Sunday, December 16, 2007

Wednesday, November 07, 2007

Boots..!!

Satu hal yang saya perhatikan sewaktu transit di Bandara Hongkong adalah para perempuan yang mengenakan sepatu bot. Tidak cuma satu dua, saya sampai menghitung sepanjang perjalanan bolak balik di bandara dan menunggu selama 3,5 jam, ada sekitar 40an wanita yang mengenakan sepatu bot. Ya, banyak. Saya juga memperhatikan kalau ternyata dipadu padankan dengan rok pendek atau panjang, celana pendek atau panjang, terlihat sama-sama menarik.
Speaking about boots, dari jaman saya masih kuliah kepengen banget sebenernya punya sepatu bot. Terlihat keren dan menarik. Tapi sampai sekarang saya malah belum punya satupun. Kayaknya sudah saatnya nih berburu boots..

Tuesday, October 30, 2007

...

Kalo diibaratkan, kepalaku sekarang kayak benang kusut. Saling nyangkut dan ngejelimet. Yang satu kelar dibenerin, eh yang satu lagi kusut. Kacau deh...
Menjelang keberangkatan, aku cuma berharap satu persatu persiapan kelar. That's all. Dan berharap disana pun aku tidak akan mengalami kesulitan besar. Aku berharap semua smooth dan asik. Ya Allah ya Rabb ku.. tuntun, bimbing, pimpin dan lindungilah hamba-Mu ini ya Allah.

Sunday, October 28, 2007

KeSaDaRan DiRi..

Saya menyadari banyak hal.
Ternyata, sifat bisa terbentuk dari kebiasaan.
Contohnya sifat jelek saya yang saya sadari mulai ada semenjak beberapa tahun ini. Bermula dari kelelahan yang luar biasa saat bekerja menimbulkan sikap tidak sabar yang berujung pada suka marah-marah. Aduh, jelek banget deh..
Yang bikin saya sangat menyesal, kadang ketika saya ga sabar dan marah-marah, takutnya bikin orang lain sakit hati, sedih atau yang lainnya. Dan pasti saya akan kepikiran terus meski orang itu ga bilang kalo dia sakit hati. Saya sangat tidak mau menyakiti orang lain.
Jadi, saya menarik kesimpulan kalau saya mesti lebih banyak istigfar. Terutama saat mulai tidak sabar. Supaya tidak jadi marah-marah. Lebih enak gitu. Saya ga cape hati. Dan terutama, saya tidak akan menyakiti orang lain... Mudah-mudahan saya bisa :)

Wednesday, October 24, 2007

JuSt BeLieVe in YoURSeLF

When you do something new that totally different from your habbits and specialty, it is usual if you feel nervous or down. Or feel that you can't do it. Its totally okay. Really. You don't have to be afraid. Because all that negative feeling are just temporary.
There is always a fisrt experience for everyone, including you. So, don't be afraid you can't do it. You just have to believe yourself "If others can, so why can't I?"
After that, prepare everything as good as you can, always pray and ask others who have more experience than you. Then the rest just let the time goes by and see what happen next.
Seems like a great advice huh?? I experienced it to myself in this past few days. My duty to China, needs a lot of sacrifice. I'll go by my self, be a video journalist (VJ) all alone in the middle of nowhere for 27 days. Have to carry camera, tripod, powerbook and my own stuff by my self. This is also my very first experience to go to other country. Hmm, what a perfect combination.
After some panicking days, today I feel a little bit relax. Though my Visa is not ready, my skill to handle camera and streaming isn't perfect yet, and some stuffs I have to take care of. I believe in GOD. GOD will not give me something beyond my ability. GOD knows I've tried harder to make this duty success. So, no need to worry Ayu. You can do it!!!

Monday, October 08, 2007

Pua$a MenJeLanG LeBaRan

Tidak terasa, puasa tahun ini sudah mendekati hari-hari terakhir. Rasanya cepat sekali berlalu. Ada sedikit rasa penyesalan karena di tahun ini saya tidak bisa banyak beribadah seperti yang saya inginkan karena pekerjaan dan juga lain hal. Namun setidaknya, saya selalu berusaha menjalankan ibadah dengan baik.

Biasanya saya selalu menghabiskan waktu berbuka puasa dengan banyak teman, baik teman SMU, kuliah juga teman-teman lainnya. Namun rasanya tahun ini sulit sekali mencari waktu yang pas untuk berbuka, mengingat libur yang hanya seminggu 2 hari dan orang-orang yang biasanya saya habiskan waktu berbuka bersama. Bahkan ya, tragisnya, buka puasa bersama teman SMU kelas 2 malah baru akan diadakan pada hari Jum'at 12 Okt 07. Mepet banget dengan lebaran. Tapi kalau tidak berbuka dengan mereka, ya rasanya ga afdhol aja gitu loh...

Namun yang membahagiakan, tahun ini usaha kue lebaran mama lebih laris dari tahun lalu. Senang rasanya melihat mama bahagia melihat kuenya laku di pasaran. Apalagi memang mama kan udah ga banyak kerjaan yang bisa dilakukan. Jadi daripada bengong mending melakukan sesuatu yang menghasilkan. Selain itu, adik mama (mb Lina) dan keluarga bisa berlebaran bersama di Jakarta setelah bertahun-tahun tidak pernah bersama. Ditambah, liburan lebaran saya dapatkan seminggu lebih. Sudah kebayang deh bagaimana saya menghabiskan waktu dengan DVD dan buku-buku yang saya beli untuk liburan lebaran besok...

Monday, September 03, 2007

NiKen JanGaN SeDiH yaa...

Ada satu kebiasaan yang terjalin antara saya dan Niken. Setiap hari sebelum saya berangkat kerja, saya terbiasa memberi buah apa saja: apel, tomat, pisang, lengkeng, apapun yang ada di kulkas hari itu. Dan nampaknya, Niken memang menanti-nantikan saat saya memberi makanan padanya. Karena kalau saya absen ngasih dan melongok ke pohon tempat Niken berteduh, dia melihat ke arah rumah saya seakan mengharap saya keluar untuk memberi makan.
Aduh, saya kepikir kalau setelah Kamis besok saya sudah pindah, Niken bakal sedih ngga ya? Karena tentunya saya tidak bisa memberi makan lagi padanya. Padahal sekarang kami sudah sahabatan. Seperti tadi pagi saat saya memberi makan, dia memegang tangan saya seakan tidak mau melepas. Seakan menyadari bahwa saya akan pindah dan tidak bisa memberi makan lagi setiap hari. Dari dulu saya berpendapat bahwa binatang bisa sangat peka terhadap keadaan sekitarnya. Dan saya yakin, Niken pun sudah merasakan aura perpisahan kami yang tinggal menghitung hari.
Niken, jangan sedih ya.. kalau saya libur dan ada waktu luang, saya pasti akan datang dan bawa banyak makanan.

KeBoN JeRuk, HeRe I CoMe...!!

I finally take a big step to move from my place in Tanjung Barat Jakarta Selatan. It is a hard decision because I've lived there for four years. But I think, this is the best for us (Mom, me and mas Doni). We (me and mas Doni) work in Jakarta Barat area, and our new place is the nearest, beside than Tanjung Barat. I hope a new place will bring a new fortune and a new bright day in our life, amin.. 3x...

Monday, August 27, 2007

I do Feel..

I never know this would impact me.. but I do feel a little bit hurt. I think that my ego's being hurt. It's okay, it's just the simple lesson for me to be wiser in the future. I just hope that all I've done in the past were right. I don't want to regret what I've decided...

Monday, August 20, 2007

GeDe ARia

Gede Aria. Satu nama yang memberi kesan pada masa kecil saya. Sewaktu saya duduk di bangku SMP kelas 1, saya mengikuti kegiatan karate di SMP lain (SMP 44) dekat rumah. Saya bersama teman rumah bernama Suci dan Mas Doni rutin seminggu 2 kali mengikuti latihan. Saya mengikuti karate agar bisa menjaga diri. Namun, setelah bertemu cowok bernama Gede Aria, ada motivasi lain yang membuat saya rajin latihan.
Saya bertemu dia setiap malam. 2 jam sehari dan 4 jam seminggu. Pertemuan dengannya berawal dengan kejadian iseng yang dilakukannya. Sebelum memulai latihan, semua anggota diwajibkan lari keliling lapangan. Saya yang rambutnya selalu dikuncir atau dikepang diledek olehnya dengan panggilan kuncir kuda. Saya marah. Namun ada rasa senang juga akhirnya. Lari keliling lapangan selalu berakhir dengan kejar-kejaran. Dan setiap kali latihan, istirahat maupun pulang latihan dia selalu menggoda saya. Hanya saya. Dan itu membuat hati saya berbunga-bunga.
Gede Aria adalah cowok berkulit putih dengan senyum menawan. Tawanya terdengar renyah, candaannya nyebelin namun ngangenin. Selalu semangat dalam setiap kesempatan. Tapi pertemuan kami hanya terjadi selama beberapa bulan. Saya berhenti latihan. Dan kami tidak pernah bertemu lagi sejak itu. Saya tidak punya nomor telepon dia, begitupun sebaliknya. Saya tidak tahu dimana rumahnya, begitupun sebaliknya. Kami hanya saling bertemu, menyapa dan saling goda di SMP 44 empat jam dalam seminggu.
Gede Aria, sekarang ada dimana ya? Seperti apa rupanya, masih ingatkah pada saya?

Friday, August 17, 2007

HaRi KeMerDeKaaN

Yang langsung terekam dalam memori saya tentang hari kemerdekaan adalah upacara, pawai dan lomba. Tidak lupa lagu-lagu kebangsaan yang dikumandangkan selama pawai atau diputar saat lomba sedang digelar. Pengalaman upacara bendera Agustusan selama bertahun-tahun tidak ada yang berkesan. Saya lebih terkenang dengan pawai dan lomba nya.
Semasa kecil (terakhir saya mengikuti pawai saat kelas 1 SMU), setiap Agustusan saya selalu sibuk dengan segudang rencana akan mengenakan baju apa untuk pawai nanti. Saya paling ingat di suatu hari, mama mendandani kami (saya & 2 teman sebaya di rumah Gading Raya). Entah kenapa mama mendandani saya paling terakhir. Selama mama sibuk saya main bersama ayam pitik piaraan saya sambil berharap saya bisa cepat mendapat giliran didandani. Ketika akhirnya giliran saya, waktu sudah mepet. Mama panik, saya lebih panik. Maklum, saat itu saya masih kecil (kalau ingatan tidak salah, masih umur 10 tahun) dan saya tidak mau ketinggalan pawai. Rumah kami sempit, di dalamnya terdapat banyak orang dan barang. Hilir mudik orang makin menambah keruwetan. Dan terjadilah kecelakaan, ayam pitik saya keinjak dan mati. Ya, mati. Dan saya sedih sekali. Entah kenapa, momen hari itu sulit untuk saya lupakan... Tapi, yah, akhirnya saya dan 2 teman saya bisa ikut pawai walau sedikit terlambat.
Kalau lomba, sepertinya lomba makan kerupuk, balap karung, masukin paku ke botol, dandanin cowok dengan mata tertutup dan lomba lain yang pernah saya ikuti, rasanya saya tidak pernah menjadi pemenang pertama. Tapi lain cerita dengan lomba olah raga. Di tempat saya tinggal sekarang, 2 tahun lalu saya sempat mengikuti lomba bulu tangkis ganda putri. Awalnya kami selalu ditertawakan. Permainan kami biasa, lebih banyak ngocehnya malah. Tapi ternyata kami malah menang menjadi juara pertama dan dapat hadiah gelas 1/2 lusin. Lucu juga..
Kalau tahun ini, mungkin bukan sekedar upacara, pawai atau lomba. Tapi saya lebih ingin mengingat jasa para pahlawan dan menghormati pengorbanan mereka dengan memberikan kontribusi yang positif bagi Indonesia...

Tuesday, August 14, 2007

A LoNG WaY To OFFiCe..

Since last nite my brother told me he couldn't go home. And I have to go to office by myself. I think of some way I can arrive at office as fast as I can. The last one is the best solution coz I don't have to deal with traffic all the way.
But it is a long way to office. I have to change 5 vehicle. Start with ojek (Jl. Nangka-Ragunan) Rp.10.000. Then Busway (Ragunan-Mampang) Rp.3.500. Metromini 602 (Mampang-Kuningan intersection) Rp.1000. Then I take bus 46 (Kuningan intersection-Slipi) Rp.2.500. The last one is bus 45 (Slipi-Tol Kebun Jeruk) Rp.3.000.
Fiuh, it definetely is a long way but I saved time from traffic and I'm thankful for that..

Wednesday, August 08, 2007

One of My Bad DaY

Okay, maybe for some people this could answer your curiousity...
Yesterday was not good, far away from it. I can say that it was one of my bad day. I worked nite, start working (should be) like at 3 - 4 P.M. But the fact was, at 2 P.M I already at office. It was okay. But after that, bad things came one by one.

I had to find 3 segment for G.S and other's already in office. There were 3 different news in the same time (it was at 3 P.M, others who work at morning should've known that they have to handle that.. not me!!) but I have to covered all by my self.

My driver brought father and nephew in our duty. My cameraman was sick. Then, I argued with my friends from other's station. Then my coordinator, boss and office called many times. And everything went bad than ever. I felt miserable and I wanted to cry but I didn't want to see my self weak..

Today I feel better. I don't want it ruin my mood today. What I really want is everyone in my team can work better than now, not giving responsibility to others and give hell to others while they can easily enjoy their time in home.

Monday, August 06, 2007

Bad Mood ??

Pagi ini Niken terlihat murung. Biasanya kalau pagi-pagi saya menyapa dia, dia langsung menoleh dan terlihat bersemangat. Tapi pagi ini beda, dia cuma tidur-tiduran aja. Aduh, Niken kenapa ya?? Kalo monyet ngerasain bad mood juga ga ya?

MaCeT..!!

Ampun deh. Jalanan makin lama bukannya makin lenggang tapi makin ga bisa jalan. Kemarin berangkat dari rumah jam 8 pagi dengan jalur yang sama (Tj. Barat - Pondok Indah - Kebon Jeruk) macetnya luar biasa. Hari ini berangkat lebih pagi, jam 7 pagi dari rumah tetep aja macet. Pusing kepala ngeliatnya. Cape ngejalanin rutinitas macet yang tidak ada habisnya. Seharusnya pemerintah mulai concern dengan keadaan yang makin semrawut ini. Ada perubahan yang dilakukan, seperti misalnya pembatasan pemilikan kendaraan per keluarga. Pengurangan angkutan serta penertiban di jalan. Karena salah satu sebab macet karena angkutan yang tidak tertib dan para pengguna jalan yang tidak punya aturan. Semua berpikir "ga perduli yang lain, asal gw cepet sampe di tempat tujuan". Sampai kapan mau begini?? Saya sudah muak. Sudah lama saya merasa muak. Tapi selama ini tidak dirasa aja, mencoba menikmati kemacetan. Padahal, sumpah yang namanya macet ga ada nikmat-nikmatnya...

Wednesday, August 01, 2007

Ga ADa PeRuBaHaN

Aduh, kirain bakal ada perubahan. Ternyata ga ada perubahan sama sekali. Nyesek deh rasanya.. Yah, I really need to think twice about my future. Coz, this is not the time where I can relax and pretend it is okay. I've done anything for it. And I think I deserve better than this. Ughh... kenapa harus begitu sih. Nunggu sampai genap 4 tahun, then.. kalau ga ada perubahan berarti sudah harus memikirkan yang lebih baik dari sekarang.. Semangat!!!

Tuesday, July 31, 2007

DaMaRa

Saya punya sepupu dari perkawinan mb Tuti dan mas Taufik (mb Tuti adalah adik papa) namanya Damara. Sudah lama juga saya tidak bertemu dengan mereka sekeluarga. Sudah berapa tahun, saya lupa tepatnya. Sebelum menikah dulu, mama memang akrab dengan mb Tuti, karena mb Tuti sempat kost di daerah Depok dan intensitas pertemuan kami lebih banyak bila dibandingkan dengan saudara papa yang lainnya. Namun, semenjak mas Taufik dipindahtugaskan ke Ternate, kami jarang bertemu. Damara punya dua adik perempuan. Terakhir saya lihat, Damara masih kecil. Dan sekarang, Damara sudah duduk di kelas 5 SD. Banyak hal yang baru saya ketahui tentang dia. Ternyata, Damara hobi menulis dan membaca. Terlihat dari surat yang dikirimkan ke neneknya dan ke saya. Tulisannya segar, sesuai dengan umurnya. Polos dan penuh warna. Saya sampai geli sendiri membacanya. Jadi kangen sama mb Tuti sekeluarga, kapan kami bisa ketemu ya...???
Sedikit penggalan surat Damara:
Tentang Ternate. Wilayah kepulauan yang terdiri dari 500-1000 pulau besar dan kecil, banyak yang belum dihuni. Luas daratan hanya 25% dan 75% perairan. Malaku Utara berdiri beberapa kerajaan Islam yaitu kesultanan Tidore, kesultanan Ternate, Jailolo dan Bacan. Penghasilan utama adalah hasil laut itu pasti, ada juga tambang nikel dan emas.
Kita tinggal di kaki Gunung Gamalama. Mula-mula kami panik bila terjadi gempa, sekarang terbiasa. Bahasa sebagai komunikasi masing-masing pulau punya dialek dan kosa kata sendiri. Tapi secara umum komunikasi dipengaruhi oleh bahasa Manado.
Liburan sisa satu hari, hari ini kami di rumah saja. Meski Sabtu-Minggu libur kerja, kali ini Lanal ada tamu makanya semua masuk kerja. Padahal kami ada rencana keluar sama bapak. Tanpa sengaja saat makan siang Aldhara memecahkan piring. Aku juga.... tentu membuat ibu emosi. Tapi kami nggak marah karena memang kami tak mendengar peringatan ibu. Maafkan kami ibu. Pipiet lagi kasih tumpah bibit tanaman bapak, tidak ada waktu untuk marah-marah. Bapak harus berangkat lagi acara makan malam. Sssttt.... soal piring besok-besok pasti bapak akan tahu.

Monday, July 30, 2007

NiKen pun Bisa MeMiLiH...

Menjelang pemilihan cagub dan cawagub, banyak poster-spanduk-bendera dan segala atribut bertebaran di Jakarta. Kadang sampai geli sendiri karena para penempel dan pemasang atribut tersebut kreatif mencari tempat lowong di tiap jalan. Motonya, yang penting nempel... hehehe... Saya bukan ingin membahas soal pemilihan yang semakin memanas tersebut, karena jujur saja saya tidak, atau belum tertarik tepatnya dengan dunia politik.
Saya ingin membahas soal Niken, monyet peliharaan kru sinemart yang mengontrak persis di depan rumah saya. Niken, si bintang sinetron, dipelihara untuk keperluan syuting. Tapi Niken ini penurut dan lucu. Kalau ingin minta makan, tangannya ditepuk-tepuk ke pahanya. Kalau ada yang mau kasih makan, tangannya mengulur dan makan dalam diam. Pernah juga saya lihat dia main bola. Entah apalagi yang dia bisa. Pagi ini, sebelum jalan ke kantor saya memberi dia pisang. Sebenernya kondisi pisang sudah tidak terlalu bagus. Warna sudah agak coklat karena sudah beberapa hari di kulkas. Tapi saya kasihan melihat Niken yang sepertinya pagi ini kelaparan. Dia menerima pisang yang tidak dalam kondisi baik walau awalnya agak ragu. Tapi Mama bilang mungkin dia ga suka, lihat-lihat di dalam kulkas ada bengkoang. Mama kupas dan memberikan kepada saya. Saya langsung kasih ke Niken, dan ajaib, pisang di tangan langsung dibuang dan bengkoang yang baru saya kasih lahap dimakan. Ternyata, seorang monyet pun bisa memilih. Mungkin awalnya Niken menerima pisang karena tidak enak, atau karena kelaparan dan tidak ada pilihan.
Balik ke cerita pemilihan cagub dan cawagub. Masyarakat Jakarta sekarang dihadapkan pada dua pilihan. Hanya dua pilihan, yang dalam kampanye sekarang mungkin menjanjikan segala macam hal muluk dalam perbaikan Jakarta. Saatnya kita memilih. Jangan terpancing dengan segala janji dan iming-iming uang. Jangan memilih karena tidak enak, atau karena tidak ada pilihan. Dan siapapun yang menang, saya cuma berharap akan adanya perbaikan yang lebih baik dari keadaan sekarang. Bukan sekedar janji di saat kampanye saja...
Niken hanya seorang monyet yang diikat di pohon depan rumah saya, tapi dia bisa memilih yang lebih baik dalam keterbatasannya. Kalau Niken bisa, kenapa kita tidak...???

TeRKeNa RaNJau...

Berhati-hatilah bagi para pengguna jalan Panjang (terusan dari Relasi sampai Pondok Indah). Terutama yang melewati pinggir jalan karena sepanjang jalan tersebut, terutama dari Permata Hijau-Simprug-Kebayoran Baru banyak ditebar ranjau seperti paku yang tentu saja bisa membuat ban motor dan mobil yang lewat kempes. Seperti yang saya alami tadi malam. Mas Doni (kakak) dan saya melewati jembatan setelah Permata Hijau dan beberapa ratus meter setelahnya ban belakang motor kami kempes. Beberapa meter kami menyusuri jalan dan mencari tambal ban terdekat. Alhamdulilah, seratus meter di depan ada tukang tambal ban. Saya memperhatikan, banyak juga motor dengan ban kempes. Motor kami adalah motor ketiga, yang setelah kami pun ada motor lain yang jadi korban. Kejadian ini cukup mengganggu, karena saya juga pernah mengalaminya ketika mengendarai motor sendiri. Hanya tempatnya agak ke depan lagi (setelah perempatan Kebayoran Baru). Pernah juga, saya diantar teman dan mengalami kejadian serupa. Saya jadi concern dengan para motor (terutama) agar tidak memilih pinggir jalan walau jalanan macet. Karena meski polisi sweeping jalanan dari paku di siang hari, ada saja yang menyebar kembali. Saya tidak tahu, siapa, apa dan kenapa ada oknum yang menyebarkan paku. Kalau alasannya untuk mengais rejeki, sebaiknya dihentikan saja. Karena rejeki yang didapat dengan cara seperti itu bukan rejeki halal. Selain itu, kalau semua korban kesal dan mengutuk si penyebar, kebayang kan berapa banyak dosa yang dia kumpulkan??? Ahh... Jakarta, terlalu banyak yang perlu diperbaiki. Baik infrastruktur maupun moralitas para penghuninya...

Tuesday, July 24, 2007

ANaK BaGoNg Mau LeWaT

Numpang.. Numpang.. anak bagong mau lewat..
Kata-kata di atas terlontar dari mulut saya setelah bertahun-tahun tak pernah saya dengar apalagi saya ucap. Bermula saat saya, Oke dan Molan selesai liputan dengan membawa mobil liputan sendiri (we're lack of drivers, it's pathetic actually). Dan kami ngobrol ngalor ngidul yang saya lupa bermula dari obrolan apa. Lalu obrolan pun bergulir ke cerita seram yang dialami oleh orang Global yang melihat penampakan yang muncul dari dalam box biru besar yang terletak tepat di depan pintu kantor kami. Cerita nyata yang lumayan menyeramkan, saya refleks ngomong "Numpang.. Numpang.. anak bagong mau lewat.."
Pertama kali saya mengetahui kata tersebut ketika saya duduk di bangku SMP. Mb Neni, tante saya yang memberitahukan kalau kita ke tempat yang belum pernah dikunjungi, atau misalnya mau lewat di hutan atau gunung kita mengucapkan kata keramat di atas untuk keselamatan. Dulu, sewaktu rumah saya di Gading Raya, kalau malam memang terlihat menyeramkan ditambah cerita adanya penunggu di pohon mangga besar di dekat rumah. Jadi saya suka menyebutkan kata tersebut. Mungkin sebenarnya tidak ada pengaruh apa-apa dan refleks ucapan tersebut terlontar karena didera rasa takut. Apalagi dulu sewaktu kecil saya sering di rumah sendirian.
Ternyata eh ternyata, Molan juga pernah mendengar cerita mengenai kata-kata keramat di atas. Dan entah dari mana asalnya kata tersebut dikenal banyak orang. Bima, teman saya juga ternyata tau kata tersebut yang diketahuinya karena melihat yang lain berucap seperti itu. Lucunya, kata Molan bagong dalam bahasa Sunda artinya babi. Dan menurut Bima, dalam bahasa Jawa juga artinya babi. Berarti, kalau saya dan semua yang lainnya berucap begitu, artinya kami anak bagong (babi) dong?? hehe... ga tega nyebutnya..