari kita urut satu persatu berdasarkan ingatanku. Maafkan saya piaraanku, kalau ada yang terlewat. Namanya juga manusia, banyak salah, alpa dan khilaf. Alah... apaan sih ?!!!
Berawal dari saat saya masih SD (kalau tidak salah ingat), hewan piaraan saya yang pertama adalah ayam negeri yang bulunya berwarna kuning. Banyak dijual abang-abang. Saya gerusin beras dan ngasih makan, saya elus-elus kepalanya sampai tertidur. Bahkan ketika sudah mulai besar, saya carikan ulat kecil dari pohon rambat yang dijadikan pagar di depan rumah nenek. Lucunya, suatu hari ketika kakak saya diam-diam ngadu ayam kesayangan saya dengan ayam milik tetangga saya nangis!! Saya bahkan mengadukan hal itu pada mama supaya mas Doni (kakak saya) jera. Tapi akhirnya, ayam itu mati juga. Entah karena apa, saya lupa.
Lalu berlanjut ketika kami sekeluarga pindah dari rumah nenek dan mengontrak di daerah gading raya (ini bukan daerah elit kelapa gading tapi merupakan nama jalan di daerah dekat cipinang). Saya melihat anak kucing lucu yang dibuang di jalan. Warnanya kuning putih, buntutnya panjang. Saya tau tidak boleh piara kucing tapi diam-diam di depan rumah, saya bikinkan rumah kecil dari kardus dan membuatkan susu buat kucing tersebut. Pada akhirnya mama mengalah dan saya pun punya binatang piaraan lagi. Saya beri nama pusi. Tapi suatu malam pusi dicari tidak ada, besoknya saya melihat pusi telah mati kaku. Entah karena apa.
Tak berapa lama, saya punya kucing jantan bernama manis yang saya piara dari masih anak-anak juga. Bulunya hitam putih dengan buntut bundel a.k.a pendek. Kedua matanya hitam, hidung, mulut dan kupingnya juga hitam. Di punggungnya juga berwarna hitam totol besar dengan buntut dan ujung-ujung kaki yang berwarna hitam, selebihnya berwarna putih. Perpaduan warna yang kontras. Bagus deh pokoknya!! Manis suka makan tempe tapi favoritnya ikan cuek. Kalo tidur suka bareng sama saya, tapi begitu sudah mulai remaja, mama membiasakan dia tidur di luar. Lucunya, setiap subuh dia mengeong di pintu belakang dekat jendela kamar saya minta dikasih masuk. Kalau sudah di dalam, pasti cari posisi nyaman di kasur. Jadilah seprai penuh bercak kotor jejak kaki dia. Setiap minggu selalu dimandikan pakai shampoo emeron. Gaya banget deh. Papa pegang kaki-kaki dia. Saya yang shampoin dia. Tentu saja dia mengeong dan minta dilepas. Tapi kami selalu berhasil memandikan dia dan melepaskan di atas genteng supaya lebih cepat kering. Sesudahnya, manis cakep banget deh. Bulunya putih bersih. Dan yang paling penting ga kutuan. Tapi manis lama-lama jadi bandel. Karena lagi puber, dia suka berebut cewek sama kucing tetangga yang udah bangkotan namanya item. Kalo berantem bikin heboh semua, namanya juga manis masih ABG, udah sok mau ngelawan yang lebih tua. Biasanya manis kalah, tapi kalo saya datang melerai dia suka pasang sok aksi menggeram tanda berani. Manis juga jadi pencuri di rumahnya pemilik item, padahal di rumah ga pernah kurang dikasih makan. Mungkin.. ini mungkin sih, dia pengen bikin kesel item. Akhirnya dengan berat hati, kami sekeluarga memutuskan membuang manis di pasar. Sedih pisah sama manis. Tapi mau gimana lagi....
Lalu, piaraanku berubah jadi burung. Langsung ada 3 burung. Burung pentet, kacer dan cerucuk. Namanya wewet, bawel dan cucuk. Tapi yang paling favorit adalah burung pentet yang bernama wewet. Awalnya karena burung liar, dia galak banget. Mana paruhnya tajam banget. Untuk menjinakkan dia, saya pakai sarung tangan wol punya papa dan menangkap dia dari kandang lalu mengelus kepalanya. Lama-lama dia jadi tau kalau saya tidak bermaksud jahat. Makanan favoritnya adalah jangkrik. Dia tuh pintar, biasanya sekali dikasih jangkrik 4-5 jangkrik. Tapi setengahnya (tentu saja jangkriknya sudah dibuat mati sama wewet) disimpan disela-sela tempat makan dan minum. Dan biasanya dimakan ketika dia kepengen. Dia pintar meniru suara yang sering didengar. Bahkan dia bisa meniru suara bebek!! Kalau ada saya, suka bersuara merdu. Kalau kelamaan dikasih jangkrik suaranya dibikin jelek tanda dia marah. Paling berisik kalau kandangnya lagi dibersihkan. Dan... setiap pulang sekolah, dialah tempat saya curhat!! Ups, kebuka deh... hehehe... saya memang rada aneh. Masa burung diajak ngobrol, tapi sungguh deh. Rasanya dari matanya yang jernih dia memang mengerti yang saya ceritakan. Soal bulunya, bagus deh. Perpaduan putih coklat dan hitam. Tapi suatu hari bulu-bulunya rontok, saya panik. Saya obati dengan salep, tapi ga sembuh juga. Sampai suatu subuh, wewet berisik banget ga bisa diam. Saya turunkan dari gantungan lalu saya temani dia. Wewet langsung diam loh!! Paginya saya berangkat sekolah. And you know what, ketika saya pulang mama bilang wewet sudah meninggal, eh mati. Jadi ternyata, subuh itu dia pengen pamitan.. sedih banget deh kalo inget itu. Lalu tinggalah bawel dan cucuk. Mereka cukup lama hidup. Tapi suatu hari bawel mati ga tau kenapa. Jadi tinggalah cucuk, burung yang anteng. Setiap dilepas dari kandang pasti menclok di jendela... hehehe.. itu mah lagu. Enggak deng, mencloknya di pundak saya. selalu. Bahkan suatu hari dia lepas ke luar rumah, cucuk ga hilang tapi menclok di pohon depan rumah. Akhirnya dia balik lagi ke kandang. Tapi karena sudah tua, 5 tahunan kalau ga salah, akhirnya mati juga dan dikubur di halaman rumah nenek. (ket: cucuk ikut sama saya mudik ke rumah nenek, dibawanya pake becak!!).
Ada pengalaman lucu dengan para burung ini. Suatu malam ada semprotan demam berdarah. Saya takut mereka tidak bisa bernafas dalam asap putih tebal itu, jadi saya menemani mereka di dalam rumah dan menutupi kandang mereka dengan kain. Tapi tidak lama papa saya mengetok jendela dan menyuruh saya keluar karena katanya burung-burung itu bisa bertahan dalam asap tapi saya tidak boleh berada di tengah asap itu.. Oya, sewaktu wewet mati, sembari miara bawel dan cucuk, saya beli lagi ayam negeri 6 ekor. Tapi karena kucing tetangga, mereka mati satu persatu sewaktu kucing-kucing mencoba memakan mereka. Akhirnya mereka dikubur di depan kontrakanku. Bahkan kuburannya dikasih bunga sama temen-temenku yang kebetulan ada di rumah sewaktu mereka mati.
Dari semua, yang paling berkesan adalah wewet. Saya sampai nangis sewaktu dia dipanggil oleh yang maha kuasa. Tapi saya yakin dia sekarang bahagia... Pengen suatu saat bisa miara burung jenis pentet untuk menggantikan wewet. Tapi mungkin kalau flu burung sudah berhasil dimusnahkan sepenuhnya dari negeri Indonesia tercinta ini. Untuk semua binatang piaraanku, saya sayang banget sama kalian... Terimakasih karena telah memberikan kenangan manis dalam hidup saya. Semuanya tidak pernah saya lupakan, selalu akan menjadi salah satu kenangan yang terindah dalam hidup saya ini...

Friday, May 25, 2007

KaTa-KaTa (tidak sama dengan) TiNdaKan

Seringkali, apa yang kita nasihatkan kepada orang lain sulit untuk diterapkan pada diri sendiri. Ketika mengeluarkan kata-kata bijak untuk menasehati, memberi masukan, menggurui atau asal sekedar ucap (apapun maksudnya) kita dengan fasihnya mengucap kata-kata yang terkesan berbunga-bunga dan penuh kata-kata bijak. Biasanya pula, balasan dari si penerima tidak jauh dari anggukan kepala disertai ucapan "Ya.. Ya..". Kemudian ada tindakan hasil dari kata-kata yang kita ucapkan. Seandainya sesuai dengan nasehat atau masukan kita, kita mengangguk setuju tanda puas. Dan ketika tidak sesuai, maka kita protes walau sebenarnya tidak ada hak kita berlaku demikian.
Tapi, ketika kita dihadapkan pada permasalahan yang serupa, tidak satu dua kali kita kelimpungan dan bingung apa yang seharusnya kita lakukan dalam mengatasi permasalahan yang ada. Padahal, sebelumnya, kita bisa berkoar-koar menasehati orang sampai mulut berbusa. Kalau perlu dengan menggunakan kutipan dan nama-nama terkenal supaya terkesan sarat makna.
Kata-kata yang diucapkan tempo hari menguap. Tidak berbekas. Padahal yang kita nasehatkan sama, seharusnya tindakan yang diambil juga bisa sama dengan nasehat yang terucap. Tapi, beberapa kali, ketika dihadapkan dengan masalah serupa tetap saja pusing tujuh keliling. Tetap saja bingung mesti ngapain. Tetap saja minta pertimbangan yang lain..
Manusia memang aneh. Kompleks. Penuh teka teki...
Kadang, pandai menasehati. Ketika dihadapkan pada permasalahan yang sama, cuma bisa gigit jari...

Wednesday, March 14, 2007

BebeNaH

Ada satu hal yang saya kangenin, yang dulu rutin saya kerjakan namun kini tidak tersentuh lagi, bebenah. Yups!! Ibu-ibu banget ga sih?? Tapi anehnya, dari kecil saya hobi tuh ngerjainnya. Dari masih es em pe, setiap minggu di rumah kami (mas Dony dan saya) kerja bakti. Mas Dony nyikat bak dan kamar mandi. Saya mandiin binatang peliharaan, nyuci piring, nyapu, ngepel dan ngelap-ngelap. Sesudahnya, ada perasaan senang yang luar biasa liat rumah rapi jali.
Bebenah termasuk juga merapihkan barang-barang pribadi. Setelah seminggu kamar saya (terutama) berantakan, saya merapihkan semuanya ke tempat semula. Mulai dari nyusun kaset-dvd, buat kliping, nyampul buku dan hal remeh temeh lainnya. Asik aja, seharian berkutat dengan diri sendiri. Sambil nyetel musik asik yang bikin kita semangat seharian.
Gara-gara sekarang ribet ngurusin skripsi, saya jadi menahan diri ga ngerjain apa-apa kalo lagi libur di rumah. Tapi saya sudah niat, kalau nanti urusan kuliah udah kelar.. saya mau bebenah lagi!!

Ternyata..

Ternyata,
Semua sama saja..
Apa yang kukira akan berbeda
Ternyata sama saja

Belum kutemukan kini,
Apa yang kucari selama ini
(Ayoe-March, 15th 2007)

Wednesday, February 07, 2007

Several things happened...
Some are good,
some are bad..
I prefer to ignore the bad
I just want to live happy
Can I??

Saturday, January 06, 2007

Are U Happy?

SMS Jamal:
Bahagia? Do we really need it, or just want it? So, are you happy?
Hmm, sebenarnya pertanyaannya simpel. Do I feel happy? Tapi ternyata jawabannya tidak sesimpel pertanyaannya. Saya sudah mulai menyiapkan sederet jawaban yang bisa memberi jawaban pas untuk pertanyaan itu. Namun, pada akhirnya saya juga mempertanyakan diri sendiri.. sebenernya saya bahagia ga sih? Dan tau ga, saya jadi bingung mesti jawab gimana. Dulu saya sempat berpikir, saya bahagia kalau: kumpul sekeluarga, punya pacar yang memang ditakdirkan jadi suami saya, tidak merasa dirong-rong bayaran kontrakan tiap bulan, punya rumah sendiri, bla..bla.. Kok bahagia ada saratnya ya? Kalau seandainya keluarga saya berkumpul, sudah bertemu dengan pacar idaman, tidak pusing bayar kontrakan dan punya rumah sendiri.. apa iya saya akan bahagia? I don't think so.. Jadi, saya setuju dengan jawaban Ocid kalau bahagia adalah merasa nyaman dan bersyukur. Yup! Merasa nyaman dengan diri kita, dengan keadaan sekitar, dengan semua yang terjadi dalam hidup kita dan bersyukur atas semua kasih sayang-Nya pada kita. Kayaknya, sekarang kalo Jamal nanya lagi dengan pertanyaan yang sama. Saya akan jawab: bahagia adalah merasa nyaman dan bersyukur. We need and want it, and yes..I'm happy. And I'm trying to be happy all the time :)
Ini jawaban dari teman-teman ketika saya tanyakan: Menurut lo bahagia gimana sih? Apa lo bahagia?
Ape:
Kalo semua kebutuhan jasmani dan rohani kita terpenuhi kita pasti bahagia, masalahnya Qur'an bilang manusia tidak akan pernah puas hingga dicabut darinya berkah nafsu/ keinginan. Gw pikir sih gw udah cukup bahagia untuk sekedar tau kondisi ini semua.
Sun-Tea:
Enggak.
Ocid:
Perasaan nyaman terhadap semua yang kupunya dan bersyukur atas itu. Iya.
Nisa:
Bahagia ketika gw merasa nyaman terutama di hati dengan keadaan kita. Jujur, gw belum merasa bahagia tapi gw menerima apa yang ada di hidup gw dengan senang.
Zaq:
Mungkin lagi bahagia. Ga tau. Ga penting. Definisi bahagia? standarlah, klise. Bahagia itu ketika ga mengharapkan kebahagiaan.
Annie:
Bahagia means senang, nyaman, puas, ngga merasa susah, atau bisa juga diartiin suasana senang lahir batin. Yup, bahagia dengan keadaan gw sekarang, bersyukur masih diberi kehidupan & orang-orang yang menemani, keluarga yang harmonis, cowok yang setia-walaupun jauh tapi setiap gw liat fotonya ada suatu kebahagiaan tersendiri, duileh..

ViRus NyeBeLiN...!!!!

Tuhanku... apakah memang sedemikian beratnya ujian membuat skripsi?
Kemarin, saya deg-degan waktu ga ada file "skripsi" di flash disk. Saya selalu menyimpan disana, ada sih back up nya di komputer rumah tapi ga yakin deh se-update yang ada di flash disk. So, dengan harap-harap cemas berdoa semoga file di rumah sudah ter-update. Ternyata, harapan yang sia-sia...
Jadilah, semalaman begadang menyalin ulang sebagian yang tidak ada dari hard copy yang sudah diperiksa dosen dengan tambahan revisi sana sini. Sekalian menyelesaikan bab 4 & 5. Ampun, mata rasanya pedih.. ngantuk!! Biasalah, saya tuh mudah sekali tertidur. Jadi sempat juga beberapa kali ketiduran. Jam 5 subuh, udah kelar semua kecuali bab 5 (kesimpulan & saran). Saya tinggal sholat, sarapan dan baca koran.
Jam 6 pagi, saya mau liat hasil kerjaan saya ketika saya lihat ada file temp. yang saya ga ngerti datangnya darimana. Saya tanya kakak, katanya hapus aja. Tanpa pikir dua kali, langsung di delete. Lalu saya buka file "skripsi" di flash disk. And half of it gone, ga tau gimana caranya. Duh, panik dong.. secara udah ngerjain semalaman. Kakak pun membantu saya mencari file yang hilang.
Sepuluh menit pertama: tenang.. pasti masih ada
setengah jam kemudian: panik dan nangis, hiks.. saya lari ke kamar dan menangis. Mama yang ngeliat jadi ikutan panik. Sedih banget, segala yang udah dilakuin sia-sia. Akhirnya saya mandi-baca koran-bolak balik liat komputer-baca koran. Tetep aja ga ada perubahan. Duh, kalo lagi begini rasanya sebel banget karena ga ngerti harus ngapain. Rasanya kayak orang bodoj aja!! Sumpah, udah hopeless deh. Udah males. Tapi ternyata kakak saya memberikan secercah harapan. Filenya ketemu, tapi terpisah dalam beberapa file (kok bisa ya?)
Ternyata, jawaban semua permasalahan saya: Virus!!! Nyebelin banget deh..
Akhirnya, lagi dan lagi... ngetik ulang!! Udah di save di beberapa tempat. Lalu saya tutup filenya. Pas mau di cek lagi, again.. its gone. Half of it gone!! Oh GOD... Dari beberapa file, ada satu file yang ga hilang. Masih lengkap kerjaan saya 60 halaman. Langsung dirubah nama filenya, di save di beberapa tempat dan langsung ke rental untuk di print. Tapi ternyata, masih ada aja cobaannya. di komputer selain komputer di rumah, file skripsi saya terbaca sebagai virus.
Saya udah ga niat kuliah, at least untuk hari ini ga pengen. Jadi, setelah saya dan kakak beli isi tinta buat printer di rumah, saya langsung ke kantor. Pelajaran hari ini: harus rutin format flash disk supaya tidak terkontaminasi virus. Belajar komputer!! Setidaknya, kalau ada trouble seperti ini saya bisa menyelesaikan sendiri...

Wednesday, January 03, 2007

Mood InfLasion...

Sebenarnya, hari ini cukup menyenangkan. A lot of good things happened. I finally can read content analysis book (thanks to Zaki). Setidaknya, mulai besok saya bisa mulai melanjutkan "Pe-eR" kuliah...lagi!! I also eat delicious sate, I can pray without worried I missed the interview. Intinya, everthing's going smooth..
sampai akhirnya saya mengatakan ingin liputan ke Kelapa Gading karena ada Novia Kolopaking di sana.
My driver looks mad and said "ganti driver aja.." WHAT???? Padahal kami baru jalan jam 2 siang dan saat itu, waktu baru menunjukkan pukul 7 malam.
Saya sungguh tidak ingin emosi menguasai diri saya, I really do. Apalagi saya punya niatan di tahun baru semoga saya bisa menjadi lebih baik lagi yang salah satunya adalah tidak emosian. Tapi sikap dan kata-kata driver saya tidak mengenakkan. He even gives me money to change the money I used to pay his drinks. It is so annoying you know...
Sedetik, saya sempat merasa keki sekaligus bingung dengan sikap driver saya. But I finally realized.. Saya ga boleh terpancing emosi. Harus lebih sabar. Harus lebih pengertian. Jadinya, saya ga marah-marah. Jadinya, saya bisa tetap tersenyum dan berdendang mengikuti lagu yang diputar di radio. The world's keep smiling at me when I choose to smile and not take it too personal.
Pada akhirnya, kami baik lagi sih. My driver finally understand that this is our job and we have to do it and we can get salary from it. Dan alangkah lebih baik lagi kalau semua yang kita lakukan dijalankan dengan ikhlas demi untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT?? I do learn something here.. alhamdulilah

Sunday, December 31, 2006

How to meet CuTe BoYS

I've finished reading chicklit title "How to meet cute boys". It said that I won't be sorry reading the book, but the fact is I'm a little dissappointed. Its not as good as other chicklit that I already have. It didn't give conclusion how I'm gonna meet cute boys.

But, do you really believe there are cute boys out there? I don't think so!! Sorry boys, no hard feelings here but I don't think there are cute boys nowadays. Seems to me cute boys are already taken or maybe gay. Hehe, kidding...!!

But seriously, I didn't meet any cute single boy that really treating women right. Maybe its just ME right?? If someday I meet cute boys, a real cute boys (inside and outside), I'll tell you how its like :)

Back to Basic: Diary

Akhir-akhir ini saya mulai rajin menulis diari saya lagi. Setidaknya, dalam sehari HARUS ada hal yang saya bagi dengan diari saya. Tau ga kenapa? Semuanya berawal dari dua kejadian yang terjadi dalam waktu dekat.
Kejadian pertama, seminggu lalu saat ke rumah nenek saya, di jalan saya berpapasan dengan teman lama yang saya ingat sekali mukanya namun saya lupa namanya dan kenal dimana. Saya baru mulai ingat ketika dia menelpon rumah nenek saya (bahkan dia masih ingat nomor nenek saya!!) dan menceritakan bagaimana kami berkenalan hingga menjadi sahabatan. Masa saya bisa lupa? Betapa anehnya ingatan saya...
Kejadian kedua, saat saya jatuh dari motor pada hari natal lalu (Dec 25th 2006). Saya memang kurang tidur dan entah bagaimana caranya, saya bisa tertidur saat mengendarai motor (salah satu kebiasaan buruk yang akhirnya saya ketahui). Saya bahkan tidak ingat kenapa bisa jatuh, bagaimana terjadinya dan bahkan dimana kejadiannya!! Menyingkat cerita, setelah terjatuh saya langsung mengendarai motor saya yang setengah oleng pulang ke rumah. Tapi dalam perjalanan saya berpikir,
saya mau kemana ya? Oh iya, ke rumah
rumah saya dimana ya? Tanjung barat
nama saya siapa? Ayu, dan seterusnya..
Gila banget kan? Betapa rentannya ingatan saya, mungkin hanya karena shock tapi itu menakutkan!! Dua kejadian sudah cukup menjelaskan betapa pentingnya mencatat kejadian apa saja yang saya alami setiap harinya. Kebayang ga sih kalau ingatan dan semua kenangan dalam hidup kita hilang, terlupakan, terpendam dan tidak bisa dilihat lagi. Ibaratnya kayak tulisan di komputer yang di delete bahkan udah ga ada di recycle bin. Bersih, nothing, zero, NOL ...
And so, I begin to share all to my diary everyday... again...
Yup!! Saya memang punya diari, sejak masih SD sebenarnya. Namun dulu diari saya tidak sebagus diari saya sekarang ini. Seadanya saja yang penting mewakili isi hati. Kebiasaan ini sempat terhenti saat saya kuliah. Karena saat itu, mama saya sempat penasaran dan membacanya. Siapa juga yang mau diarinya dibaca?? Apalagi masih ABG alias anak baru gede, pasti banyak rahasia yang tidak mau dibagi ke siapapun termasuk mamanya sendiri. Diari yang ada sejak SD sampai SMU saya bakar semuanya. Dan saya menyesal karenanya..
Tapi, ya namanya saya doyan cerita. Kayak semacam kebutuhan yang kalau tidak diwujudkan jadinya nagih minta dipenuhi. Jadi, mulai tahun 2004 saya mulai memiliki diari lagi. It has to be blue. Not too big and not too small... Sekarang sudah ada 3 diari yang mengisi hari-hari saya selama 2 tahun ini. Lucu juga bacanya. Saat saya sedih, saat saya senang, saat saya be-te, saat saya stress. Its all there...
Back to basic: diary is not that bad you know.. at least it won't hurt you or share all your deepest secret to another. Most of all, it will help you remember many things that you may forget...

Wednesday, December 06, 2006

PeRasaanKu...

All that I need now,
is the rain to fall from the sky
to washed away my pain inside...
(Mocca)

Dunia sedang tak bersahabat
Ingin kubawa hancur bersamaku
(DewiQ)

Wednesday, November 15, 2006

What should I do..?

I feel confuse, don't know what should I do next ...
I'm in the middle of nowhere
What should I do GOD ...???
Please give me any sign
JUST any sign ...

Saturday, November 04, 2006

ANaK KuL!@HaN

Sudah lebih dari setahunan saya jadi anak kuliahan lagi.. Exciting banget bisa kembali belajar di bangku kuliahan. Ada bedanya kuliah sekarang dengan pertama kali saya kuliah dulu. Dulu saya kuliah reguler setiap harinya dengan jadwal masuk pukul sembilan pagi dan pulangnya paling lambat jam tiga sore. Sekarang saya kuliah cuma di hari sabtu dan minggu saja, dengan jadwal padat dari pukul sembilan pagi sampai lima atau bahkan pukul enam sore.
Setelah lama absen di dunia kuliahan, saya merasa agak kaget juga dengan suasana belajar yang membutuhkan konsentrasi penuh. Jadwal kerja senin-jum'at yang waktunya tidak bisa dihitung secara pasti membuat saya sulit juga untuk mengumpulkan segenap konsentrasi ke kuliahan. Apalagi urusan bebenah rumah seperti nyuci baju, nyetrika dan beberes harus dikerjakan sendiri, maklum.. namanya juga anak kost-an. Pontang pangting atur waktu lumayan seru juga, membuat saya semakin kagum dengan sang pencipta yang subhanallah bisa mengatur segalanya di dunia dengan sempurna.
Ritual ribet dan pusing dengan segunung tugas, sebel sama dosen yang killer dan ga ngertian, mati-matian begadang belajar saat ujian, deg-degan saat liat nilai ujian di papan pengumuman.. Ahh, senangnya masih diberi kesempatan oleh Allah untuk merasakan kenikmatan-kenikmatan ini..

Wednesday, November 01, 2006

Pilihan...

Hidup adalah pilihan
Pilihanku untuk menerima
Pilihanku untuk menolak
Pilihanku untuk abstain

Dan pilihanku,
Aku memilih untuk tidak memilih

Monday, October 30, 2006

Puasa di kala kecil...

Photobucket - Video and Image Hosting
Ketika saya kecil, kami (mas doni & saya-red) diwajibkan mama berpuasa sebulan penuh, walau kadang tanpa sepengetahuannya saya berbuka puasa dengan cara mengendap-endap mengambil air es di kulkas.
Biasanya, sehabis sholat shubuh saya sudah dijemput tetangga sebaya untuk main. Kadang kami keliling sambil boncengan bertiga naik sepeda, kadang kami main bulu tangkis di jalan depan rumah. Seringnya, kami keliling luar rumah sakit persahabatan. Rata-rata di daerah sekitar rumah saya memang pergi ke sana, jumlah orang di sana mencapai ratusan. Sebelum petasan dilarang, di perempatan persahabatan selalu terjadi perang petasan entah mana lawan mana. Suaranya terdengar sampai ke rumah saya. Saya dan teman-teman berada di pihak netral. Kami berada di sana hanya karena ingin merasakan keramaian suasananya. Kami sendiri tidak pernah membeli petasan berbahaya. Paling-paling hanya petasan banting, jangwe, kentut atau curut. Kami membeli untuk membela diri dari serangan kelompok anak-anak yang mangkal sepanjang jalan menuju persahabatan, yang sering iseng melempari orang yang jalan dengan petasan.
Pernah suatu kali saya merasakan rasanya dikejar-kejar polisi. Waktu itu (saya lupa waktu pastinya), petasan sudah mulai dilarang. Tapi kami masih pergi juga ke perempatan persahabatan. Keadaan masih ramai namun orang sudah mulai sembunyi-sembunyi membawa petasan. Tiba-tiba, ditengah perang petasan orang-orang lari berhamburan dan teriak "polisi...polisi!!!". Kami yang kebetulan membawa petasan ikut panik dan berlari. Tidak lupa saya membuang petasan di celana karena takut ditangkap dan digelandang. Sepuluh menit kemudian, semua berhenti berlari. Tidak ada polisi yang mengejar. Mungkin polisinya sendiri bingung harus mengejar yang mana.
Setelah dari persahabatan, kami biasanya main bekel atau monopoli di rumah susi. Kami main sampai pukul sembilan pagi. Setelah itu kadang kami main karet, sesudahnya pasti cape dan haus. Kadang, kalau tidak kuat iman kami berbuka puasa dengan cara mengendap-endap mengambil air es di kulkas. Setelahnya memang ada rasa menyesal tapi nasi sudah menjadi bubur..
Jam sebelas pagi saya tidur sampai jam dua siang. Bangun untuk sholat lalu nonton tv. Jam empat saya mandi, sholat ashar lalu main bulu tangkis di depan apotik benwaras. Kami main sampai hampir bedug magrib. Ada makanan yang selalu ada tiap kali saya berbuka puasa. Somay kampung (somay yang komposisinya hampir tidak ada ikannya) dan kerupuk mie sambel ubi.
Malamnya, saya dijemput teman untuk sholat teraweh di dekat rumah. Kadang kami suka nakal, di dalam masjid berisik bercanda atau malah tidak menyelesaikan sholat dan memilih jajan di depan mushola.. Selesai sholat kami pulang dan biasanya saya langsung tertidur di kasur saya yang nyaman.
Saya rindu suasana puasa di kala kecil, dimana puasa merupakan rutinitas menyenangkan yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Kini? saya merasa puasa hanyalah kewajiban yang harus dijalankan sebagai umat muslim. Rasa menyenangkannya sudah menguap entah kemana.. saya rindu suasana puasa di kala kecil, saya rindu somay kampung dan kerupuk mie sambel ubi..

Friday, October 20, 2006

Joe dan Lee

Cinta tidak memilih...
Semuanya natural apa adanya
Seperti bunga yang merekah di pagi hari
Seperti bumi yang berputar setiap hari
Joe tidak pernah menyangka kalau dirinya akan terlibat urusan asmara dengan teman sekelasnya. What??!!! Teman sekelas.. gila aja kaleee!! Urusan dalam negeri bisa ketauan dunk. Kalo dipanggil guru ke depan kelas dan ga bisa jawab, pasti ketauan bloonnya. Kalo terlambat ke sekolah dan disuruh keliling lapangan, jadi ketauan pelornya. Kalo lupa ngerjain Pe-eR dan disetrap di depan kelas... ampun.., malu banget kannnn!!!
Tapi siapa yang menyangka juga kalo Joe yang tomboy nan enerjik itu bisa jatuh hati.. Kalo Joe yang tidak pernah perduli dengan make up atau pakaian yang dipakainya kini tiba-tiba jadi miss matching yang memperhatikan keselarasan warna sampai ke warna kaos kakinya..weleh..weleh.. Joe sekarang jadi "wanita" sungguhan. Dan semuanya karena siapa??? Siapa lagi kalo bukan karena si sableng Lee. Anak pindahan dari kota Bandung yang gayanya sok don juan penuh tebar pesona ke sana-sini. Ih.. Ga banget kan???
Herannya Joe yang punya banyak penggemar itu bisa juga kesengsem sama lawan jenis, herannya lagi kesengsemnya sama Lee yang udah jelas-jelas ketauan playboy. Aneh!!! Semua mempertanyakan, termasuk Joe.. Kadang Joe juga suka mikir sendiri, apa ya yang diliatnya dari Lee?? Dibilang cakep banget ga juga, dibilang pinter banget ya ga juga. Lantas apa yang diliat dari Lee???
Lee orangnya asik diajak curhat... Joe membela diri
Lee orangnya asik diajak jalan... Joe mencari alasan yang pasti
Lee orangnya asik diajak ketawa ketiwi... Joe mulai bingung sendiri
Yah, apapun alasannya, Joe kini sedang falling in love. Dan anehnya, Lee yang orangnya suka tempel sana tempel sini juga mulai menunjukkan perubahan. Lee jadi lebih perhatian. Lee jadi lebih menghargai perempuan, terutama Joe. Lee jadi jerawatan (ada hubungannya ga sih???). Intinya sih, Joe berubah dan Lee berubah. Ada yang salah??? Iya ... ada yang salah. Karena Joe menginginkan status pacar. Joe ga mau dijadikan salah satu teman tapi mesranya Lee. Joe minta kejelasan lah intinya. Sedang Lee?? maunya teman tapi mesra aja, maunya gini-gini aja...
Merah putih, biru lalu Abu-abu...
Penuh ketidak pastian
Seperti kamu ...
Joe tidak suka dengan keadaan yang labil. Joe menginginkan kestabilan, sandaran pasti. Joe menginginkan Lee... hanya untuk dirinya, bukan untuk dibagi-bagi kayak kue ulang tahun. Joe ingin Lee hanya memperhatikan dirinya seorang, bukan sayang-sayang ke semua orang. Tapi Lee tetap bersikukuh.. Lee bilang tidak anti komitmen, tapi belum mau berkomitmen.
Joe berada dalam ketidakpastian, dan Joe benci hal itu. Joe tau dirinya harus memutuskan sesuatu meski dengan berat hati...
Memang cinta tidak memilih. Tapi Joe harus memilih, Joe memilih tidak ingin sakit hati. Dan Joe memilih untuk undur diri. Undur diri dari kisah asmaranya dengan Lee. Undur diri dari sakit hati. Walau berat melupakan Lee, tapi Joe menguatkan hati. Walau tiap malam air mata mengalir deras karena memikirkan Lee, Joe tetap memegang keputusannya. Kini Joe mulai sadar, cinta tidak semanis perkataan orang. Cinta penuh kemunafikan, cinta perlu pengorbanan, cinta tidak selalu berakhir happy ending seperti di sinetron atau film-film hollywood yang membuat semuanya sudah bisa menebak seperti apa akhirnya. Cinta memang bisa menoreh luka pada yang merasakannya. Seperti kisah cintanya dengan Lee...
(dibuat dengan asal oleh Ayoe, Oct 20th 2006)

Friday, October 06, 2006

Kita melakukan banyak kekeliruan & kesalahan
Tapi kejahatan kita yang utama
Adalah mengabaikan anak
Menyepelekan mata air kehidupan

Banyak kebutuhan kita dapat ditunda
Tapi anak tidak dapat menunggu

Kini saatnya tulang belulangnya dibentuk
Darahnya dibuat,
dan nalurinya dikembangkan

Padanya kita tidak dapat menjawab "besok"
Sebab ia dijuluki "hari ini"

(Gabriella Mistral, Children winner of nobel prize for poetry)

Wednesday, October 04, 2006

Photobucket - Video and Image Hosting
Love is a wide and long journey. It needs lot of patience and understanding. We never know who's the lucky person we fall in love with. We never choose, its just choosing the one.. whoever he or she is. Love never promises you happiness, coz sometimes its just giving you pain.