Monday, September 03, 2007

NiKen JanGaN SeDiH yaa...

Ada satu kebiasaan yang terjalin antara saya dan Niken. Setiap hari sebelum saya berangkat kerja, saya terbiasa memberi buah apa saja: apel, tomat, pisang, lengkeng, apapun yang ada di kulkas hari itu. Dan nampaknya, Niken memang menanti-nantikan saat saya memberi makanan padanya. Karena kalau saya absen ngasih dan melongok ke pohon tempat Niken berteduh, dia melihat ke arah rumah saya seakan mengharap saya keluar untuk memberi makan.
Aduh, saya kepikir kalau setelah Kamis besok saya sudah pindah, Niken bakal sedih ngga ya? Karena tentunya saya tidak bisa memberi makan lagi padanya. Padahal sekarang kami sudah sahabatan. Seperti tadi pagi saat saya memberi makan, dia memegang tangan saya seakan tidak mau melepas. Seakan menyadari bahwa saya akan pindah dan tidak bisa memberi makan lagi setiap hari. Dari dulu saya berpendapat bahwa binatang bisa sangat peka terhadap keadaan sekitarnya. Dan saya yakin, Niken pun sudah merasakan aura perpisahan kami yang tinggal menghitung hari.
Niken, jangan sedih ya.. kalau saya libur dan ada waktu luang, saya pasti akan datang dan bawa banyak makanan.

KeBoN JeRuk, HeRe I CoMe...!!

I finally take a big step to move from my place in Tanjung Barat Jakarta Selatan. It is a hard decision because I've lived there for four years. But I think, this is the best for us (Mom, me and mas Doni). We (me and mas Doni) work in Jakarta Barat area, and our new place is the nearest, beside than Tanjung Barat. I hope a new place will bring a new fortune and a new bright day in our life, amin.. 3x...

Monday, August 27, 2007

I do Feel..

I never know this would impact me.. but I do feel a little bit hurt. I think that my ego's being hurt. It's okay, it's just the simple lesson for me to be wiser in the future. I just hope that all I've done in the past were right. I don't want to regret what I've decided...

Monday, August 20, 2007

GeDe ARia

Gede Aria. Satu nama yang memberi kesan pada masa kecil saya. Sewaktu saya duduk di bangku SMP kelas 1, saya mengikuti kegiatan karate di SMP lain (SMP 44) dekat rumah. Saya bersama teman rumah bernama Suci dan Mas Doni rutin seminggu 2 kali mengikuti latihan. Saya mengikuti karate agar bisa menjaga diri. Namun, setelah bertemu cowok bernama Gede Aria, ada motivasi lain yang membuat saya rajin latihan.
Saya bertemu dia setiap malam. 2 jam sehari dan 4 jam seminggu. Pertemuan dengannya berawal dengan kejadian iseng yang dilakukannya. Sebelum memulai latihan, semua anggota diwajibkan lari keliling lapangan. Saya yang rambutnya selalu dikuncir atau dikepang diledek olehnya dengan panggilan kuncir kuda. Saya marah. Namun ada rasa senang juga akhirnya. Lari keliling lapangan selalu berakhir dengan kejar-kejaran. Dan setiap kali latihan, istirahat maupun pulang latihan dia selalu menggoda saya. Hanya saya. Dan itu membuat hati saya berbunga-bunga.
Gede Aria adalah cowok berkulit putih dengan senyum menawan. Tawanya terdengar renyah, candaannya nyebelin namun ngangenin. Selalu semangat dalam setiap kesempatan. Tapi pertemuan kami hanya terjadi selama beberapa bulan. Saya berhenti latihan. Dan kami tidak pernah bertemu lagi sejak itu. Saya tidak punya nomor telepon dia, begitupun sebaliknya. Saya tidak tahu dimana rumahnya, begitupun sebaliknya. Kami hanya saling bertemu, menyapa dan saling goda di SMP 44 empat jam dalam seminggu.
Gede Aria, sekarang ada dimana ya? Seperti apa rupanya, masih ingatkah pada saya?

Friday, August 17, 2007

HaRi KeMerDeKaaN

Yang langsung terekam dalam memori saya tentang hari kemerdekaan adalah upacara, pawai dan lomba. Tidak lupa lagu-lagu kebangsaan yang dikumandangkan selama pawai atau diputar saat lomba sedang digelar. Pengalaman upacara bendera Agustusan selama bertahun-tahun tidak ada yang berkesan. Saya lebih terkenang dengan pawai dan lomba nya.
Semasa kecil (terakhir saya mengikuti pawai saat kelas 1 SMU), setiap Agustusan saya selalu sibuk dengan segudang rencana akan mengenakan baju apa untuk pawai nanti. Saya paling ingat di suatu hari, mama mendandani kami (saya & 2 teman sebaya di rumah Gading Raya). Entah kenapa mama mendandani saya paling terakhir. Selama mama sibuk saya main bersama ayam pitik piaraan saya sambil berharap saya bisa cepat mendapat giliran didandani. Ketika akhirnya giliran saya, waktu sudah mepet. Mama panik, saya lebih panik. Maklum, saat itu saya masih kecil (kalau ingatan tidak salah, masih umur 10 tahun) dan saya tidak mau ketinggalan pawai. Rumah kami sempit, di dalamnya terdapat banyak orang dan barang. Hilir mudik orang makin menambah keruwetan. Dan terjadilah kecelakaan, ayam pitik saya keinjak dan mati. Ya, mati. Dan saya sedih sekali. Entah kenapa, momen hari itu sulit untuk saya lupakan... Tapi, yah, akhirnya saya dan 2 teman saya bisa ikut pawai walau sedikit terlambat.
Kalau lomba, sepertinya lomba makan kerupuk, balap karung, masukin paku ke botol, dandanin cowok dengan mata tertutup dan lomba lain yang pernah saya ikuti, rasanya saya tidak pernah menjadi pemenang pertama. Tapi lain cerita dengan lomba olah raga. Di tempat saya tinggal sekarang, 2 tahun lalu saya sempat mengikuti lomba bulu tangkis ganda putri. Awalnya kami selalu ditertawakan. Permainan kami biasa, lebih banyak ngocehnya malah. Tapi ternyata kami malah menang menjadi juara pertama dan dapat hadiah gelas 1/2 lusin. Lucu juga..
Kalau tahun ini, mungkin bukan sekedar upacara, pawai atau lomba. Tapi saya lebih ingin mengingat jasa para pahlawan dan menghormati pengorbanan mereka dengan memberikan kontribusi yang positif bagi Indonesia...

Tuesday, August 14, 2007

A LoNG WaY To OFFiCe..

Since last nite my brother told me he couldn't go home. And I have to go to office by myself. I think of some way I can arrive at office as fast as I can. The last one is the best solution coz I don't have to deal with traffic all the way.
But it is a long way to office. I have to change 5 vehicle. Start with ojek (Jl. Nangka-Ragunan) Rp.10.000. Then Busway (Ragunan-Mampang) Rp.3.500. Metromini 602 (Mampang-Kuningan intersection) Rp.1000. Then I take bus 46 (Kuningan intersection-Slipi) Rp.2.500. The last one is bus 45 (Slipi-Tol Kebun Jeruk) Rp.3.000.
Fiuh, it definetely is a long way but I saved time from traffic and I'm thankful for that..

Wednesday, August 08, 2007

One of My Bad DaY

Okay, maybe for some people this could answer your curiousity...
Yesterday was not good, far away from it. I can say that it was one of my bad day. I worked nite, start working (should be) like at 3 - 4 P.M. But the fact was, at 2 P.M I already at office. It was okay. But after that, bad things came one by one.

I had to find 3 segment for G.S and other's already in office. There were 3 different news in the same time (it was at 3 P.M, others who work at morning should've known that they have to handle that.. not me!!) but I have to covered all by my self.

My driver brought father and nephew in our duty. My cameraman was sick. Then, I argued with my friends from other's station. Then my coordinator, boss and office called many times. And everything went bad than ever. I felt miserable and I wanted to cry but I didn't want to see my self weak..

Today I feel better. I don't want it ruin my mood today. What I really want is everyone in my team can work better than now, not giving responsibility to others and give hell to others while they can easily enjoy their time in home.

Monday, August 06, 2007

Bad Mood ??

Pagi ini Niken terlihat murung. Biasanya kalau pagi-pagi saya menyapa dia, dia langsung menoleh dan terlihat bersemangat. Tapi pagi ini beda, dia cuma tidur-tiduran aja. Aduh, Niken kenapa ya?? Kalo monyet ngerasain bad mood juga ga ya?

MaCeT..!!

Ampun deh. Jalanan makin lama bukannya makin lenggang tapi makin ga bisa jalan. Kemarin berangkat dari rumah jam 8 pagi dengan jalur yang sama (Tj. Barat - Pondok Indah - Kebon Jeruk) macetnya luar biasa. Hari ini berangkat lebih pagi, jam 7 pagi dari rumah tetep aja macet. Pusing kepala ngeliatnya. Cape ngejalanin rutinitas macet yang tidak ada habisnya. Seharusnya pemerintah mulai concern dengan keadaan yang makin semrawut ini. Ada perubahan yang dilakukan, seperti misalnya pembatasan pemilikan kendaraan per keluarga. Pengurangan angkutan serta penertiban di jalan. Karena salah satu sebab macet karena angkutan yang tidak tertib dan para pengguna jalan yang tidak punya aturan. Semua berpikir "ga perduli yang lain, asal gw cepet sampe di tempat tujuan". Sampai kapan mau begini?? Saya sudah muak. Sudah lama saya merasa muak. Tapi selama ini tidak dirasa aja, mencoba menikmati kemacetan. Padahal, sumpah yang namanya macet ga ada nikmat-nikmatnya...

Wednesday, August 01, 2007

Ga ADa PeRuBaHaN

Aduh, kirain bakal ada perubahan. Ternyata ga ada perubahan sama sekali. Nyesek deh rasanya.. Yah, I really need to think twice about my future. Coz, this is not the time where I can relax and pretend it is okay. I've done anything for it. And I think I deserve better than this. Ughh... kenapa harus begitu sih. Nunggu sampai genap 4 tahun, then.. kalau ga ada perubahan berarti sudah harus memikirkan yang lebih baik dari sekarang.. Semangat!!!

Tuesday, July 31, 2007

DaMaRa

Saya punya sepupu dari perkawinan mb Tuti dan mas Taufik (mb Tuti adalah adik papa) namanya Damara. Sudah lama juga saya tidak bertemu dengan mereka sekeluarga. Sudah berapa tahun, saya lupa tepatnya. Sebelum menikah dulu, mama memang akrab dengan mb Tuti, karena mb Tuti sempat kost di daerah Depok dan intensitas pertemuan kami lebih banyak bila dibandingkan dengan saudara papa yang lainnya. Namun, semenjak mas Taufik dipindahtugaskan ke Ternate, kami jarang bertemu. Damara punya dua adik perempuan. Terakhir saya lihat, Damara masih kecil. Dan sekarang, Damara sudah duduk di kelas 5 SD. Banyak hal yang baru saya ketahui tentang dia. Ternyata, Damara hobi menulis dan membaca. Terlihat dari surat yang dikirimkan ke neneknya dan ke saya. Tulisannya segar, sesuai dengan umurnya. Polos dan penuh warna. Saya sampai geli sendiri membacanya. Jadi kangen sama mb Tuti sekeluarga, kapan kami bisa ketemu ya...???
Sedikit penggalan surat Damara:
Tentang Ternate. Wilayah kepulauan yang terdiri dari 500-1000 pulau besar dan kecil, banyak yang belum dihuni. Luas daratan hanya 25% dan 75% perairan. Malaku Utara berdiri beberapa kerajaan Islam yaitu kesultanan Tidore, kesultanan Ternate, Jailolo dan Bacan. Penghasilan utama adalah hasil laut itu pasti, ada juga tambang nikel dan emas.
Kita tinggal di kaki Gunung Gamalama. Mula-mula kami panik bila terjadi gempa, sekarang terbiasa. Bahasa sebagai komunikasi masing-masing pulau punya dialek dan kosa kata sendiri. Tapi secara umum komunikasi dipengaruhi oleh bahasa Manado.
Liburan sisa satu hari, hari ini kami di rumah saja. Meski Sabtu-Minggu libur kerja, kali ini Lanal ada tamu makanya semua masuk kerja. Padahal kami ada rencana keluar sama bapak. Tanpa sengaja saat makan siang Aldhara memecahkan piring. Aku juga.... tentu membuat ibu emosi. Tapi kami nggak marah karena memang kami tak mendengar peringatan ibu. Maafkan kami ibu. Pipiet lagi kasih tumpah bibit tanaman bapak, tidak ada waktu untuk marah-marah. Bapak harus berangkat lagi acara makan malam. Sssttt.... soal piring besok-besok pasti bapak akan tahu.

Monday, July 30, 2007

NiKen pun Bisa MeMiLiH...

Menjelang pemilihan cagub dan cawagub, banyak poster-spanduk-bendera dan segala atribut bertebaran di Jakarta. Kadang sampai geli sendiri karena para penempel dan pemasang atribut tersebut kreatif mencari tempat lowong di tiap jalan. Motonya, yang penting nempel... hehehe... Saya bukan ingin membahas soal pemilihan yang semakin memanas tersebut, karena jujur saja saya tidak, atau belum tertarik tepatnya dengan dunia politik.
Saya ingin membahas soal Niken, monyet peliharaan kru sinemart yang mengontrak persis di depan rumah saya. Niken, si bintang sinetron, dipelihara untuk keperluan syuting. Tapi Niken ini penurut dan lucu. Kalau ingin minta makan, tangannya ditepuk-tepuk ke pahanya. Kalau ada yang mau kasih makan, tangannya mengulur dan makan dalam diam. Pernah juga saya lihat dia main bola. Entah apalagi yang dia bisa. Pagi ini, sebelum jalan ke kantor saya memberi dia pisang. Sebenernya kondisi pisang sudah tidak terlalu bagus. Warna sudah agak coklat karena sudah beberapa hari di kulkas. Tapi saya kasihan melihat Niken yang sepertinya pagi ini kelaparan. Dia menerima pisang yang tidak dalam kondisi baik walau awalnya agak ragu. Tapi Mama bilang mungkin dia ga suka, lihat-lihat di dalam kulkas ada bengkoang. Mama kupas dan memberikan kepada saya. Saya langsung kasih ke Niken, dan ajaib, pisang di tangan langsung dibuang dan bengkoang yang baru saya kasih lahap dimakan. Ternyata, seorang monyet pun bisa memilih. Mungkin awalnya Niken menerima pisang karena tidak enak, atau karena kelaparan dan tidak ada pilihan.
Balik ke cerita pemilihan cagub dan cawagub. Masyarakat Jakarta sekarang dihadapkan pada dua pilihan. Hanya dua pilihan, yang dalam kampanye sekarang mungkin menjanjikan segala macam hal muluk dalam perbaikan Jakarta. Saatnya kita memilih. Jangan terpancing dengan segala janji dan iming-iming uang. Jangan memilih karena tidak enak, atau karena tidak ada pilihan. Dan siapapun yang menang, saya cuma berharap akan adanya perbaikan yang lebih baik dari keadaan sekarang. Bukan sekedar janji di saat kampanye saja...
Niken hanya seorang monyet yang diikat di pohon depan rumah saya, tapi dia bisa memilih yang lebih baik dalam keterbatasannya. Kalau Niken bisa, kenapa kita tidak...???

TeRKeNa RaNJau...

Berhati-hatilah bagi para pengguna jalan Panjang (terusan dari Relasi sampai Pondok Indah). Terutama yang melewati pinggir jalan karena sepanjang jalan tersebut, terutama dari Permata Hijau-Simprug-Kebayoran Baru banyak ditebar ranjau seperti paku yang tentu saja bisa membuat ban motor dan mobil yang lewat kempes. Seperti yang saya alami tadi malam. Mas Doni (kakak) dan saya melewati jembatan setelah Permata Hijau dan beberapa ratus meter setelahnya ban belakang motor kami kempes. Beberapa meter kami menyusuri jalan dan mencari tambal ban terdekat. Alhamdulilah, seratus meter di depan ada tukang tambal ban. Saya memperhatikan, banyak juga motor dengan ban kempes. Motor kami adalah motor ketiga, yang setelah kami pun ada motor lain yang jadi korban. Kejadian ini cukup mengganggu, karena saya juga pernah mengalaminya ketika mengendarai motor sendiri. Hanya tempatnya agak ke depan lagi (setelah perempatan Kebayoran Baru). Pernah juga, saya diantar teman dan mengalami kejadian serupa. Saya jadi concern dengan para motor (terutama) agar tidak memilih pinggir jalan walau jalanan macet. Karena meski polisi sweeping jalanan dari paku di siang hari, ada saja yang menyebar kembali. Saya tidak tahu, siapa, apa dan kenapa ada oknum yang menyebarkan paku. Kalau alasannya untuk mengais rejeki, sebaiknya dihentikan saja. Karena rejeki yang didapat dengan cara seperti itu bukan rejeki halal. Selain itu, kalau semua korban kesal dan mengutuk si penyebar, kebayang kan berapa banyak dosa yang dia kumpulkan??? Ahh... Jakarta, terlalu banyak yang perlu diperbaiki. Baik infrastruktur maupun moralitas para penghuninya...

Tuesday, July 24, 2007

ANaK BaGoNg Mau LeWaT

Numpang.. Numpang.. anak bagong mau lewat..
Kata-kata di atas terlontar dari mulut saya setelah bertahun-tahun tak pernah saya dengar apalagi saya ucap. Bermula saat saya, Oke dan Molan selesai liputan dengan membawa mobil liputan sendiri (we're lack of drivers, it's pathetic actually). Dan kami ngobrol ngalor ngidul yang saya lupa bermula dari obrolan apa. Lalu obrolan pun bergulir ke cerita seram yang dialami oleh orang Global yang melihat penampakan yang muncul dari dalam box biru besar yang terletak tepat di depan pintu kantor kami. Cerita nyata yang lumayan menyeramkan, saya refleks ngomong "Numpang.. Numpang.. anak bagong mau lewat.."
Pertama kali saya mengetahui kata tersebut ketika saya duduk di bangku SMP. Mb Neni, tante saya yang memberitahukan kalau kita ke tempat yang belum pernah dikunjungi, atau misalnya mau lewat di hutan atau gunung kita mengucapkan kata keramat di atas untuk keselamatan. Dulu, sewaktu rumah saya di Gading Raya, kalau malam memang terlihat menyeramkan ditambah cerita adanya penunggu di pohon mangga besar di dekat rumah. Jadi saya suka menyebutkan kata tersebut. Mungkin sebenarnya tidak ada pengaruh apa-apa dan refleks ucapan tersebut terlontar karena didera rasa takut. Apalagi dulu sewaktu kecil saya sering di rumah sendirian.
Ternyata eh ternyata, Molan juga pernah mendengar cerita mengenai kata-kata keramat di atas. Dan entah dari mana asalnya kata tersebut dikenal banyak orang. Bima, teman saya juga ternyata tau kata tersebut yang diketahuinya karena melihat yang lain berucap seperti itu. Lucunya, kata Molan bagong dalam bahasa Sunda artinya babi. Dan menurut Bima, dalam bahasa Jawa juga artinya babi. Berarti, kalau saya dan semua yang lainnya berucap begitu, artinya kami anak bagong (babi) dong?? hehe... ga tega nyebutnya..

Wednesday, July 18, 2007

DuKuNGaN Kami UnTukMu NeGaRa..

Sungguh pemandangan yang langka ketika saya melihat sekitar 120.000an lautan manusia memenuhi stadion Gelora Bung Karno Senayan yang sudah berdiri sejak 42 tahun lalu itu. Di dalam stadion, sulit untuk bergerak saking penuhnya. Di areal sekitar stadion, banyak para pendukung tim Indonesia yang berusaha masuk dan melihat secara langsung tim kebanggaan negara berlaga. Tak pernah terbayangkan bahwa segala macam lapisan masyarakat begitu antusias mendukung sepakbola Indonesia dalam event piala Asia 2007.
Segala macam atribut seperti kaos, topi dan syal berwarna merah putih seragam dipakai penonton. Yel yel, lagu kebangsaan serta bunyi alat musik turut mendukung tim Indonesia melawan Korea Selatan. Serempak dan kompak semua memberi dukungan dan menyanyikan lagu-lagu penyemangat. Jujur, sekujur tubuh saya jadi merinding ketika mendengar lagu kebangsaan dinyanyikan. Beginikah yang dinamakan rasa cinta negeri??
Sebagai salah satu dari sekian puluh ribu orang di sana, saya turut terbawa suasana. Saya geregetan ketika pemain Indonesia tidak berhasil memasukkan gol. Saya sebel juga ketika pemain Korea Selatan berhasil memasukkan gol di babak pertama. Dan saya juga turut kecewa ketika sampai menit-menit terakhir pemain Indonesia tidak ada yang bisa menyamakan hasil supaya bisa masuk ke babak selanjutnya.
Saya bukan penggila sepak bola. Tapi melihat para pemain Indonesia bermain cantik saya jadi ikutan bangga. Selama ini, sepak bola Indonesia boleh dibilang tidak ada geliatnya. Arab Saudi dan Korea Selatan yang keduanya menjadi lawan Indonesia dalam permainan terakhir bisa dibilang berpengalaman. Terutama karena mereka pun bermain dalam piala dunia, tidak seperti Indonesia. Tapi dari kesemuanya, patut diacungi jempol bahwa gawang kita tidak banyak kebobolan. Permainan kita tidak malu-maluin dan jadi lawan yang sulit dihadapi bagi mereka. Setidaknya, Indonesia kini boleh berharap kemungkinan kita main di piala dunia bisa terealisasi suatu saat nanti.
Kami, dan saya juga tentunya pasti akan selalu mendukung yang terbaik untuk negeri kita tercinta Indonesia. Kami akan berjuang dengan cara kami sendiri, jadi... jangan patah semangat!! Terus berlatih, terus berjuang dan buktikan di mata dunia bahwa Indonesia bisa bangkit dan maju menjadi nomer satu. HIDUP INDONESIA!!!

Monday, July 09, 2007

NGanTuKkk Abiezz..zzz...zzz...

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Entah apa yang merasuki mata saya sampai-sampai beberapa hari ini saya dilanda perasaan ngantuk yang luar biasa. Seperti pagi ini, gila aja, pukul delapan pagi sudah merasa ngantuk yang amat sangat. Padahal, tadi malam pukul sepuluh saya sudah sampai di rumah. Padahal, sesampainya di rumah saya langsung terlelap tidur lengkap dengan baju, jilbab, ID kantor yang melingkar di leher dan tanpa sempat membersihkan muka karena mata saya sudah tidak mau kompromi untuk dibuka barang sedetikpun. Ampun...!!!
Keadaan ini sudah terjadi selama beberapa hari, dan ini mulai memprihatinkan. Saya sudah mulai merasa terganggu. Ga lucu kan kalo saya tertidur lelap saat kerja, saat di jalan atau saat sedang makan. Memang sebelumnya dan biasanya saya memang termasuk orang yang mudah tidur. Dimana dan kapan saja. Tapi tidak sampai taraf kacau seperti sekarang ini. Setidaknya, tiap pagi-siang dan sore saya masih sigap dan semangat menjalani hari. Tapi ini...???
Kayaknya sekarang juga saya mau cari lokasi pe-we (posisi wuenak) untuk tidur.. ngantuk abiezzzz...zzz...zzzzzz....

JaNJi SeoRanG DiaN SaSTRo

Ini hanya sebuah curahan hati yang lumayan kecewa dengan attitude salah satu artis ibukota. Alah..!! penting ga sih. Yang ada cuma lumayan mengganggu mood saya hari ini. But let me share this, maybe it can open your eyes about Dian.
Hari ini Dian Sastrowardoyo, pemain Cinta dalam film "ada apa dengan cinta" menghadapi sidang skripsi. Saya mengetahuinya kala terakhir kali wawancara Dian di daerah Tanggerang. Pagi-pagi saya datangi kampus UI-Depok fakultas Sastra, berharap bisa bertemu dengan Dian dan wawancara seputar hasil sidang. Setelah bertanya kesana kemari, saya mendapat kata bulat bahwa Dian akan sidang di gedung III. Saya tunggu Dian sembari ngobrol dengan sekuriti. Alhamdulilah, memang rejeki saya, Dian tiba-tiba lewat di hadapan. Saya pun langsung menghampiri dan memperkenalkan diri.

"Mb Dian, saya Ayu dari Go Spot RCTI. Mau sidang ya?"
"Iya, lo mau minta waktu wawancara ya?"
"Iya mb, tentang sidang hari ini. Tapi saya ngga mau ganggu mb Dian saat sidang makanya saya minta ijin dulu. Yang penting mb Dian enak, ga keganggu dan saya juga enak"
"Boleh, tapi gue sidangnya sampai jam dua-an. Ga apa-apa?"
"Ga masalah mb"
"Ya udah, nanti ketemu di kantin sastra aja karena gue ga pernah terima wawancara di kampus, ga enak"
"Oke mb. Yang penting mb Dian nyaman aja"
"Rame-rame ya?"
"Ga mb, saya datang sendiri kok"
"Ya udah, lo bawa mobil kan? Nanti wawancara dalam mobil aja. Kita iring-iringan"
"Oke"

Done. Pembicaraan yang menyenangkan, dan saya mendapat kata pasti bahwa Dian mau di wawancara tapi setelah sidang selesai. Saya menghormati keputusannya, saya pun parkir di sebelah mobil Dian dan kenalan dengan supirnya yang bernama pak Yaya. Jam demi jam berlalu, tapi Dian tak kunjung datang. Saya tanya pak Yaya, katanya memang lama. Saya mengitari gedung beberapa kali sembari mencari sosok Dian. Keinginan makan siang saya tunda, saya pikir lebih baik wawancara baru saya bisa tenang makan. Tapi jam dua siang berlalu dan Dian belum muncul juga. Saya mulai khawatir, sambil berkali-kali meyakini diri mungkin sidang belum selesai. Saya tak mau mengganggu acara sidang karena saya tau betapa pentingnya momen tersebut dalam hidup seseorang.
Namun, pukul setengah tiga pak Yaya memberi kabar bahwa mb Dian sudah di Plaza Senayan katanya dijemput manajernya mas Wisnu. What???? Kapan keluarnya? Terus bagaimana janjinya? Saya mempercayai ucapan seorang Dian Sastro, but she lied. And I feel totally disappointed. Seorang Dian bohong.. padahal sudah janji..
Saya kecewa dan saya langsung SMS mas Wisnu. Kalau dari awal Dian bilang tidak mau wawancara tentu saya menghormati keputusannya, dan yang lebih bodohnya, saya mempercayai ucapannya. Lagian ngapain juga sih Dian bohong. Iklan 3 aja bilang kalau bohong itu dosa. SMS balasan mas Wisnu mengatakan bahwa Dian harus ngejar dosen pembimbing di tempat lain untuk konsultasi. Dalam hati saya bertanya emang ketemu pembimbingnya di Plaza Senayan ya?
Jujur saya sudah tidak respek, tidak tahu mana yang benar. Saya cuma bilang di SMS bahwa saya menyayangkan seorang Dian yang ucapannya tidak bisa dipegang alias ingkar janji. Dan ternyata, according to some reporters Dian memang suka ingkar janji. Aduh, ga banget ya..
Intinya sih, pelajaran buat semua orang:
** Kalau tidak mau sesuatu, apapun itu, just say it right. You don't have to lie. People will understand dan ga akan maksa sesuatu yang kita ga kehendaki kan???
** Kalau janji ya ditepati. Karena sebuah janji adalah amanah
** Jangan percaya 100% pada ucapan orang, karena belum tentu juga benar. Kita tetap harus waspada!!

Wednesday, July 04, 2007

I aM noT aLoNe..

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Sometimes, just sometimes..
There's a time when I feel I am alone in this world. Though there's mom, dad and mas Doni. But the last trip to my own hometown opened my eyes and made me realize that I am not alone. I have relatives and families who care and love me. It's kind of relieving..
According to my father, then I'm from Banyuwangi. A small town with a great view, blue sky and sea. Friendly people and great food like nasi pecel (my favourite since I was a child) and now I know another food named nasi cawuk. Another of my favourite food. Almost all of my father's relatives live there. There's my grandmother, aunts, uncles and cousins. I never visit Banyuwangi since 7 years a go. Quiet a long time..
Then, several days a go I finally came to my own hometown. Met all, and met two new aunts and 5 new cousins. From mb Dhenok, there are two new cousins. Nusky (5 years old) and Ijung (2,5 years old). From mb Yeti, my new aunt from om Aguk, there are also two new cousins. Zulfa (4 years old) and Fatma (1 year old). And the last is from mb Ulfi, my new aunt from mas Leo. Their daughter is Vina (8 months old).
I love them. I like to be with them, and I want to know more about them. I missed 7 years, though I always following news about them, but it didn't less guilty feeling that I didn't come home soon...
They love me, that's for sure. From their geisture, from their eyes, and from all that they've done to me. I like when Nusky asked me to help her coloring pictures in her book, I like when Ijung held my hands everytime I near him and asked me not to go home soon. I like when Widya or Ninin asked me many things and still remember that I wasn't as feminin as I am now when I was younger. I like when Inez still remember the old times we used to sing together. She surprises me a lot, growing teenage coz the last time I saw her she was only 4 years old!! I like when mas Leo and mb Ulfi (also with Vina) gave me special vacation by joining us to go to several places. And mb Ulfi made delicious cake just for me and my friends. I like when om Aguk introduced me with all his friends and gave me opportunity to speech in radio. Also when mb Yeti bought nasi cawuk and gave me lessons bout my own hometown.
Yeah, I realize now, I am not alone as I sometimes thought...

Thursday, June 28, 2007

Part 1: TRiP To SuRaBaya ke BanyuWangi

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Friday, June 22nd 2007
Saya suka traveling, a lot actually. Hanya karena beberapa alasan saya jarang melakukan perjalanan. But I think I'll try to do it often start from now on.. Sejak Mei lalu, saya merencanakan sebuah perjalanan panjang. Dari Surabaya, Banyuwangi menuju Bali. Perjalanan panjang yang sempat mengalami beberapa kendala sebelum dimulai ini akan berlangsung selama 6 hari.
Pukul 3.00 dini hari saya sudah memulai aktivitas seperti mandi, sarapan dan mengecek barang yang akan dibawa pergi. Pukul 4.00 pagi taksi yang mengantarkan kami ke bandara sudah menunggu di depan rumah, kami langsung berangkat karena check in mulai pukul 5.00 pagi. Sesampainya di bandara, teman saya Wawan sudah menunggu. Semua tepat pada waktunya. Saya bahkan sempat sholat subuh di sana. Jujur saya masih belum percaya akhirnya bisa traveling sampai pesawat Adam Air yang saya tumpangi berangkat ke Surabaya.
Sekitar jam 9.00 pagi saya sudah sampai di bandara Juanda. Dengan menggunakan taksi, saya bersama papa dan Wawan ke rumah mb Eli di Driyorejo. Sesampainya di sana, saya melepas kangen dengan tante dan sepupu saya. Sesiangan kami cuma santai-santai menikmati cuaca Surabaya yang mulai terasa panas. Pantas saja, disemua ruangan ada kipas anginnya.
Sorenya, bersama mb Eli saya pergi ke stasiun Gubeng untuk memesan tiket. Kami dapat tiket untuk jam 10 malam, kereta terakhir menuju Banyuwangi. Saya sempat bertemu dengan Annie, teman SMU yang kebetulan kuliah di Surabaya. Sayangnya saya tidak sempat melihat-lihat kota Surabaya karena waktu yang terlampau padat. Tapi perasaan itu terlupakan saat membayangkan akan segera bertemu saudara di Banyuwangi.
Malamnya, saya-papa-mb Eli-om Zaenal-Annie ke stasiun Gubeng dan menunggu kedatangan Nisa dan Dicky yang baru jalan dari Jakarta pukul 7.00 malam. Saya sempat dibuat ketar ketir karena pesawat Nisa-Dicky delayed. Alhamdulilah, semua sesuai jadwal. Kami berlima kumpul di stasiun dan akan memulai perjalanan ke Banyuwangi. Pukul 10 malam tiba, tiba saatnya saya harus berpisah dengan mb Eli, om Zaenal dan Annie.
Kereta yang kami tumpangi penuh terisi. Awalnya saya cukup menikmati perjalanan naik kereta, apalagi saya sempat dibuat kagum ketika melewati kota tempat lumpur Lapindo meluap, kota yang terlihat mati. Sempat terpikir, kota mati seperti itu yang disukai para vampir. Gelap dan sunyi...
Tapi setelah dua jam berlalu, saya mulai merasa tidak nyaman. Kursinya keras, beberapa kali saya tidak nyenyak tidur dan gerak-gerak terus sampai Wawan yang duduk di sebelah merasa kesal. Ya sudahlah, berusaha untuk tidur walau terbangun beberapa kali. Berharap semoga perjalanan ini cepat selesai. Saya ingin cepat sampai.
Banyuwangi, here I come...!!

Wednesday, June 27, 2007

JaKaRTa BaSaH, MaCeTnYa DiMaNa-MaNa...

Sepuluh harian yang lalu, tepatnya hari Selasa minggu lalu, saya berangkat ke kantor serupa dengan hari ini. Tas dibungkus plastik besar, celana digulung dan pakai sandal jepit. Serta jas hujan yang melekat di badan. Waktu itu dan sekarang juga sama, hujan dan terjadinya di pagi hari. Macetnya juga sama saja. Bedanya, Selasa minggu lalu saya mengendarai motor dan terjatuh di daerah Pondok Indah. Kalau hari ini, untuk pertama kalinya saya naik motor lagi dengan dibonceng kakak. Tujuannya sama, ke kantor. Yah, this time I finally finished my way, not like the last time I went to office...
Jakarta pagi ini basah. Hujan yang deras segera membuat genangan dimana-mana. Bisa-bisa Jakarta banjir lagi seperti terakhir kali terjadi Februari lalu (mudah-mudahan ga). Sepanjang jalan, macetnya ya begitu deh.. Hujannya bikin sakit, karena curahannya tajam. Puncak macet dengan jalur Tanjung Barat - Pondok Indah - Kebon Jeruk adalah di perempatan sebelum relasi. Dari segala arah tumplek di tengah jalan. Bener-bener ga bisa jalan. Untungnya kakak saya handal cari jalan tikus. Ga kebayang deh liputan pagi ini lewat sana. Semoga jalan yang akan saya lalui nanti tidak terlalu macet, amin 3x.