![]() |
| Gunung Luhur, Bogor |
Entah sejak kapan aku suka naik gunung. Buatku naik gunung adalah salah satu cara favorit untuk melepas penat setelah disibukkan dengan rutinitas sehari-hari dari Senin sampai Jum'at. Ada kepuasan tersendiri saat aku berhasil mencapai puncak setelah jalan berjam-jam melewati tanjakan, hutan, dan jalur berbatuan.
Salah satu momen yang aku tunggu-tunggu adalah pendakian ke Gunung Luhur di Bogor bersama teman-teman. Gunung dengan ketinggian 1750 MDPL ini memang tidak terlalu tinggi, dalam waktu 1,5 hingga 2 jam sudah bisa sampai ke puncaknya. Namun menjadi sebuah hiburan untuk merefresh pikiran apalagi dilakukan bersama teman-teman rasanya pasti seru dan menyenangkan.
Kami sudah merencanakannya sejak beberapa bulan sebelumnya. Mulai dari menentukan tanggal, melatih fisik, menyiapkan perlengkapan, hingga membuat daftar barang yang harus dibawa. Semua dilakukan agar perjalanan berjalan lancar.
Dan akhirnya hari keberangkatan pun tiba. Kami memulai pendakian sejak pagi agar bisa menikmati pemandangan sepanjang perjalanan dan bisa agak lama di atas. Udara pegunungan yang sejuk memang terasa menyegarkan, tetapi angin yang bertiup cukup kencang sesekali membawa debu dari jalur pendakian. Ditambah lagi, sinar matahari mulai terasa terik ketika kami memasuki area yang lebih terbuka. Tanpa aku sadari, mata mulai terasa tidak nyaman.
Sekitar pertengahan pendakian, mata mulai terasa SEpet. Awalnya kupikir ini karena kurang tidur di malam sebelumnya. Aku memang hampir tidak bisa tidur karena gak sabar menunggu hari ini. Tapi semakin lama rasa tidak nyaman itu berubah menjadi PErih terutama saat angin bertiup membawa debu. Dan ya, akhirnya mata terasa semakin LElah akibat terus terpapar angin, debu, dan sinar matahari selama perjalanan.
Agak sedih juga sih karena momen ini adalah momen yang sudah lama aku tunggu. Rasa tidak nyaman pada mata membuat aku tidak bisa menikmati pemandangan dengan bebas. Beberapa kali aku harus memejamkan mata, mengusap mata karena kurang nyaman. Momen yang seharusnya menjadi pengalaman tak terlupakan jadi terganggu oleh gejala mata kering. Awalnya aku gak mau cerita ke teman tapi karena kondisi mata makin gak enak akhirnya aku cerita. Untungnya salah satu temanku membawa #InstoDryEyes dan memintaku memakainya sesuai petunjuk pemakaian. Dan beberapa saat kemudian, kondisi mataku mulai membaik. Mata jadi terasa lembab dan nyaman.
Pengalaman ini membuat aku sadar kalau aktivitas di luar ruangan juga bisa memicu mata kering. Paparan angin, debu, sinar matahari, serta berkurangnya frekuensi berkedip ketika terlalu fokus berjalan atau mengambil foto dapat membuat mata terasa sepet, perih, dan lelah. Hal-hal seperti ini sering kali luput dari perhatian para pendaki karena lebih fokus pada kondisi fisik dan perlengkapan mendaki.
Berdasarkan pengalamanku ini, ada beberapa tips yang bisa dipersiapkan ketika ingin mendaki:
- Siapkan fisik dan mental dengan baik. Jangan sampai kaget dengan kondisi di lapangan. Ada bagusnya untuk survey lokasi sebelumnya.
- Persiapkan logistik dengan seperlunya jangan sampai menghambat perjalanan. Dan gunakan outfit yang sesuai terutama alas kaki agar nyaman selama mendaki
- Sediakan obat-obatan dengan lengkap. Salah satu yang harus dibawa adalah #InstoDryEyes jangan lupa perhatikan kesehatan mata setiap kali mendaki
Insto Dry Eyes memang praktis dibawa dan bisa membantu agar #BebasMataKering jadi ketika mata mulai terasa tidak nyaman tinggal tetes aja sesuai petunjuk pemakaian.
Jadi kalau #MataSePeLeJanganSepelein ya. Karena dalam mempersiapkan pendakian bukan hanya soal membawa jaket, sepatu, atau logistik. Tapi menjaga kesehatan mata juga sama pentingnya agar perjalanan tidak terganggu dan tetap menyenangkan. Jangan abaikan gejala mata SEpet, PErih, dan LElah terutama saat beraktivitas di alam terbuka. Lesson learned, untuk menjaga mata tetap nyaman, aku tak pernah lupa untuk membawa Insto Dry Eyes sebagai teman perjalanan untuk membantu meredakan gejala mata kering.
Next enaknya mendaki kemana ya? Gak sabar menanti pendakian seru lainnya bersama teman-temanku. Gak lupa untuk selalu membawa Insto Dry Eyes dong!



No comments:
Post a Comment