Aku merindukanmu Abi...
Baru sehari saja rasanya lama sekali,
Cepat kembali...
Aku & Hasan menunggumu di sini
Selama 2 minggu ini,
Kami akan baik-baik di rumah
Mendoakanmu selalu
Semoga pekerjaanmu lancar
Semoga kesehatanmu tetap terjaga
Semoga sholat menjadi prioritas utama
Semoga Abi baik-baik saja
Kami menyayangimu.... selalu....
Sunday, October 17, 2010
Tebet Keder
Ini cerita tentang liputan beberapa hari yang lalu. Hari itu dapat dua liputan yang lokasi nya di Tebet. Pertama di Jl. Tebet Barat Dalam VII, kedua di Tebet Timur Raya. Terdengar mudah dicari alamatnya, tapi ternyata eh ternyata... seharian itu kami keder sendiri mencari alamat sampai harus muter-muter entah keberapa kalinya. Tebet Barat terbagi menjadi Tebet Barat, Tebet Barat Dalam, Tebet Barat Raya, Tebet Dalam. Begitu juga dengan Tebet Timur nya. Ampun DJ.. Tebet emang bikin keder..
Monday, September 27, 2010
Kembali Pulang
Di suatu masa,
kita pernah berbagi cerita
Tak semua bersenandung duka
Tak selalu tercipta lara
Ada tawa canda,
ada saatnya kita saling menyembuhkan luka
Ada juga persahabatan yang terbina
Dan kini,
kau telah kembali pulang
Bertemu dengan-Nya dalam buaian
Dia tau yang terbaik untukmu, sahabat
Dunia ini hanyalah persinggahan
Selamat tinggal..
Selamat jalan..
Semoga Allah melapangkan jalanmu
menuju kebahagian yang kekal
(created by Ayoe, Sept 27th 10)
kita pernah berbagi cerita
Tak semua bersenandung duka
Tak selalu tercipta lara
Ada tawa canda,
ada saatnya kita saling menyembuhkan luka
Ada juga persahabatan yang terbina
Dan kini,
kau telah kembali pulang
Bertemu dengan-Nya dalam buaian
Dia tau yang terbaik untukmu, sahabat
Dunia ini hanyalah persinggahan
Selamat tinggal..
Selamat jalan..
Semoga Allah melapangkan jalanmu
menuju kebahagian yang kekal
(created by Ayoe, Sept 27th 10)
Monday, September 20, 2010
My Son








Udah lama pengen upload foto anakku Hasan, baru kesampaian sekarang. Foto-foto ini diambil beberapa hari yang lalu. Di pagi hari, tepatnya di suatu desa yang berada di Sleman, Jogjakarta. Ceritanya Hasan lagi sarapan sambil jalan-jalan. Tapi namanya anak kecil yang rasa ingin tahunya besar, ga betah digendong doang. Maunya turun ke jalan. Apalagi Hasan lagi seneng-senengnya diajak titah. Kepengen jalan tapi belum bisa jalan sendiri, alias mesti dituntun. Eh, lama-lama malah duduk di jalan. Ya sudah, daripada dilarang nangis... biar saja Hasan mengenal dunia (cieee... ) dengan menjelajah jalan yang kira-kira lumayan bersih (untuk ukuran jalan). Dari mulai pake sepatu, sampai dilepas... dari gaya santai sampai gaya kura-kura, halah!
Umi sama Abi nya, yang memang lagi getol-getolnya mengabadikan foto Hasan (mumpung ada kamera pinjaman dari bude nya, hihi) asik foto-fotoin Hasan sambil gantian nyuapin sarapan. Dan inilah hasil bidikan fotografer amatiran, hehehe....
Sunday, September 19, 2010
Dan Hujan pun Datang..
Ahh... kamu hujan. Kupikir siapa. Sudah lama kamu tidak mengunjungiku. Kupikir kamu lupa padaku.
Ada apa denganku? .... tidak ada apa-apa.
Kamu memang mengenalku, ya, memang ada yang sedang membuatku gundah.
Terlihat sekali ya? apakah wajahku keliatan sangat jelek? pasti mataku yang membuatmu berpikir aku habis menangis.
Haha, mana ada yang tetap terlihat cantik setelah menangis seperti ini.
Aku tidak ingin bercerita. Kupikir tidak ada gunanya juga aku bercerita.
Bukan aku ingin main rahasia. Kamu tau semua kisah hidupku. Kamulah yang mengantarkanku dari masa kanak-kanak menuju remaja. Dan menuju dewasa. Tapi masalahnya....
Aku bingung harus memulai dari mana. Seperti lingkaran yang tidak ada habisnya.
Bagaimana kalau aku saja yang bertanya?
Kamu kenal aku seumur hidup. Apakah aku manusia yang tidak memiliki kelebihan dan kebaikan meski hanya satu saja?
Kenapa aku bertanya begitu? justru itulah kunci permasalahanku...
Kamu memang selalu bisa mengambil hatiku, but honestly... please answer honestly...
Aku merasa jadi orang yang paling tidak berguna. Semua yang kulakukan tidak pernah ada dalam kamus benar. Semua yang kulakukan tidak pernah sesuai. Aku menjadi rendah diri. Ahh, aku jadi ingin menangis lagi.
Hujan, ini bukan salahmu. Tidak, aku menangis karena aku cengeng dan lemah.
Tuh kan, kamu memuji lagi.. Jangan. Nanti aku malah menjadi manusia yang tambah terpuruk karena satu lagi kelemahanku, menerima pujian dengan hati riang.
Apa yang bisa kamu lakukan? Aku hanya ingin bersembunyi dibalik rintik-rintik yang kau tebarkan. Aku hanya ingin merasakan buliran hujan menerpa tubuhku dan membasuh semua kepedihan yang kurasakan.
Ya, itu cukup. Terimakasih sahabat.
All that I need now,
is the rain to fall from the sky
to wash away my pain inside... (mocca)
Ada apa denganku? .... tidak ada apa-apa.
Kamu memang mengenalku, ya, memang ada yang sedang membuatku gundah.
Terlihat sekali ya? apakah wajahku keliatan sangat jelek? pasti mataku yang membuatmu berpikir aku habis menangis.
Haha, mana ada yang tetap terlihat cantik setelah menangis seperti ini.
Aku tidak ingin bercerita. Kupikir tidak ada gunanya juga aku bercerita.
Bukan aku ingin main rahasia. Kamu tau semua kisah hidupku. Kamulah yang mengantarkanku dari masa kanak-kanak menuju remaja. Dan menuju dewasa. Tapi masalahnya....
Aku bingung harus memulai dari mana. Seperti lingkaran yang tidak ada habisnya.
Bagaimana kalau aku saja yang bertanya?
Kamu kenal aku seumur hidup. Apakah aku manusia yang tidak memiliki kelebihan dan kebaikan meski hanya satu saja?
Kenapa aku bertanya begitu? justru itulah kunci permasalahanku...
Kamu memang selalu bisa mengambil hatiku, but honestly... please answer honestly...
Aku merasa jadi orang yang paling tidak berguna. Semua yang kulakukan tidak pernah ada dalam kamus benar. Semua yang kulakukan tidak pernah sesuai. Aku menjadi rendah diri. Ahh, aku jadi ingin menangis lagi.
Hujan, ini bukan salahmu. Tidak, aku menangis karena aku cengeng dan lemah.
Tuh kan, kamu memuji lagi.. Jangan. Nanti aku malah menjadi manusia yang tambah terpuruk karena satu lagi kelemahanku, menerima pujian dengan hati riang.
Apa yang bisa kamu lakukan? Aku hanya ingin bersembunyi dibalik rintik-rintik yang kau tebarkan. Aku hanya ingin merasakan buliran hujan menerpa tubuhku dan membasuh semua kepedihan yang kurasakan.
Ya, itu cukup. Terimakasih sahabat.
All that I need now,
is the rain to fall from the sky
to wash away my pain inside... (mocca)
Monday, July 05, 2010
Berjibaku dengan waktu
Setelah melahirkan, ternyata hidup tidak sesantai yang aku bayangkan. Apalagi kami tidak memakai jasa pembantu alias mengurus semuanya sendiri. Dari mulai bangun pagi sampai mau tidur, kayaknya pekerjaan ga selesai-selesai. Hasan berumur 0 bulan, sampai sekarang Hasan 8,5 bulan alhamdulilah kami masih bisa mengatasi semuanya. Meski kadang rumah berantakan, no matter lah.. yang penting urusan Hasan beres.
Awal-awalnya stress. Walau sudah mengerjakan dengan ekstra cepat, tetap aja ga ke handle. Ya iyalah. Tanganku cuma 2. Aku juga bekerja. Belum lagi anakku butuh waktu yang banyak juga. Pekerjaan ku saat ini mencakup: nyapu-ngepel (kalau Abi nya ga sempet), nyuci piring, nyuci baju & jemur baju (kalau Abi nya ga sempet juga), nyetrika, masak, mandiin Hasan, buat makan pagi-siang-sore (diusahakan meminimalis makanan jadi di supermarket), ngajak main (ampun deh, Hasan kalau main rumah udah kayak kapal pecah. Semua dimainin, diberantakin. Tapi it's okay, selama anaknya senang, aktif & sehat :) ), nidurin Hasan. Belum lagi harus kerja..
Tapi hikmahnya, aku & Abi jadi pinter. Pinter ngurus rumah & anak, hehehe... setidaknya kami bisa jadi tim handal & bisa mengatasi semua bersama. Dulu sih aku selalu bawaannya cape melulu. Sekarang, menuruti nasihat Abi untuk mengerjakan satu-satu, santai tapi pasti. Dan kalau ga sempat ya ga dipaksa, kerjain besok aja. Jadi lebih enak. Aku juga ga terlalu cape jadinya...
Begini kali ya yang dialami hampir semua keluarga baru. Meski kadang melelahkan, namun menurutku menyenangkan..
Awal-awalnya stress. Walau sudah mengerjakan dengan ekstra cepat, tetap aja ga ke handle. Ya iyalah. Tanganku cuma 2. Aku juga bekerja. Belum lagi anakku butuh waktu yang banyak juga. Pekerjaan ku saat ini mencakup: nyapu-ngepel (kalau Abi nya ga sempet), nyuci piring, nyuci baju & jemur baju (kalau Abi nya ga sempet juga), nyetrika, masak, mandiin Hasan, buat makan pagi-siang-sore (diusahakan meminimalis makanan jadi di supermarket), ngajak main (ampun deh, Hasan kalau main rumah udah kayak kapal pecah. Semua dimainin, diberantakin. Tapi it's okay, selama anaknya senang, aktif & sehat :) ), nidurin Hasan. Belum lagi harus kerja..
Tapi hikmahnya, aku & Abi jadi pinter. Pinter ngurus rumah & anak, hehehe... setidaknya kami bisa jadi tim handal & bisa mengatasi semua bersama. Dulu sih aku selalu bawaannya cape melulu. Sekarang, menuruti nasihat Abi untuk mengerjakan satu-satu, santai tapi pasti. Dan kalau ga sempat ya ga dipaksa, kerjain besok aja. Jadi lebih enak. Aku juga ga terlalu cape jadinya...
Begini kali ya yang dialami hampir semua keluarga baru. Meski kadang melelahkan, namun menurutku menyenangkan..
Hidupku bagaikan P.E.L.a.N.g.I
Keajaiban tidak berhenti disitu! Selama di rumah sakit aku belajar menjadi ibu. Mulai belajar menggendong dengan aman, memandikan, memakaikan baju, menyusui. Semuanya serba baru. Menakjubkan, tidak bisa digambarkan dengan kata-kata!! Segala perasaan campur aduk. Senang, gugup, takut, bahagia, sedih, lelah. But overall, I'm satisfied :) Setelah 4 hari di rumah sakit, akhirnya kami pulang ke rumah. Satu keluarga baru, Abi-Umi-Hasan.
Di rumah, ga kalah seru. Kami memulai rutinitas baru, bergadang!!! Yup.. setiap 2-3 jam sekali Hasan pasti bangun. Entah pup, pipis atau haus. Adakalanya juga Hasan ga mau diletakkan di kasur, kalau kata orang-orang namanya bau tangan. Whatever it is, doesn't matter at all. Kalo maunya digendong Umi dan Abi nya selalu ada. Setiap kali ada sinar matahari, Hasan dijemur. Alhamdulilah, Allah memberi kami anak yang tidak rewel. Jadi, walaupun tidak menggunakan jasa pembantu atau baby sitter segala keperluan bisa dihandle kami berdua. Meski awalnya sempat kedodoran juga. Karena aku masih dalam tahap recovery, dan Abi nya juga harus bekerja.
Sekarang umur Hasan sudah 7 bulan. Rutinitas kami jadi bertambah. Hasan sudah makan 3x sehari. Jadi aku dituntut kreatif dalam menyediakan asupan makanan yang bergizi. Kami juga harus memenuhi segala kebutuhannya, baik dalam perkembangan motorik, pendengaran, penglihatan dan secara sosial. 2 gigi bawahnya sudah tumbuh, jadi Hasan kalau ketawa terlihat menggemaskan. Hasan juga sudah merangkak dan belajar berangkang. Senangnya loncat-loncat dan diajak main ke lapangan. Yup!! semenjak pindah di kontrakan baru Hasan punya banyak teman seumuran. Jadi Hasan senang sekali kalau ke lapangan di pagi dan sore hari banyak teman bermain.
Dalam dua tahun belakangan, segala hal indah terjadi beruntun. Banyak suka dan duka. Banyak hal baru yang dipelajari dan dijalani. Semuanya seperti pelangi... begitu indah. Menjadi istri dan ibu, memenuhi kodrat yang diberikan-Nya padaku. Semoga aku bisa mengemban semua dengan baik. Amin
Di rumah, ga kalah seru. Kami memulai rutinitas baru, bergadang!!! Yup.. setiap 2-3 jam sekali Hasan pasti bangun. Entah pup, pipis atau haus. Adakalanya juga Hasan ga mau diletakkan di kasur, kalau kata orang-orang namanya bau tangan. Whatever it is, doesn't matter at all. Kalo maunya digendong Umi dan Abi nya selalu ada. Setiap kali ada sinar matahari, Hasan dijemur. Alhamdulilah, Allah memberi kami anak yang tidak rewel. Jadi, walaupun tidak menggunakan jasa pembantu atau baby sitter segala keperluan bisa dihandle kami berdua. Meski awalnya sempat kedodoran juga. Karena aku masih dalam tahap recovery, dan Abi nya juga harus bekerja.
Sekarang umur Hasan sudah 7 bulan. Rutinitas kami jadi bertambah. Hasan sudah makan 3x sehari. Jadi aku dituntut kreatif dalam menyediakan asupan makanan yang bergizi. Kami juga harus memenuhi segala kebutuhannya, baik dalam perkembangan motorik, pendengaran, penglihatan dan secara sosial. 2 gigi bawahnya sudah tumbuh, jadi Hasan kalau ketawa terlihat menggemaskan. Hasan juga sudah merangkak dan belajar berangkang. Senangnya loncat-loncat dan diajak main ke lapangan. Yup!! semenjak pindah di kontrakan baru Hasan punya banyak teman seumuran. Jadi Hasan senang sekali kalau ke lapangan di pagi dan sore hari banyak teman bermain.
Dalam dua tahun belakangan, segala hal indah terjadi beruntun. Banyak suka dan duka. Banyak hal baru yang dipelajari dan dijalani. Semuanya seperti pelangi... begitu indah. Menjadi istri dan ibu, memenuhi kodrat yang diberikan-Nya padaku. Semoga aku bisa mengemban semua dengan baik. Amin
Sunday, July 04, 2010
Back again..!!
Huhuhu... sudah lama sekali tidak berkunjung ke blog ku ini, padahal banyak sekali peristiwa penting yang terjadi. Ternyata tidak menulis membuat perasaan jadi gundah gulana. Hehe, sedikit lebay.
Hmm, aku ingin memulai cerita dari detik-detik menjelang persalinan anak pertamaku, Hasan. Hasan lahir lewat seminggu dari perkiraan dokter. Aku tentu jadi merasa agak khawatir. Aku sudah melakukan rutinitas jalan kaki sejak mengandung 6,5 bulan. Dan tentu rajin sujud. Aku juga mengikuti senam hamil. Lama ditunggu akhirnya kamis dini hari (26 November 2009) aku mules-mules ringan. Agak bingung juga, apakah ini mules kontraksi atau hanya karena sakit perut. Subuh akhirnya dapat dipastikan aku sudah kontraksi. Hujan gerimis, namun aku dan Abi tetap berangkat ke RS Harapan Kita naik motor dengan jas hujan. Koboy!!! sampai di rumah sakit ternyata baru bukaan 2. Akhirnya banyak jalan kaki, mondar mandir. Sore Mbah Uti & Kung nya datang ikut menunggu. Menurut perkiraan dokter kemungkinan Hasan lahir pukul 11 malam. Tapi sampai keesokan paginya (27 November 2009) masih bukaan 4. Akhirnya pukul 8 pagi dokter memutuskan untuk menginduksi dengan memakai infus. Ini pengalaman pertama di infus loh! takut tapi demi Hasan. Dan selama 3 jam, mules-sakit-dan segala hal yang diceritakan semua orang terjadi. sampai akhirnya pukul 11.10 Hasan lahir dengan selamat. Hasan lahir dengan mata terbuka dan tangisan yang super duper kenceng. Allahu Akbar!! Aku dan Abi saling berpelukan dengan menyebut asma Allah. Hasan menjalani IMD dan rooming in. Ternyata Hasan ingin lahir di hari jum'at, pada saat hari raya idul adha. Subhanallah nak... Semoga kamu menjadi anak sholeh, rajin dan pintar sholat - ngajinya, berbakti pada orang tua, perduli terhadap sesama.. doa kami selalu menyertaimu :)
peristiwa melahirkan adalah salah satu keajaiban yang Allah berikan padaku. Alhamdulilah, semua berjalan lancar. Semua tidak mungkin berjalan lancar kalau tidak ada Abi yang menemaniku. Alhamdulilah, sejak masuk rumah sakit sampai keluar rumah sakit Abi selalu ada menemani dan mengurus segala keperluanku. Dengan sabar kurang tidur dan selalu berusaha membuat nyaman.... I love you Abi... always....
(bersambung)
Hmm, aku ingin memulai cerita dari detik-detik menjelang persalinan anak pertamaku, Hasan. Hasan lahir lewat seminggu dari perkiraan dokter. Aku tentu jadi merasa agak khawatir. Aku sudah melakukan rutinitas jalan kaki sejak mengandung 6,5 bulan. Dan tentu rajin sujud. Aku juga mengikuti senam hamil. Lama ditunggu akhirnya kamis dini hari (26 November 2009) aku mules-mules ringan. Agak bingung juga, apakah ini mules kontraksi atau hanya karena sakit perut. Subuh akhirnya dapat dipastikan aku sudah kontraksi. Hujan gerimis, namun aku dan Abi tetap berangkat ke RS Harapan Kita naik motor dengan jas hujan. Koboy!!! sampai di rumah sakit ternyata baru bukaan 2. Akhirnya banyak jalan kaki, mondar mandir. Sore Mbah Uti & Kung nya datang ikut menunggu. Menurut perkiraan dokter kemungkinan Hasan lahir pukul 11 malam. Tapi sampai keesokan paginya (27 November 2009) masih bukaan 4. Akhirnya pukul 8 pagi dokter memutuskan untuk menginduksi dengan memakai infus. Ini pengalaman pertama di infus loh! takut tapi demi Hasan. Dan selama 3 jam, mules-sakit-dan segala hal yang diceritakan semua orang terjadi. sampai akhirnya pukul 11.10 Hasan lahir dengan selamat. Hasan lahir dengan mata terbuka dan tangisan yang super duper kenceng. Allahu Akbar!! Aku dan Abi saling berpelukan dengan menyebut asma Allah. Hasan menjalani IMD dan rooming in. Ternyata Hasan ingin lahir di hari jum'at, pada saat hari raya idul adha. Subhanallah nak... Semoga kamu menjadi anak sholeh, rajin dan pintar sholat - ngajinya, berbakti pada orang tua, perduli terhadap sesama.. doa kami selalu menyertaimu :)
peristiwa melahirkan adalah salah satu keajaiban yang Allah berikan padaku. Alhamdulilah, semua berjalan lancar. Semua tidak mungkin berjalan lancar kalau tidak ada Abi yang menemaniku. Alhamdulilah, sejak masuk rumah sakit sampai keluar rumah sakit Abi selalu ada menemani dan mengurus segala keperluanku. Dengan sabar kurang tidur dan selalu berusaha membuat nyaman.... I love you Abi... always....
(bersambung)
Monday, November 09, 2009
PLN oh PLN
Mengganggu banget deh, akhir-akhir ini sering banget mati lampu. Bulan November aja udah hampir 5x mati. Padahal baru tanggal 10. Udah siap-siap mau nyetrika, eh mati. Lagi kepanasan, eh tiba-tiba mati. Lagi masak nasi, eh mati juga. Ampun deh.... bayar listrik ga pernah telat, tapi tetep aja mati. Gimana ya nasib barang-barang elektronik di rumah kalau sering mati begini. Pasti lama-lama bisa rusak, masa harus beli baru gara-gara kesalahan PLN?????
Please deh, kinerja nya diperbaiki. Jangan cuma bisa nyalahin pengguna listrik.. tapi coba intropeksi. Mungkin ada baiknya listrik ga cuma dipegang PLN tapi ada perusahaan lain milik swasta jadi ga monopoli & seenaknya begini...
Tuesday, October 27, 2009
Menjelang kehadiranmu, Nak..
Tidak terasa, sebulan lagi (insya Allah) anakku akan lahir ke dunia. Selama 8 bulan belakangan ini banyak sekali pengalaman baru yang kualami. Ada yang menyenangkan. Ada yang menyebalkan. Ada yang membutuhkan ekstra kesabaran.
Trimester pertama kulalui dengan banyak rasa khawatir, maklum.. kehamilan pertama. Ada keluhan sedikit dengan kondisi badan bikin aku takut anakku kenapa-kenapa. Makanan juga bener-bener dijaga, walau sesekali suka nakal juga kalau lagi muncul kepengennya. Muncul rasa mual kalau mencium masakan tumisan atau ikan. Mendengar cerita orang banyak menjadi salah satu trik agar aku bisa lebih paham dengan yang kualami. Selain itu juga berusaha banyak membaca baik dari majalah ataupun internet. Alhamdulilah aku sih ga pernah muntah atau mengalami hal yang lebih parah seperti yang mungkin dialami sebagian ibu hamil lainnya.
Trimester kedua keadaan lebih baik. Tidur lebih enak, badan juga rasanya fit tidak seperti sedang berbadan dua. Makanan semua bisa masuk. Pokoknya lancar lagh.
Dan sekarang di trimester ketiga, badan sudah mulai terasa berat. Tendangan anakku makin terasa, which is good karena artinya di dalam rahimku bayiku tumbuh sehat. Tapi kaki suka kram, alhamdulilah sudah ketemu solusinya supaya ga kram. Kadang juga suka bengkak. Dan akhir-akhir ini yang mengganggu adalah tangan suka semutan, kadang malam suka ga bisa tidur karena sakit. Jadi ga bisa melakukan aktivitas segesit biasanya.
Sebulan lagi insya Allah akan ada anggota baru di rumah kami. Beberapa persiapan sudah kami siapkan. Beberapa masih dalam perencanaan, menunggu waktu luang. Yang lebih utama sekarang buat kami adalah mempersiapkan mental dalam menyambut anak kami. Kami masih baru dalam hal ini, banyak hal yang mesti dipelajari. Learning by doing, sepertinya itu yang akan kami lakukan. Selalu muncul dalam pikiranku, apakah aku bisa menjadi ibu yang baik? Apakah suamiku bisa menjadi ayah yang baik? Allahualam.. yang pasti kami akan berusaha sebaik-baiknya untuk menjadi orang tua yang baik. Karena kalau kami bisa membesarkan anak dengan baik, insya Allah anak kami bisa menjadi pribadi yang baik. Semoga anak kami menjadi anak yang sholeh, pintar, berbakti pada orang tua, baik budi & rupanya, berbudi pekerti luhur, peduli terhadap sesama, bisa menyeimbangkan kehidupan dunia & akhiratnya... dan selalu menjalankan perintahMu serta menjauhi laranganMu... amin.....
Tuesday, August 25, 2009
Belajar hidup mandiri
Meski sudah menikah selama setengah tahun, namun pengalaman hidup mandiri baru kurasakan bulan ini. Awal Agustus 2009 ini kami mengontrak di kontrakan baru dekat kantor. Selama ini kami terbiasa kerja & tidak terlalu memperhatikan tetek bengek urusan rumah tangga. Tapi kini kami harus mulai merubah jadwal & berbagi pekerjaan rumah tangga. Karena urusan menata, membersihkan, memasak, mencuci, menyetrika & segala hal yang menjadi keperluan kami berdua harus kami lakukan sendiri.
Bagaimana rasanya? awalnya cape!! kadang harus kejar-kejaran waktu dengan pekerjaan kantor. Namun so far so good. Setelah hampir sebulan menjalani semuanya, ternyata kami baik-baik saja. Everything is under control, hehehehe. Sebisa mungkin membagi waktu agar tidak ada tanggung jawab yang terbengkalai. Agak merepotkan buatku karena sekarang kondisiku sedang berbadan dua. Jadi pekerjaan yang mungkin bisa selesai sehari, kini mungkin baru selesai 2-3 hari. Kuncinya sabar & tidak memaksakan diri. Walau sebenernya gatel pengen cepet-cepet kelar...
Aku belajar banyak. Bagaimana arti disiplin, menghargai waktu & hasil jerih payah. Dan tentunya bagaimana bekerja sama. Bukan memikul semua sendiri. Belajar hidup mandiri tidak mudah, namun kalau punya semangat & kemauan aku rasa siapapun bisa menjalani dengan baik.
Aku Wanita Biasa
Aku ini wanita biasa
Bisa sakit luka karena cinta
Dingin sepi kerap menyapa
Air mata jatuh lukisan raga
Kadang ku kuat setegar karang
Kadang ku rapuh lemah liar merana
(KD, Aku wanita biasa)
Yes, I'm only an ordinary woman. Who can feel hurt too like any one else. Though sometimes I'm strong, but there are times when I feel weak. I can tell everybody about what I've been through, about my feelings, about my sadness. But then what? I got nothing just a pity act. No, I don't need that...
Silence is the best. Pray will make me feel better. GOD, I know you won't let me down. I know you will guide me in every way I take...
Thursday, June 18, 2009
Menikah...
Menikah. Sebuah ikatan yang memerlukan kesiapan jiwa & raga. Karena menikah, tidak semudah yang orang bayangkan keti
ka masih single dulu. Butuh usaha ekstra agar sebuah pernikahan bisa berjalan dengan langgeng. Butuh kesabaran, kesetiaan, kasih sayang & rasa tanggung jawab agar bisa menghadapi badai yang akan mengguyur payung rumah tangga. Permasalahan pasti akan selalu ada. Entah karena ego masing-masing, sikap yang kurang cocok, keluarga yang terlalu ikut campur, orang ketiga-keempat dan seterusnya. Namun alangkah indah dan syahdunya, jika kita bisa mempertahankan biduk rumah tangga dalam ikatan yang sakinah, mawaddah & warahmah selama kita hidup di dunia & insya Allah dipertemukan kembali di akhirat kelak.
Aku masih sangat .. sangat .. baru dalam dunia pernikahan. Seumur jagung. Dan banyak hal belum terjadi dalam hidupku, hidup kami. Aku hanya bisa berdoa.. juga berusaha, agar bisa menikah once in a life time (amin...). Semoga Allah selalu meridhoi pernikahan kami. Ya Allah, jadikan lah pernikahan kami pernikahan yang sakinah, mawaddah, warahmah & barokah... amin...
Wednesday, June 10, 2009
Bicara soal Manohara
Bicara soal Manohara saat ini bisa dibilang sedang hangat-hangatnya. Mungkin hampir semua orang kenal dengan Manohara. Berkat media, namanya melambung mengalahkan tokoh & artis papan atas. Hampir setiap hari wajahnya muncul di media baik media cetak, online apalagi televisi yang memuat wawancaranya mulai dari pagi hingga malam hari. Faktor penyiksaan, apalagi dilakukan oleh warga Malaysia yang notabene sering bersinggungan dengan negara Indonesia, adalah menjadi hal menarik untuk diangkat. Kisahnya seperti kisah sinetron atau dongeng namun berakhir tragis. Seorang wanita cantik yang bertemu pangeran kemudian dipersunting. Sayangnya akhir kisahnya penuh dengan kisah memilukan yang membuat semua orang bersimpati. Walau akhir-akhir ini banyak juga yang mulai menyangsikan kebenaran pemberitaan tersebut.Menilik ke belakang, aku ingat sewaktu pertama kalinya bertemu Daisy Fajarina ibunda Manohara. Saat itu, tidak ada yang mengenal dirinya. Daisy mengundang media, paling banyak hadir adalah media cetak dan online. Media televisi hanya ada 5 saja, Rcti, Indosiar, TransTv, Trans7 dan Global. Saat itu, aku menyangsikan apa yang dikatakan Daisy. Walau Daisy menyerahkan bukti pencekalan masuk ke Malaysia dan berlembar-lembar cerita mengenai kisah hidupnya yang diketik lalu dibagikan ke media. Dari ceritanya yang membiarkan seorang lelaki memperkosa anaknya, menikahkan anak di bawah umur meski tanpa persetujuan ayahnya & surat resmi dari Indonesia hingga selentingan soal harta yang menjadi permasalahan.
Selama sebulan lebih wajah Daisy hadir di media menginginkan bertemu dengan Manohara. Segala tudingan antar Daisy dengan pihak kerajaan Kelantan menjadi hal yang diketahui se-Indonesia. Dan kini, akhirnya Manohara telah kembali. Entah benar atau tidak penyiksaan yang dialaminya, hanya Manohara, Fakhry & tuhan yang tau kebenarannya. Aku berharap, apapun hasilnya bisa membuktikan mana yang benar dan mana yang salah. Dan pihak yang salah bisa dihukum seadil-adilnya.
Karena jujur saja, aku bosan melihat Manohara di televisi. Lebih-lebih bosan meliputnya. Karena makin lama masalahnya makin ruwet, ada yang memberi dukungan lalu mundur teratur. Ada yang mencaci, ada juga yang membela. Masalah menjadi sensitif karena berhubungan dengan dua negara, bukan masalah enteng. Karena kalau ketahuan berbohong hukumannya pun tidak ringan. Dan dengan tim kuasa hukum sekarang, Ratna Sarumpaet & OC Kaligis kabarnya mau disomasi. Ampun deh, kenapa jadi melebar ya? Kalau memang permasalahannya adalah penyiksaan ya sudah fokus saja kesana. Selesaikan segala prosedur sesegera mungkin. Tidak perlu kemana-mana. Jadi masyarakat yang melihat pun bisa mengetahui kebenarannya tanpa perlu mengikuti permainannya.
Mau pro dan kontra, menjadi hak masing-masing orang. Kalau aku memilih netral. Biarlah waktu yang membuktikan. Yang pasti, dibalik penyiksaan dan kisah tragis hidupnya, Manohara bisa meraih impiannya. Menjadi terkenal & mendapatkan job dimana-mana. Selalu ada hikmah dibalik setiap peristiwa...
Saturday, June 06, 2009
Mahluk-Mahluk itu...
Ampunnn... Ga ngerti deh sama mahluk-mahluk itu. Maunya apa sihh? Di rumah di jalan Langgar cacing tergeda yang pernah aku liat masuk ke ruang tamu. Trus di rumah Tanjung Barat, ada ulat bulu dan lena. Tau lena ga? binatang yang kalo masuk ke telinga bisa menyebabkan kematian. Bentuknya mirip kaki seribu dan susah matinya kayak kecoa. Kalo mati, binatangnya jadi berwarna gitu. Dan sekarang disini, di Kebon Jeruk ada lintah. Dan malam ini, untuk ketiga kalinya aku melihat lintah di ruang tamu. Ga tanggung-tanggung, ada 2! Ya Allah, kenapa sih mereka harus ganggu ketenangan hidupku?? Alhamdulilah aku selalu melihat keberadaan mereka sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan. Tapi alangkah baiknya kalo mereka tetap berada di habitatnya. Kalo cuma sekedar kodok, cicak, semut, jangkrik, kecoa.. ya sudahlah. Aku sih masih berani karena mereka ga berbahaya. Tapi cacing kan jijik. Ulat bulu kan bulunya bikin gatel. Lena dan lintah kan berbahaya. Ya Allah, bisakah aku hidup tanpa diganggu oleh mereka? Mau tidur juga parno jadinya...hhhh.... bismillah. Semoga Allah melindungiku dari gangguan mereka... Amin...
Thursday, April 30, 2009
Saat ini...
Saat ini, yang aku inginkan cuma makan... makan kayak orang belum makan seharian. Aku kepengen banget martabak telur. Makan pake cabe, hmmm... yummy banget!! Tapi sayangnya suamiku melarang karena minyaknya ga bagus buat kesehatan dede bayi. hhhhhh.... Abi suka gitu sih, ga tau istrinya lagi ngidam.
Menunda...
Aku baru menyadari satu hal. Kalau aku suka menunda apapun. Ini kan bukan sikap yang baik. Tapi selalu aku lakukan. Sekarang setelah menyadari kekuranganku ini, aku berusaha untuk merubah sedikit demi sedikit. Karena efeknya ga baik buat aku juga. Salah satu contohnya nih, dulu semasa SMU kalo ada PR sebenernya bisa dikerjain pulang sekolah. Atau minimal malamnya. Tapi ya itu, suka ditunda-tunda. Ntar dulu ah, makan dulu. Ntar dulu ah, nonton dulu. Banyakan 'ntar dulu ah' nya... hhhhh.... yang ada, malam ga selesai. Pagi buru-buru kesiangan berangkat sekolah dan akhirnya malah ngerjain di sekolah sebelum pelajaran dimulai. Parahnya lagi, kalo otak lagi butek pinjem buku temen dan menyalin dengan indahnya. Hahahaha...
Sekarang... hmmm...masih juga menunda. Tapi mendingan kok. Misalnya kalo setrikaan udah banyak, walaupun cape dan kepengen nonton dulu ah.. (hihihi) tapi dipaksain juga. Sedikit demi sedikit sampai abis tuntas kelar.. jadinya bisa santai kayak dipinggir pantai...
Pokoknya Ayu, jangan menunda-nunda lagi yah... tidak baik buat kesehatan :P
Thursday, April 23, 2009
I Won't Stop Dreaming
One thing I've learnt. That when you stop dreaming, you stop living. I several times forgot how to dream. Funny, because all of us know how easy to dream. You can explore everything there. One place where no one can't control you. You can imagine anything. everything. But when you face many problems, when you deal with a very hard life.. it made you hard to dream.
And it wasn't a very good time, because I felt like I was in an unseen prison. And feel like dead. stop. Just being a different person. If you let someone take your dream, then you stop living. It wasn't a good condition.
But I've learnt from my mistake. And I promise to my self, that I won't stop dreaming. I'll dream. Everyday. Without any excuse...
Tuesday, April 21, 2009
What a Day..?!!
Hari ini seharusnya semua berjalan smooth. Aku bisa santai sejenak karena baru masuk kerja sore. Tapi ternyata eh ternyata korlip hari ini sakit dan aku harus gantiin. Aku ga ngerti siapa yang masuk dan pada liputan kemana. Tanya sini situ, akhirnya aku tau siapa aja yang masuk. Tapi masalah ga berhenti disitu. Karena kordinasi beragam pihak & miskomunikasi jadinya chaos. Panik. God, pusing sekali... Alhamdulilah suamiku bisa ngerti dan sedikit banyak ngebantu aku keluar dari kepusingan ini.
Dan karena ada pertandingan basket antar media aku cuma punya satu tim di Jakarta yang bisa mobile. Alhamdulilah siang ini sepi. Biarkanlah seperti ini tuhan... biarkanlah aku bisa bernafas lebih tenang...
Saturday, March 28, 2009
Lagi Ga Kreatif
Aduh, setiap kali di kantor.. memiliki waktu yang cuma sebentar kepengen banget menulis sesuatu disini. Tapi setiap kali pula ketika didepan komputer rasanya ngeblank. Ga tau mau nulis apa, mulai dari mana. Rasanya stuck. Mungkin sekarang aku lagi asik dengan kegiatan yang lain, jadi lagi ga kepengen nulis walau sebenernya banyak yang pengen aku ceritain. Tapi bukan berarti aku ga kreatif lagi kan?? Aduh, jangan sampe deh. Aku ga mau berhenti sampai disini. Aku masih kepengen cerita..cerita.. dan cerita...
Subscribe to:
Posts (Atom)
