Friday, September 23, 2011

Fool Me

Call me stupid for forgiving him, eventhough he hurt me again and again. Call me stupid for still loving him, though he didn't treat me right. Call me stupid for still caring him, though he lied and fool me all the time.

Yes, fool me.. Coz I can't change the situation to be better. Yes, fool me.. Coz he played me like a toy without thinking how I feel about it

Sunday, September 11, 2011

Ma.............

Aku bermimpi Ma.. Engkau meninggal. Dan betapa sedihnya aku melihat jasadmu terbujur kaku. Tak ada lagi nafas yang terhembus. Dan aku hanya bisa melihatmu dengan seribu penyesalanku. Banyak hal yang belum kulakukan untukmu Ma. Banyak kebahagiaan yang belum kuberikan untukmu Ma. Dan aku hanya bisa menangis dan menyesali waktu-waktu yang terbuang percuma karena keegoisan kita berdua.

Dan aku pun terbangun. Dengan air mata sungguhan yang mengalir di pipi. Ma... aku merindukanmu. Aku ingin tidur di pangkuanmu dan merasakan lagi kasih sayangmu. Meski sekarang aku pun sudah menjadi ibu, masih bolehkah Ma?

Ribuan kilo jarak yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki penuh darah penuh nanah
Seperti udara kasih yang Engkau berikan
Tak mampu ku membalas....... Ibu
(Iwan Fals, Ibu)


Past VS Future

Masa lalu adalah dia. Dan masa depanku kamu. Tapi semua bercampur baur menjadi satu... membelitku dengan emosi dan kenangan yang selalu datang silih berganti. Tidak seharusnya ada perbandingan, karena tentu saja kalian berbeda. Dua manusia yang sangat berbeda tapi sama. Kalian sama-sama lelaki. Yang telah mengisi hidup, hari-hariku dan pikiran serta perasaanku. Aku menyayanginya... tapi dulu. Sekarang yang tertinggal hanyalah kenangan. Dan aku menyayangimu. Karena kamulah masa depanku. Tanpa kamu aku tidak sempurna. Tapi dia selalu mengisi kekosongan yang kamu torehkan dalam hatiku. Dia menyayangiku seperti aku ingin kamu menyayangiku...

Officially 28

Happy birthday to me...
Sehari menyandang status umur 28 tahun. My God.. udeh tue yeee... hehehehe. My life is like roller coaster, sometimes up and sometimes down. Must be happy in every condition, gak boleh mengeluh. God doesn't like it so I have to take all with smile no matter what.

Now: status menikah dengan satu anak laki-laki yang lucu dan menggemaskan. Pekerjaan full time mom. Domisili alhamdulilah rumah sendiri di Bekasi Barat.

Me.. 1 year a go: menikah dengan satu anak, bekerja, tinggal di kontrakan daerah Utan Kayu
Me.. 5 years a go: belum nikah, baru lulus kuliah en masih freelance, tinggal di kontrakan Tanjung Barat
Me.. 10 years a go: belum nikah en baru pake jilbab, masih kuliah, tinggal di rumah nenek di Cipinang



Wednesday, August 31, 2011

Lebaran Ceria

Buka internet, browsing-chatting-cek email adalah satu hal yang langka buatku. Seringkali ketika sedang senggang di rumah aku ingin menulis sesuatu. Aku ingin update status facebook ku. Aku ingin melihat email dari teman-temanku. Dan aku ingin mengobrol dengan teman-teman yang sedang berada di dunia maya. Tapi sekarang ketika dihadapan komputer dan Hasan sedang bermain dengan saudara-saudaranya aku malah bingung mau menulis apa. Semua yang ada di dalam pikiran menguap entah kemana.... payah.....

Hmmm... mungkin aku bisa bercerita tentang hari ini. Hari ini tanggal 31 Agustus 2011. Hari raya lebaran. Sebagian mungkin sudah merayakan lebaran kemarin. Aku selalu merasa bingung, kenapa soal lebaran saja harus ada perbedaan. Kalau aku sih pastinya mengikuti pemerintah, bukan karena aku warga negara yang baik. Tapi aku merasa seharusnya kita memang mengikuti aturan yang ditetapkan pemimpin.

Harap harap cemas ketika mau sholat ied. Maklum saja, Hasan yang berusia 21 bulan adalah anak yang sangat aktif. Sungguh!!! kalau saja kalian melihat tingkahnya, pasti baru percaya. Akhirnya bermodalkan pita aku mengajak Hasan ke lapangan. Dan ketika mau sholat, aku mengikat kaki Hasan dengan pita yang dihubungkan dengan kakiku. Hahhaa... tega ga tega tapi harus begitu. Jadi Hasan ga kabur en aku bisa sholat dengan khusyuk. Setelah sholat kami lebaran dengan tetangga lalu cabs ke rumah nenek di Cipinang. Disana semua pada kumpul. Berlanjut lebaran ke Klender dan terakhir di Serang.

Hasan seneng banget bisa main kesana kemari dan banyak saudaranya yang mau ngajak main. Maklum, sehari-harinya cuma bisa main sama Umi nya aja. Sampe bosan kali, hehehehehe....

Met lebaran semua... semoga ramadhan tahun depan kita bisa beribadah lebih baik lagi... amin

Monday, August 01, 2011

Dream High...


Bagaimana ya rasanya dicintai seperti Sok Sam Dong mencintai Go Ye Mi? (penulisannya bener ga ya). Dari awal melihat serial Korea Dream High di Indosiar, aku langsung jatuh cinta. Aku selalu suka film tarian, sebut aja Honey, Step Up, dll yang aku punya koleksinya. Dan serial ini (tidak seperti sinetron Indonesia yang syuting nya disitu-situ aja, ceritanya ga banget, dan selalu ambil close up supaya ga keliatan syutingnya ga pindah-pindah), serial ini bagus banget. Mulai dari loksyut nya, pemainnya, jalan ceritanya, musiknya, kostumnya. Semuanya menyihir... hehehhe.... bukan lebai, tapi emang kayak gitu rasanya. Memang Korea kalau bikin serial bagus-bagus. Ga nyesel nontonnya. Anakku Hasan aja seneng liatnya, pasti ada adegan tarian dia ikutan joget.. haha, jogetnya ga kalah deh!!!!

Sayangnya cuma ada 17 episode, ughhh... sebentar banget. Padahal rasanya baru aja melihat eh udah habis. Awalnya kupikir Go Ye Mi akan jadian sama Jing Guk, tapi di tengah-tengah aku malah jatuh cinta sama si anak desa Sok Sam Dong yang sangat berbakat dalam bermusik dan mencintai Go Ye Mi sepenuh hati, walau dia tau Ye Mi mungkin ga suka sama dia. Cinta yang tulus.... ahhhh.... aku sampe nangis waktu adegan Sam Dong nyanyi padahal ga denger apa-apa, dan Ye Mi yang membantunya menemukan nada... kata Sam Dong "Musik adalah kamu, kamu adalah musikku..."

Akhirnya Ye Mi menyadari kalau dia mencintai Sam Dong. Sayangnya ga diceritakan spesifik apakah jadian atau menikah... jadi gantung dan bikin aku geregetan. Ada lanjutannya ga ya???

Kayaknya aku harus punya koleksinya nih...!!!

Monday, December 27, 2010

Indonesia Kamu Bisa!

Bisa dibilang saat ini di Indonesia tidak ada pemberitaan lain yang lebih menarik selain sepak bola. Ibu-ibu, perempuan muda, anak-anak remaja, bapak-bapak dan banyak orang yang tadinya biasa saja dengan bola menjadi 'kalap' dan asik cerita soal permainan Irfan Bachdim, Christian Gonzales, Firman Utina atau Markus Horizon. Demam bola mampu mengalahkan pemberitaan soal naiknya harga bahan pokok, kasus-kasus yang tidak selesai, isu perceraian ataupun bencana alam. Masyarakat seakan tersihir untuk terus mengikuti dan membicarakan para jagoan Indonesia di dunia olah raga.
Mereka mengelu-elukan. Mereka memakai baju dan jaket yang sama dengan pemain timnas. Mereka membeli segala pernak pernik bola. Mereka mengantri hingga terjadi perkelahian demi memperebutkan tiket menonton pertandingan. Mereka bahkan rela menunggu seharian di tempat timnas Indonesia menginap hanya sekedar mengharapkan tanda tangan, melihat secara langsung atau foto bareng.
Kemenangan mutlak membuat semua 'keasyikan'. pemberitaan jor-joran. Fans dadakan yang fanatik dan membabi buta. Namun ketika kekalahan di kandang lawan dengan skor cukup telak 3-0 langsung membuat semua seperti kehilangan pegangan. Mereka lesu. Mereka tidak percaya. Namun itulah sepak bola. Kadang menang, kadang kalah.
Aku pribadi cukup senang dengan kekalahan ini. Bukan karena tidak ingin Indonesia menang. Namun karena lebih banyak manfaat yang bisa dipetik dari kekalahan. Yaitu bagaimana kita bisa menerima kekalahan. Apakah kita mampu menerima kekalahan dengan hati lapang, apakah kita bisa belajar mengenal kekurangan dan berusaha memperbaiki diri, apakah kita bisa bangkit dan meraih kemenangan di pertandingan selanjutnya. Karena pertandingan tidak berhenti disini. Masih banyak PR di depan yang harus diselesaikan.

Ayo Indonesia, kamu bisa! .

Thursday, December 16, 2010

What Love is............

It's so funny how time can make our mind change about something. I remember when I was in high school I was so naive and believe so much in love. Yes, I argued with friends who chose money than love. While I was the only one who taught that if life without love then it will be nothing. And money, we can get it every time as long as we try. But it suddenly change when I was in college. I actually didn't trust so much about love. And it constantly same when I was working several years a go. But when I met my husband at the first, second, third, etc times... I, little by little start to believe in love again.

But it starts to change again... now, I honestly don't know what love is. I'm lost in the middle of my own world. I can't understand anything more. Right now, I really need an answer where do I have to stand. Right now, I need a reason about what I've been through.. right now, I need someone to show me what love is. Because I really don't know what I have to do for tomorrow, and all days I have to go through...............

Sunday, October 17, 2010

Aku Merindukanmu....

Aku merindukanmu Abi...
Baru sehari saja rasanya lama sekali,
Cepat kembali...
Aku & Hasan menunggumu di sini
Selama 2 minggu ini,
Kami akan baik-baik di rumah
Mendoakanmu selalu
Semoga pekerjaanmu lancar
Semoga kesehatanmu tetap terjaga
Semoga sholat menjadi prioritas utama
Semoga Abi baik-baik saja
Kami menyayangimu.... selalu....

Tebet Keder

Ini cerita tentang liputan beberapa hari yang lalu. Hari itu dapat dua liputan yang lokasi nya di Tebet. Pertama di Jl. Tebet Barat Dalam VII, kedua di Tebet Timur Raya. Terdengar mudah dicari alamatnya, tapi ternyata eh ternyata... seharian itu kami keder sendiri mencari alamat sampai harus muter-muter entah keberapa kalinya. Tebet Barat terbagi menjadi Tebet Barat, Tebet Barat Dalam, Tebet Barat Raya, Tebet Dalam. Begitu juga dengan Tebet Timur nya. Ampun DJ.. Tebet emang bikin keder..

Monday, September 27, 2010

Kembali Pulang

Di suatu masa,
kita pernah berbagi cerita
Tak semua bersenandung duka
Tak selalu tercipta lara
Ada tawa canda,
ada saatnya kita saling menyembuhkan luka
Ada juga persahabatan yang terbina
Dan kini,
kau telah kembali pulang
Bertemu dengan-Nya dalam buaian
Dia tau yang terbaik untukmu, sahabat
Dunia ini hanyalah persinggahan
Selamat tinggal..
Selamat jalan..
Semoga Allah melapangkan jalanmu
menuju kebahagian yang kekal

(created by Ayoe, Sept 27th 10)

Monday, September 20, 2010

My Son







Udah lama pengen upload foto anakku Hasan, baru kesampaian sekarang. Foto-foto ini diambil beberapa hari yang lalu. Di pagi hari, tepatnya di suatu desa yang berada di Sleman, Jogjakarta. Ceritanya Hasan lagi sarapan sambil jalan-jalan. Tapi namanya anak kecil yang rasa ingin tahunya besar, ga betah digendong doang. Maunya turun ke jalan. Apalagi Hasan lagi seneng-senengnya diajak titah. Kepengen jalan tapi belum bisa jalan sendiri, alias mesti dituntun. Eh, lama-lama malah duduk di jalan. Ya sudah, daripada dilarang nangis... biar saja Hasan mengenal dunia (cieee... ) dengan menjelajah jalan yang kira-kira lumayan bersih (untuk ukuran jalan). Dari mulai pake sepatu, sampai dilepas... dari gaya santai sampai gaya kura-kura, halah!
Umi sama Abi nya, yang memang lagi getol-getolnya mengabadikan foto Hasan (mumpung ada kamera pinjaman dari bude nya, hihi) asik foto-fotoin Hasan sambil gantian nyuapin sarapan. Dan inilah hasil bidikan fotografer amatiran, hehehe....

Sunday, September 19, 2010

Dan Hujan pun Datang..

Ahh... kamu hujan. Kupikir siapa. Sudah lama kamu tidak mengunjungiku. Kupikir kamu lupa padaku.
Ada apa denganku? .... tidak ada apa-apa.
Kamu memang mengenalku, ya, memang ada yang sedang membuatku gundah.
Terlihat sekali ya? apakah wajahku keliatan sangat jelek? pasti mataku yang membuatmu berpikir aku habis menangis.
Haha, mana ada yang tetap terlihat cantik setelah menangis seperti ini.
Aku tidak ingin bercerita. Kupikir tidak ada gunanya juga aku bercerita.
Bukan aku ingin main rahasia. Kamu tau semua kisah hidupku. Kamulah yang mengantarkanku dari masa kanak-kanak menuju remaja. Dan menuju dewasa. Tapi masalahnya....
Aku bingung harus memulai dari mana. Seperti lingkaran yang tidak ada habisnya.
Bagaimana kalau aku saja yang bertanya?
Kamu kenal aku seumur hidup. Apakah aku manusia yang tidak memiliki kelebihan dan kebaikan meski hanya satu saja?
Kenapa aku bertanya begitu? justru itulah kunci permasalahanku...
Kamu memang selalu bisa mengambil hatiku, but honestly... please answer honestly...
Aku merasa jadi orang yang paling tidak berguna. Semua yang kulakukan tidak pernah ada dalam kamus benar. Semua yang kulakukan tidak pernah sesuai. Aku menjadi rendah diri. Ahh, aku jadi ingin menangis lagi.
Hujan, ini bukan salahmu. Tidak, aku menangis karena aku cengeng dan lemah.
Tuh kan, kamu memuji lagi.. Jangan. Nanti aku malah menjadi manusia yang tambah terpuruk karena satu lagi kelemahanku, menerima pujian dengan hati riang.
Apa yang bisa kamu lakukan? Aku hanya ingin bersembunyi dibalik rintik-rintik yang kau tebarkan. Aku hanya ingin merasakan buliran hujan menerpa tubuhku dan membasuh semua kepedihan yang kurasakan.
Ya, itu cukup. Terimakasih sahabat.

All that I need now,
is the rain to fall from the sky
to wash away my pain inside... (mocca)

Monday, July 05, 2010

Berjibaku dengan waktu

Setelah melahirkan, ternyata hidup tidak sesantai yang aku bayangkan. Apalagi kami tidak memakai jasa pembantu alias mengurus semuanya sendiri. Dari mulai bangun pagi sampai mau tidur, kayaknya pekerjaan ga selesai-selesai. Hasan berumur 0 bulan, sampai sekarang Hasan 8,5 bulan alhamdulilah kami masih bisa mengatasi semuanya. Meski kadang rumah berantakan, no matter lah.. yang penting urusan Hasan beres.

Awal-awalnya stress. Walau sudah mengerjakan dengan ekstra cepat, tetap aja ga ke handle. Ya iyalah. Tanganku cuma 2. Aku juga bekerja. Belum lagi anakku butuh waktu yang banyak juga. Pekerjaan ku saat ini mencakup: nyapu-ngepel (kalau Abi nya ga sempet), nyuci piring, nyuci baju & jemur baju (kalau Abi nya ga sempet juga), nyetrika, masak, mandiin Hasan, buat makan pagi-siang-sore (diusahakan meminimalis makanan jadi di supermarket), ngajak main (ampun deh, Hasan kalau main rumah udah kayak kapal pecah. Semua dimainin, diberantakin. Tapi it's okay, selama anaknya senang, aktif & sehat :) ), nidurin Hasan. Belum lagi harus kerja..

Tapi hikmahnya, aku & Abi jadi pinter. Pinter ngurus rumah & anak, hehehe... setidaknya kami bisa jadi tim handal & bisa mengatasi semua bersama. Dulu sih aku selalu bawaannya cape melulu. Sekarang, menuruti nasihat Abi untuk mengerjakan satu-satu, santai tapi pasti. Dan kalau ga sempat ya ga dipaksa, kerjain besok aja. Jadi lebih enak. Aku juga ga terlalu cape jadinya...

Begini kali ya yang dialami hampir semua keluarga baru. Meski kadang melelahkan, namun menurutku menyenangkan..

Hidupku bagaikan P.E.L.a.N.g.I

Keajaiban tidak berhenti disitu! Selama di rumah sakit aku belajar menjadi ibu. Mulai belajar menggendong dengan aman, memandikan, memakaikan baju, menyusui. Semuanya serba baru. Menakjubkan, tidak bisa digambarkan dengan kata-kata!! Segala perasaan campur aduk. Senang, gugup, takut, bahagia, sedih, lelah. But overall, I'm satisfied :) Setelah 4 hari di rumah sakit, akhirnya kami pulang ke rumah. Satu keluarga baru, Abi-Umi-Hasan.

Di rumah, ga kalah seru. Kami memulai rutinitas baru, bergadang!!! Yup.. setiap 2-3 jam sekali Hasan pasti bangun. Entah pup, pipis atau haus. Adakalanya juga Hasan ga mau diletakkan di kasur, kalau kata orang-orang namanya bau tangan. Whatever it is, doesn't matter at all. Kalo maunya digendong Umi dan Abi nya selalu ada. Setiap kali ada sinar matahari, Hasan dijemur. Alhamdulilah, Allah memberi kami anak yang tidak rewel. Jadi, walaupun tidak menggunakan jasa pembantu atau baby sitter segala keperluan bisa dihandle kami berdua. Meski awalnya sempat kedodoran juga. Karena aku masih dalam tahap recovery, dan Abi nya juga harus bekerja.

Sekarang umur Hasan sudah 7 bulan.
Rutinitas kami jadi bertambah. Hasan sudah makan 3x sehari. Jadi aku dituntut kreatif dalam menyediakan asupan makanan yang bergizi. Kami juga harus memenuhi segala kebutuhannya, baik dalam perkembangan motorik, pendengaran, penglihatan dan secara sosial. 2 gigi bawahnya sudah tumbuh, jadi Hasan kalau ketawa terlihat menggemaskan. Hasan juga sudah merangkak dan belajar berangkang. Senangnya loncat-loncat dan diajak main ke lapangan. Yup!! semenjak pindah di kontrakan baru Hasan punya banyak teman seumuran. Jadi Hasan senang sekali kalau ke lapangan di pagi dan sore hari banyak teman bermain.

Dalam dua tahun belakangan, segala hal indah terjadi beruntun. Banyak suka dan duka. Banyak hal baru yang dipelajari dan dijalani. Semuanya seperti pelangi... begitu indah. Menjadi istri dan ibu, memenuhi kodrat yang diberikan-Nya padaku. Semoga aku bisa mengemban semua dengan baik. Amin

Sunday, July 04, 2010

Back again..!!

Huhuhu... sudah lama sekali tidak berkunjung ke blog ku ini, padahal banyak sekali peristiwa penting yang terjadi. Ternyata tidak menulis membuat perasaan jadi gundah gulana. Hehe, sedikit lebay.

Hmm, aku ingin memulai cerita dari detik-detik menjelang persalinan anak pertamaku, Hasan. Hasan lahir lewat seminggu dari perkiraan dokter. Aku tentu jadi merasa agak khawatir. Aku sudah melakukan rutinitas jalan kaki sejak mengandung 6,5 bulan. Dan tentu rajin sujud. Aku juga mengikuti senam hamil. Lama ditunggu akhirnya kamis dini hari (26 November 2009) aku mules-mules ringan. Agak bingung juga, apakah ini mules kontraksi atau hanya karena sakit perut. Subuh akhirnya dapat dipastikan aku sudah kontraksi. Hujan gerimis, namun aku dan Abi tetap berangkat ke RS Harapan Kita naik motor dengan jas hujan. Koboy!!! sampai di rumah sakit ternyata baru bukaan 2. Akhirnya banyak jalan kaki, mondar mandir. Sore Mbah Uti & Kung nya datang ikut menunggu. Menurut perkiraan dokter kemungkinan Hasan lahir pukul 11 malam. Tapi sampai keesokan paginya (27 November 2009) masih bukaan 4. Akhirnya pukul 8 pagi dokter memutuskan untuk menginduksi dengan memakai infus. Ini pengalaman pertama di infus loh! takut tapi demi Hasan. Dan selama 3 jam, mules-sakit-dan segala hal yang diceritakan semua orang terjadi. sampai akhirnya pukul 11.10 Hasan lahir dengan selamat. Hasan lahir dengan mata terbuka dan tangisan yang super duper kenceng. Allahu Akbar!! Aku dan Abi saling berpelukan dengan menyebut asma Allah. Hasan menjalani IMD dan rooming in. Ternyata Hasan ingin lahir di hari jum'at, pada saat hari raya idul adha. Subhanallah nak... Semoga kamu menjadi anak sholeh, rajin dan pintar sholat - ngajinya, berbakti pada orang tua, perduli terhadap sesama.. doa kami selalu menyertaimu :)

peristiwa melahirkan adalah salah satu keajaiban yang Allah berikan padaku. Alhamdulilah, semua berjalan lancar. Semua tidak mungkin berjalan lancar kalau tidak ada Abi yang menemaniku. Alhamdulilah, sejak masuk rumah sakit sampai keluar rumah sakit Abi selalu ada menemani dan mengurus segala keperluanku. Dengan sabar kurang tidur dan selalu berusaha membuat nyaman.... I love you Abi... always....

(bersambung)

Monday, November 09, 2009

PLN oh PLN

Mengganggu banget deh, akhir-akhir ini sering banget mati lampu. Bulan November aja udah hampir 5x mati. Padahal baru tanggal 10. Udah siap-siap mau nyetrika, eh mati. Lagi kepanasan, eh tiba-tiba mati. Lagi masak nasi, eh mati juga. Ampun deh.... bayar listrik ga pernah telat, tapi tetep aja mati. Gimana ya nasib barang-barang elektronik di rumah kalau sering mati begini. Pasti lama-lama bisa rusak, masa harus beli baru gara-gara kesalahan PLN?????
Please deh, kinerja nya diperbaiki. Jangan cuma bisa nyalahin pengguna listrik.. tapi coba intropeksi. Mungkin ada baiknya listrik ga cuma dipegang PLN tapi ada perusahaan lain milik swasta jadi ga monopoli & seenaknya begini...

Tuesday, October 27, 2009

Menjelang kehadiranmu, Nak..

Tidak terasa, sebulan lagi (insya Allah) anakku akan lahir ke dunia. Selama 8 bulan belakangan ini banyak sekali pengalaman baru yang kualami. Ada yang menyenangkan. Ada yang menyebalkan. Ada yang membutuhkan ekstra kesabaran.
Trimester pertama kulalui dengan banyak rasa khawatir, maklum.. kehamilan pertama. Ada keluhan sedikit dengan kondisi badan bikin aku takut anakku kenapa-kenapa. Makanan juga bener-bener dijaga, walau sesekali suka nakal juga kalau lagi muncul kepengennya. Muncul rasa mual kalau mencium masakan tumisan atau ikan. Mendengar cerita orang banyak menjadi salah satu trik agar aku bisa lebih paham dengan yang kualami. Selain itu juga berusaha banyak membaca baik dari majalah ataupun internet. Alhamdulilah aku sih ga pernah muntah atau mengalami hal yang lebih parah seperti yang mungkin dialami sebagian ibu hamil lainnya.
Trimester kedua keadaan lebih baik. Tidur lebih enak, badan juga rasanya fit tidak seperti sedang berbadan dua. Makanan semua bisa masuk. Pokoknya lancar lagh.
Dan sekarang di trimester ketiga, badan sudah mulai terasa berat. Tendangan anakku makin terasa, which is good karena artinya di dalam rahimku bayiku tumbuh sehat. Tapi kaki suka kram, alhamdulilah sudah ketemu solusinya supaya ga kram. Kadang juga suka bengkak. Dan akhir-akhir ini yang mengganggu adalah tangan suka semutan, kadang malam suka ga bisa tidur karena sakit. Jadi ga bisa melakukan aktivitas segesit biasanya.
Sebulan lagi insya Allah akan ada anggota baru di rumah kami. Beberapa persiapan sudah kami siapkan. Beberapa masih dalam perencanaan, menunggu waktu luang. Yang lebih utama sekarang buat kami adalah mempersiapkan mental dalam menyambut anak kami. Kami masih baru dalam hal ini, banyak hal yang mesti dipelajari. Learning by doing, sepertinya itu yang akan kami lakukan. Selalu muncul dalam pikiranku, apakah aku bisa menjadi ibu yang baik? Apakah suamiku bisa menjadi ayah yang baik? Allahualam.. yang pasti kami akan berusaha sebaik-baiknya untuk menjadi orang tua yang baik. Karena kalau kami bisa membesarkan anak dengan baik, insya Allah anak kami bisa menjadi pribadi yang baik. Semoga anak kami menjadi anak yang sholeh, pintar, berbakti pada orang tua, baik budi & rupanya, berbudi pekerti luhur, peduli terhadap sesama, bisa menyeimbangkan kehidupan dunia & akhiratnya... dan selalu menjalankan perintahMu serta menjauhi laranganMu... amin.....

Tuesday, August 25, 2009

Belajar hidup mandiri

Meski sudah menikah selama setengah tahun, namun pengalaman hidup mandiri baru kurasakan bulan ini. Awal Agustus 2009 ini kami mengontrak di kontrakan baru dekat kantor. Selama ini kami terbiasa kerja & tidak terlalu memperhatikan tetek bengek urusan rumah tangga. Tapi kini kami harus mulai merubah jadwal & berbagi pekerjaan rumah tangga. Karena urusan menata, membersihkan, memasak, mencuci, menyetrika & segala hal yang menjadi keperluan kami berdua harus kami lakukan sendiri.
Bagaimana rasanya? awalnya cape!! kadang harus kejar-kejaran waktu dengan pekerjaan kantor. Namun so far so good. Setelah hampir sebulan menjalani semuanya, ternyata kami baik-baik saja. Everything is under control, hehehehe. Sebisa mungkin membagi waktu agar tidak ada tanggung jawab yang terbengkalai. Agak merepotkan buatku karena sekarang kondisiku sedang berbadan dua. Jadi pekerjaan yang mungkin bisa selesai sehari, kini mungkin baru selesai 2-3 hari. Kuncinya sabar & tidak memaksakan diri. Walau sebenernya gatel pengen cepet-cepet kelar...
Aku belajar banyak. Bagaimana arti disiplin, menghargai waktu & hasil jerih payah. Dan tentunya bagaimana bekerja sama. Bukan memikul semua sendiri. Belajar hidup mandiri tidak mudah, namun kalau punya semangat & kemauan aku rasa siapapun bisa menjalani dengan baik.

Aku Wanita Biasa

Aku ini wanita biasa
Bisa sakit luka karena cinta
Dingin sepi kerap menyapa
Air mata jatuh lukisan raga
Kadang ku kuat setegar karang
Kadang ku rapuh lemah liar merana
(KD, Aku wanita biasa)
Yes, I'm only an ordinary woman. Who can feel hurt too like any one else. Though sometimes I'm strong, but there are times when I feel weak. I can tell everybody about what I've been through, about my feelings, about my sadness. But then what? I got nothing just a pity act. No, I don't need that...
Silence is the best. Pray will make me feel better. GOD, I know you won't let me down. I know you will guide me in every way I take...