Friday, December 26, 2008

Too Childish

Ga pernah menyadari I'm too childish till it hurts. Dibutuhkan pemahaman, kesabaran dan keuletan yang estra dalam menghadapi aku. I know my self, dan aku juga tau betapa sulitnya memahami diriku sedalam-dalamnya. Sampai sekarang, ga banyak yang bisa menyelam segitu dalam. But not him. He understands me well enough. And I really appreciate him. He's the best... insya Allah...

Tuesday, December 23, 2008

My Office

Selama 3 tahun lebih aku bekerja di kantor ini. Satu ruangan yang cukup untuk menampung sekitar 40-an pegawai. Aku masih ingat ketika pertama kalinya menginjakkan kaki ke ruangan ini. Saat itu aku menjalani interview dengan 4 orang yang memiliki jabatan di departemen News Features. Dan kedua kalinya aku memasuki ruangan adalah saat aku sudah menjadi bagian dari departemen ini.
Untuk menempuh ruangan kantorku memerlukan perjuangan. Karena letaknya dekat tower, di belakang kantor. Kalau jalan kaki harus ditempuh minimal 15 menit. Lumayan melelahkan apalagi kalau sampai kantor di siang hari disaat matahari sedang terik-teriknya. Ruangan ini terpencil. Jauh dari keramaian. Jauh dari peradaban. Sebenarnya lebih menyerupai rumah daripada kantor karena di sini suasananya sungguh santai, mungkin karena jauh jadi agak longgar dari pengawasan kantor.
Di ruangan ini, aku mendapat banyak pelajaran, teman dan pengalaman. Ada kalanya saat aku terpaksa menginap dan mencari ruang tertutup untuk beberapa jam istirahat sampai menunggu waktu kerja pukul 5 pagi. Ada juga saat aku yang sedang bete menghabiskan waktu-waktu dengan asik berkutat main komputer. Atau saat kami sedang santai bisa bernyanyi bareng diiringi gitar. Pernah juga tangisan mewarnai hari-hariku, sahabatku atau yang lainnya. Ruangan ini telah menjadi saksi bisu dikala aku merasa bahagia, lelah, bete, senang, sedih, dan beragam perasaan lainnya.
Kini kami harus mengucapkan kata perpisahan. Karena dalam beberapa waktu ke depan, kami akan menempati tempat baru. Ada perasaan sedih juga, karena aku dan mungkin yang lain juga sudah terbiasa dengan suasana di ruangan ini. Dan aku memang tipe yang terlalu melodramatis karena merasa sudah terikat dengan ruangan ini. Namun hidup penuh dengan perubahan-perubahan. Dan aku harus bisa menerima segala perubahan dengan bersemangat. Karena mungkin dengan perubahan, keadaan yang ada bisa jadi lebih baik. Semoga...

Akhir-akhir ini..

Akhir-akhir ini.. kenapa rasanya lebih berat? Kenapa segalanya terasa lebih sensitif daripada seharusnya. Ini cobaan yang harus bisa kulalui dengan baik. Karena hasil akhir yang akan kuraih insya Allah berbuah manis. Chayo!! Kamu pasti bisa melalui semuanya Ayu!!!

Strike

There's a funny thing happen this morning. All of the drivers in my company don't want to work and do strike. For me and all employees who work outside, it's quite make us confuse. In one side, I can understand why they're doing this and I agree. And other side, I have to make my works done. And after a very long conversation with the administration, we have to work using taxi... hahahhaha... I thought we don't have to work at all today, but still...

Rasa Hari ini

Hari ini terasa panjang sekali. Sejak pukul 6 pagi aku sudah jalan liputan dan berakhir setelah magrib berlalu. Rasa hari ini nano nano. Mulai dari ngantuk, bosan, biasa aja, santai, lega, senang, kesal, kecewa, biasa lagi dan kemudian senang lagi. Haha, rasanya hari ini begitu rame seperti hidupku belakangan ini. Pada akhirnya semua akan berakhir, dan berulang entah sampai kapan karena kita tidak pernah bisa tau bagaimana, kapan dan seperti apa hari serta hidup kita akan berakhir nantinya...

Saturday, December 20, 2008

Aku..

Cukup lama aku terdiam di depan komputer, menatap layar dan bingung mau menulis apa. Banyak hal yang berkecamuk. Banyak hal yang ingin ditumpahkan. Banyak hal yang menjadi pertanyaan. Namun, tanganku seakan beku. Banyak pertimbangan terjadi. Dan aku tidak tau bagaimana harus memulainya.
Siapalah aku??? Aku hanyalah seorang manusia. Seorang hamba Allah, yang seringkali lalai menjalankan perintah-Nya. Yang masih dan akan selalu memerlukan bimbingan, tuntunan, pimpinan, arahan dan pengetahuan mengenai agama-Nya sampai kapanpun. Yang seringkali, sengaja ataupun tidak disengaja telah menyakiti sesama. Yang memiliki begitu banyak kekurangan hingga tidak bisa dihitung jumlahnya. Yang seringkali terlena dengan kehidupan dan diri sendiri hingga mengenyampingkan yang lainnya. Yang memiliki begitu banyak keinginan untuk berubah menjadi lebih baik dalam segala hal, meski hasilnya tidak bisa dihitung layaknya matematika.
Hidupku. Tidak pernah sekalipun aku membayangkan akan menjalani hidup seperti sekarang ini. Semua mengalir seperti air. Umur lima, umur sepuluh, umur limabelas, umur duapuluh... dan kini duapuluh lima. Hidup adalah pembelajaran yang tidak berkesudahan. Begitu banyak hal terjadi, begitu banyak orang-orang yang kutemui, dan begitu banyak pelajaran yang bisa kupetik. In an easy or a hard way. Semua bermuara pada pendewasaan dalam menyikapi hidup. Mungkin, dengan begini aku bisa belajar menghargai dan mensyukuri nikmat-Nya. Mensyukuri kehidupan yang Allah berikan padaku. Mensyukuri segala hal yang terjadi, manis ataupun pahit. Karena semua berjalan sesuai dengan kehendak-Nya.
Pendidikanku. Satu hal yang selalu ditekankan mama. Biar sesulit apapun hidup, pendidikan harus diutamakan. Karena itu bekal untuk menjalani hidup. Hal ini sedikit banyak mempengaruhiku dalam memandang pendidikan. Dalam menggapai impian dan harapan. Sampai detik ini pun, aku masih memiliki angan untuk terus belajar dan belajar. Baik di pendidikan formal maupun informal.
Cita-cita dan Impianku. Semua orang berhak bermimpi. Semua orang berhak memiliki cita-cita. Setinggi-tingginya. Karena hal itulah yang bisa menjadi motivasi dan dorongan bagi kita untuk maju. Cita-citaku, yang mungkin menjadi cita-cita semua orang yaitu bisa bahagia, selamat dunia dan akhirat. Dan impianku. Aku memiliki begitu banyak impian. Semua terekam dalam pikiran, satu-persatu dengan kuasa-Nya bisa tercapai. Meski tidak mudah. Meski harus melalui perjalanan panjang dan berliku. Namun selalu, kumohonkan agar segala usaha dan doa bisa mewujudkan cita-cita dan impianku. Amin...
Pekerjaanku. Aku bukan seorang workacholic yang bisa seharian bekerja. Aku bukan seorang pekerja yang gila gelar, mengejar harta atau popularitas. Pekerjaan adalah bagian hidupku. Dimana, dengan pekerjaan aku bisa membuktikan aku berguna. Berguna untuk diriku. Berguna untuk orangtua, keluarga dan yang lainnya. Berguna. Perasaan bahwa aku bukan hanya sampah masyarakat atau penadah tangan meminta pada orang tua atau yang lain. Tidak bergantung dan bisa berdiri di kaki sendiri. Hal yang setidaknya bisa membuatku kuat dan bisa membahagiakan yang lainnya.
Sahabatku. Aku akui, tanpa ada rasa sombong (insya Allah) alhamdulilah aku bisa berteman dengan beragam orang. Allah memberiku kelebihan untuk bisa bergaul dan diterima oleh sekitarku. Dan ini salah satu hal yang sangat kusyukuri. Namun sahabat dekatku hanya beberapa, karena aku tidak bisa membuka diri dengan semua orang. Namun aku sangat menyayangi mereka. Dan aku sangat menghargai kehadiran mereka dalam hidupku. Karena merekalah aku bisa tegar dan kuat menjalani hidup.
Dan keluargaku. Aku sangat menyayangi keluargaku. Seluruh hidupku kucurahkan untuk keluarga. Kukorbankan hidup agar bisa membahagiakan keluarga dan orang-orang yang kusayangi. Seberapapun buruknya keluargaku. Aku hanya manusia, yang tidak punya hak untuk menjudge atau menghitung kesalahan orang lain. Hanya Allah yang berhak. Karena itu, aku selalu berusaha melihat hal-hal yang baik dari setiap orang, termasuk keluargaku. Kalau bisa melihat kebaikan dan mengesampingkan keburukan... alangkah indahnya hidup.
Dan keluarga baruku. Setiap manusia memiliki siklus hidup, dan siklus hidupku selanjutnya adalah menikah serta membina keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah. Ini adalah ranah baru yang masih kuraba dan kucoba untuk memetakannya. Learning by doing, mungkin begitulah yang dijalani hampir semua orang. Dan aku? sejauh ini, aku berusaha menyerap beragam ilmu dari orang-orang yang lebih pintar dan berpengalaman. Baik dari hidup seseorang, kata-kata serta masukan. Hingga buku-buku yang banyak memberi manfaat. Dan tentu, selama ini hingga nanti pernikahan terjadi akan ada banyak kesalahan. Akan ada banyak benturan. Hal yang sangat wajar. Karena hidup adalah pembelajaran. Tinggal bagaimana kita bisa sabar dan ikhlas dalam menjalaninya. Insya Allah. Hanya doa yang selalu kupanjatkan.. semoga pernikahanku menjadi sekali seumur hidup. Dimana kami (aku dan calon suami) bisa saling menghargai, saling menyayangi dan mencintai, saling setia dan menjaga kesucian pernikahan, saling mengingatkan untuk kebaikan, saling mengasihi dan bisa memahami satu sama lain. Semoga pernikahan yang akan kumiliki, bisa menjadi pernikahan yang sakinah, mawaddah, warahmah dan barokah. Semoga...
Dan kini, perasaanku sedikit lega. Disini kejujuran tergambar. Kejujuran untuk diriku sendiri. Kejujuran untuk memahami siapa aku. Dan siapalah aku? yang pasti bukan siapa-siapa, namun ingin menjadi siapa-siapa di mata-Nya. Hanya kepada-Mu lah aku menyerahkan seluruh hidupku ya Allah. Ridhoilah aku.. pimpin, bimbing, tuntun dan lindungilah aku...

Jika ia sebuah cinta

jika ia sebuah cinta,
ia tidak mendengar
namun senantiasa bergetar...

Jika ia sebuah cinta,
ia tidak buta
namun senantiasa melihat dan merasa...

Jika ia sebuah cinta,
ia tidak menyiksa
namun senantiasa menguji...

Jika ia sebuah cinta,
ia tidak memaksa
namun senantiasa berusaha...

Jika ia sebuah cinta
ia tidak cantik
namun senantiasa menarik...

Jika ia sebuah cinta
ia tidak datang dengan kata-kata
namun senantiasa menghampiri dengan hati...

Jika ia sebuah cinta
ia tidak terucap dengan kata
namun senantiasa hadir dengan sinar mata...

Jika ia sebuah cinta
ia tidak hanya berjanji
namun senantiasa mencoba memenangi...

Jika ia sebuah cinta
ia mungkin tidak suci
namun senantiasa tulus...

Jika ia sebuah cinta
ia tidak hadir karena permintaan
namun hadir karena ketentuan...

Jika ia sebuah cinta
ia tidak hadir dengan kekayaan dan kebendaan
namun hadir karena pengorbanan dan kesetiaan...
(anonym)

Sunday, December 14, 2008

Kesehatan

Betapa manusia sering melupakan betapa berharganya rejeki yang bernama kesehatan yang sudah diberikan Allah pada kita secara cuma-cuma. Jarang sekali puji syukur terpanjatkan untuk rejeki yang satu ini. Dan seringnya, kita menyadari hal ini ketika sakit mulai melanda. Padahal ketika sakit datang, apapun yang kita lakukan tidaklah berarti. Pekerjaan menjadi tertunda. Mobilitas terbatas. Makanan dan minuman terasa hambar. Semua terasa tidak enak. Ya Allah, semoga kami semua bisa mensyukuri nikmat-Mu dengan lebih baik...
P.S: Get well soon mi caruccia :)

The First Step..

Today is our big day. The very first step, before we go further. And this is my very first time experience to make a huge step for my future. How's my feeling? You don't have to ask, I absolutely feel nervous and happy. I never meet so much people gathered in one room for us, for me and him. And I never meet so much new people which will become a part of my family (insya Allah...).

Couple hours before, he said he couldn't get up and come to my house. I feel stressed. In one side, I'm worried about his health. In other side, everyone's expecting he's coming. But fortunately, he can make it though he's not in a great condition as usual.

And I think, everything goes smooth. I really hope so. I like his family. I haven't much time to know them well. But I think they're nice. And I really don't know how's their feeling about my family.


Dec 13th 2008

Berusaha

Yang bisa kulakukan hanyalah berusaha melakukan yang terbaik. Berusaha memberikan yang terbaik. Berusaha menjadi yang terbaik. Berusaha memenuhi harapan dan keinginan. Berusaha.. berusaha.. dan berusaha... Dan seringkali, rasanya usahaku sia-sia. Seringkali, semua tidak ada artinya. Ya Allah.. sebegitu buruknya kah aku???

Monday, December 08, 2008

Apakah kamu mampu memaafkan dan mencintai orang di sekitarmu, bahkan jika mereka menyakiti dirimu dan membiarkanmu menjadi rendah diri karena kamu tidak sempurna?
Harold Kushner

Thursday, December 04, 2008

Duniaku..

Kembali ke masa-masa beberapa tahun silam, aku paling sering (dan ini menjadi salah satu rutinitas di kala libur) membuat kliping dan merapihkan barang-barang perintilan di kamar. Ini menjadi semacam hobi yang bikin nagih. Mulai dari menggunting berita dari koran atau majalah, menempelkan di buku kliping. Lalu menggunting gambar-gambar lucu untuk di diary atau tempat lainnya. Dan mengatur koleksiku yang lumayan banyak. Sebut saja koleksi pin, kartu pos, perangko, gantungan kunci, aksesoris, bros dan masih banyak lagi. Plus menyapu dan mengelap dan kegiatan sejenisnya. Dan kegiatan ini bisa setengah hari sampai seharian. Bahkan pernah ada kalanya ketika banyak yang harus dirapihkan aku sampai ketiduran dengan seabrek barang yang berantakan. Hehehe...
Tapi sudah lama juga aku tidak melakukan kegiatan ini. Hingga tadi malam. Dan rasanya seperti bertemu dengan teman lama, kangen!!! Seneng banget bisa nguprek lagi. Ternyata banyak hal yang masih belum selesai, dan ini jadi kegiatan baru yang bisa kutambahkan dalam jadwal keseharian sekarang. Tapi aku senang, karena duniaku jadi lebih rame dan hidup lagi. Mungkin ini bisa membuat pikiranku yang akhir-akhir ini tegang jadi bisa lebih santai sedikit...

Tuesday, December 02, 2008

Hari Tidur Sedunia

Hari ini berjalan seperti biasa, namun ada hal yang luar biasa terjadi. Karena hari ini hampir sepanjang perjalanan aku gunakan untuk tidur, tidur dan tidur... Berangkat dari Kebon Jeruk ke Pengadilan Agama Depok yang berada nun jauh disana. Tentu saja, aku tidur dengan pulasnya. Kemudian perjalanan ke Mampang, aku pun tidur dengan pulasnya. Jadi total perjalanan = tidur aku adalah 2,5 jam. Pencapaian rekor yang cukup fantastis. Entah ya, bagaimana dengan perjalanan pulang nanti. Aku rasa, hari ini bisa dijadikan hari tidur sedunia. Pada setuju ga ya? Hehehe... (pembelaan diri: bukan cuma aku yang ketiduran, karena kameramanku juga tertidur hampir sepanjang perjalanan juga :P)

Baby Boy

Baby boy..
You're just like a sunshine
Shining all of us,
with happiness
with hopes
with love
All wishes starts
Be a great man someday
Make us all proud

Just too many...

Terlalu banyak situs gratis yang ditawarkan, mulai dari yahoo untuk email. Lalu friendster untuk link teman-teman. Lalu blogger untuk buat website gratis. Ada lagi my space, multiply, facebook. Oh my God, buat aku yang agak gaptek sama teknologi rasanya terlalu banyak ya. Belum yang lain-lain lagi. Do all of it necessary for our life?

Sunday, November 30, 2008

Candid


Temen liputan yang iseng ngambil gambar candid, but I think It's kind of cute.. hahahhaha. Narsis abis?!!

Saturday, November 29, 2008

Nasihat Ayah

Malam itu ada yang terasa berbeda saat aku berbincang dengan Ayah. Kami jarang bertemu. Kami jarang bertukar pikiran. Namun malam itu aku butuh bimbingannya. Tidak ada yang lain, hanya Ayah yang bisa membantu. Maka kuberanikan diri bersitatap dengan beliau. Tidak banyak perubahan yang kulihat dari dirinya. Hampir sama dengan ingatanku akan terakhir kali pertemuanku dengannya. Ayah yang sudah mulai menampakkan uban di seluruh rambutnya. Ayah yang tubuhnya mulai bungkuk dan kurus termakan usia. Dan Ayah yang tatapan matanya masih mampu membuatku tidak berani menatap lama.
Tak pernah sekalipun aku mendengar Ayah berpetuah. Namun malam itu, Ayah mengeluarkan nasihat yang tidak pernah aku duga akan keluar dari mulutnya. Ini pengalaman pertamaku, karenanya sulit sekali menutupi keheranan di wajahku. Kulihat Ayah tersenyum, kurasa beliau juga menyadari hal ini. Beliau menasehatiku dengan suara yang pelan namun penuh kewibawaan. Suasana hening seketika, sebelum akhirnya beliau berkata "Nak, tak pernah sekalipun aku memberimu bekal. Aku hanya menyusahkanmu dan terutama ibumu. Ya, ibumu yang kini sudah tenang di alam kuburnya. Namun penyesalanku mesti kubayar dengan air mata yang tak ada habisnya. Terlambat aku menyadari, namun denganmu aku ingin merubah cerita. Aku ingin.. setidaknya bisa memberi sedikit nilai baik yang pernah diajarkan Ayahku dulu padaku. Dan kini ingin kuajarkan juga padamu"
Aku terdiam, mendengarkan dengan sungguh. Tak pernah sekalipun aku melihat Ayah merendahkan diri dan mengakui kesalahan. Ini bukan sifatnya. Entah apa yang sedang merasukinya, mungkinkah Ayah insyaf? "Aku ingin kamu ingat tiga hal. Agar hidupmu bisa lebih tenang dan tidak ada penyesalan yang tertinggal. Tidak seperti aku" suara Ayah terdengar berat. Aku hanya bisa mengangguk. Lidahku terasa kelu, karena tampaknya Ayah sungguh-sungguh.
"Sebagai manusia, ingatlah agar kamu bisa menjaga tiga hal. Emosi, ambisi dan egois. Jagalah tiga hal ini agar tidak merusak hidupmu yang teramat singkat. Ketika kamu memperturutkan emosi dalam mengambil keputusan, dalam bertindak.. maka hidupmu akan sia-sia. Karena apa yang dihasilkan oleh emosi hanyalah kehancuran. Kamu hanya akan menghancurkan dirimu karena setelah emosi reda kamu akan menyesal. Kamu akan menghancurkan dirimu karena keputusan dan tindakanmu tidak bijak. Hanya keinginan sesaat yang akan kamu sesali sesudahnya. Dan kamu akan menghancurkan orang disekitarmu yang ikut terlibat dalam hal itu"
Aku mencerna kata-kata Ayah. Benarkah ini Ayah? Benarkah pemikiran ini keluar dari seorang Ayah? Yang telah melupakan keluarga demi dirinya semata. Yang telah meninggalkan keluarga dan menghilang entah dimana rimbanya. Yang telah membuat Ibu hidup menderita hingga akhir hayatnya. Apa yang membuat Ayah berubah, aku jadi bertanya-tanya. Ayah tampaknya maklum dengan kegelisahan dan rasa penasaranku. Ayah tersenyum. "Aku tau kamu pasti bertanya-tanya. Aku memang sudah tidak seperti dulu lagi nak. Aku menyesal telah menghabiskan bertahun-tahun hidupku demi hal yang sia-sia. Karena pada akhirnya aku akan mati juga. Dan apa yang tersisa? Tidak ada. Istriku meninggal sebelum aku sempat meminta maaf. Dan anakku kini sudah besar tanpa aku tau bagaimana perkembangannya. Aku minta maaf nak" suara Ayah bergetar dan matanya berkaca-kaca. Kerongkonganku tercekat, tidak menyangka kalau kami ternyata begitu berarti bagi seorang Ayah.
"Lanjutkan Yah..." pintaku pelan. Ayah mengangguk. "Dan janganlah kamu memperturutkan ambisimu. Manusia harus memiliki ambisi dalam hidup, namun janganlah kamu lupa akan sekeliling karena ambisimu. Jangalah jadi manusia serakah dan lupa segalanya karena diperbudak oleh ambisimu" Ayah terdiam. Dituangnya teh panas dari cerek. Kepulan asap keluar dari gelasnya. Diminumnya pelan-pelan sambil sesekali menghela nafas panjang. Suasana menjadi hening, tidak ada yang bersuara. Aku menjadi tidak enak dan salah tingkah "Ayah baik-baik saja?" tanyaku memecah keheningan. "Aku tidak apa-apa nak. Hanya kelelahan. Namun aku harus menyampaikan nasihat ini padamu, agar kamu tidak salah langkah seperti aku" guratan kesedihan terlihat nyata di wajahnya. Aku mengangguk pelan tanda mengerti.
"Yang terakhir adalah egois. Sifat alamiah manusia. Yang dimiliki oleh semuanya hanya berbeda kadarnya saja. Kamu harus bisa menjaga sifat egoismu nak. Karena ketika kamu mengikuti sifat egoismu, tindakanmu menjadi tidak obyektif. Karena hanya mementingkan dirimu, bukan kebaikan untuk semua yang ada di sekelilingmu. Dan ini adalah awal kehancuranmu. Karena kamu berharap orang mengerti dirimu tanpa kamu belajar untuk mengerti orang lain. Tahanlah sifat egoismu. Tidak mudah. Namun, kalau kamu bisa melaksanakan ketiga hal ini aku yakin kamu bisa menjalani hidup yang lebih baik dari aku"
Ayah bernafas lega. Terlihat sedikit beban terangkat dari punggungnya. Aku mengucap kata terimakasih dalam hati, karena Ayah memberiku nasihat yang tak ternilai harganya. Setidaknya, ada hal yang bisa aku banggakan pada anak-anakku akan sosok Ayahku. Nasihat Ayah ini sekaligus menjawab permasalahanku. Aku tidak ingin mengganggu waktunya lebih lama lagi. Aku tidak tau kapan bisa bertemu dengan beliau lagi, namun aku tau kini Ayah hidup dalam ketenangan yang selama ini tidak dimilikinya.
Made by Ayoe, Nov 30th 2008

Romantis?? Halah...??!!!!

Sejak jaman rekiplik aku sudah jatuh cinta pada puisi, lagu-lagu romantis, cerita cinta dan segala hal yang berhubungan dengan keromantisan. Kayaknya memang sudah bawaan diri yang mellow dan berperasaan. Aku ingat, waktu SMP suka berburu kartu harvest berisi puisi romantis. Atau bisa saja aku menangis terharu karena baca cerita sedih atau nonton film kayak Titanic. Bahkan melihat keromantisan yang terjadi di depan mata bisa membuat aku menghela nafas dan tersenyum terkulum turut merasakan atmosfir romantis yang ada.
Dan dari segala aktivitas yang aku sebutkan diatas, berimbas dalam kehidupan pribadi. Ya. Aku jadi seperti terobsesi dengan kata cinta, dengan alur cerita di film dan buku yang menggambarkan keromantisan. Anything as long as it romantic. Aku mengharapkan semua bisa menjadi kenyataan dalam kehidupanku. Bunga mawar, puisi cinta, candle light dinner, tindakan romantis seperti: laki-laki yang berjalan di sebelah kanan untuk melindungi, kejutan yang tak perlu mahal namun mengesankan, sms atau telfon penuh perhatian, kegombalan laki-laki dalam berkata dan bertindak, dan segudang cara dalam menunjukkan keromantisan.
But you know what, dunia yang kita jalani bukan seperti cerita di buku atau film. Percuma romantis kalau selingkuh. Percuma romantis kalau ga bisa ngertiin kita. Percuma romantis kalau cuma untuk baik-baikin kita karena ada maunya. Dan percuma romantis kalau tidak berasal dari dalam hati.
Entah sejak kapan, namun aku sudah tidak mencari keromantisan. Bukan munafik, siapa sih perempuan yang ga suka dengan hal-hal yang aku sebutkan diatas? Namun, hal itu sudah bukan hal yang utama apalagi jaminan aku akan bahagia..

Friday, November 28, 2008

Too Much L.O.V.E Will Kill You

Setiap orang pasti pernah merasakan yang namanya jatuh cinta. Dan jatuh cinta kalau kata orang rasanya nano nano. Kadang bahagia, kadang sedih. Kadang senyum-senyum, kadang nangis sendirian. Dan ketika jalinan kasih semakin erat, rasa sayang dan ingin memiliki semakin besar. Apa-apa yang dilakukan pasangan mesti seijin kita. Apa-apa yang terjadi dalam hidup pasangan harus sepengetahuan kita. Dan rasa cemburu pun mulai menghampiri. Hal biasa seperti sms dari perempuan atau laki-laki lain bisa bikin berantem tidak berkesudahan. Terlupa untuk mengabari atau melakukan sesuatu diluar kebiasaan langsung memunculkan rasa curiga. Dalam pikiran kita sudah S.A aja alias sudzon abis.
Begitulah yang namanya jatuh cinta. Kadang, bagi orang yang melihat apa yang kita lakukan dan rasakan terasa norak. Yang melihat cuma bisa geleng-geleng kepala. Tapi bagi yang merasakannya tidak. Karena saat jatuh cinta, dunia serasa milik berdua. Yang lain jadi terasa tidak penting. Karena hidup kita berpusat pada kekasih. Semua serba yang terkasih. Yang lain jadi nomer kesekian. Lagu yang dinyanyikan kalau lagi bahagia lagu-lagu cinta. Kalau lagi berantem lagu-lagu patah hati. Muka berseri penuh senyuman saat sedang adem ayem. Tapi langsung berubah jutek dan ditekuk kalau lagi ada masalah.
Seringkali, ketika sedang jatuh cinta logika tidak berjalan karena sudah dikuasai perasaan. Seringkali tidak mendengarkan apa nasihat orang, meski sebenarnya apa yang kita lakukan sudah diluar batas kewajaran. Karena banyak pasangan yang kebablasan hingga hubungan yang awalnya indah dan bermanfaat malah berujung menjadi malapetaka. Malah menjadi neraka dunia, dan imbasnya memberi banyak efek negatif dalam hidup kita. Harapan akan kebahagiaan mulai terasa hambar. Dan harapan hanya tinggal harapan ketika dihadapkan pada pertengkaran demi pertengkaran.
Padahal di dalam Al Qur'an Allah SWT menjelaskan bahwa Allah tidak menyukai sesuatu yang berlebihan. Dan salah satunya termasuk mencintai lawan jenis yang notabene adalah mahluk ciptaannya. Kenapa? karena sesuatu yang berlebihan tidak baik. Makan berlebihan bikin kekenyangan dan ekstrimnya malah muntah. Tidur berlebihan bikin pusing. Dan begitu juga kalau cinta yang berlebihan malah jadinya negatif. Sampai ada iklan 'posesif' dari sebuah rokok yang sebenarnya menyindir para pecinta yang posesif karena berlebihan. Efek negatifnya, akan menimbulkan beragam penyakit hati yang menggerogoti jiwa sedikit demi sedikit. Hidup tidak tenang karena selalu curigaan. Ucapan dan perbuatan jadi tidak terkontrol karena tidak bisa menutupi rasa sakit yang mendera. Apa yang dikerjakan selalu terasa salah. Intinya: tersiksa.
Ketika cinta melanda, janganlah sampai diperbudak perasaan dan melupakan segalanya. Apalagi melupakan Allah SWT yang telah menciptakan dan memberi kehidupan kepada kita. Lebih baik, menjalani hubungan dengan baik yang bisa memberi manfaat positif bagi kita dan pasangan. Dan selebihnya, serahkan sepenuhnya pada Allah SWT. Karena semua sudah ada yang mengatur. Jadi ga perlu dibikin pusing. Enjoy aja. Too much love will kill you, and it's true...

Sunday, November 23, 2008

FACTS about ME

  1. Suka warna biru dari kecil
  2. Takut sekaligus jijik sama binatang melata sejak SMP, terutama ulat bulu!
  3. Mudah tertidur dimana saja, alias pelor
  4. Suka baca buku, denger musik dan nonton film
  5. Doyan jajan dan suka lapar mata
  6. Moodian, dan gampang jutek
  7. Gampang PD dan gampang minder
  8. Ga enakan sama orang
  9. Suka sama fashion, meski ga PD kalo berinovasi dengan diri sendiri
  10. Suka banget sama keju, burger dan pizza
  11. Suka banget sama buah
  12. Suka pedes walau setelahnya sakit perut
  13. Ga suka soda kecuali terpaksa kalau haus
  14. Ga suka sayur, tapi sekarang mendingan
  15. Gampang tersentuh
  16. Ga tegaan
  17. Susah naikin berat badan
  18. Baru bisa minum obat tanpa digerus selama beberapa tahun belakangan
  19. Punya cita-cita bisa bahagiain semua orang yang disayang
  20. Kepengen ngeliat salju walau belum kesampaian
  21. Suka travelling, walau baru beberapa kali doang
  22. Suka baca dan nulis puisi meski amatiran
  23. Suka banget ngeliat awan, senja dan malam penuh bintang
  24. Narsis abis karena hobi banget difoto
  25. Pernah ngefans banget sama Westlife waktu kuliah
  26. Gaptek sama komputer & HP, cuma bisa sekedarnya
  27. Ga suka kalo sendal basah
  28. Suka main ujan-ujanan
  29. Suka sama jaket yang panjang kayak coat dan ada kupluknya
  30. Penyayang dan gampang akrab sama orang